
...***...
"Dia sudah dikonfirmasi sebagai anak takdir!"
Tetua menjawab tanpa kehilangan ketenangan mereka. "Kenapa jumlah kekuatan ilahi yang dia miliki begitu kecil?"
"Siapa di antara kalian yang menyaksikan anak itu menggunakan kekuatan ilahi?"
"Dia hanya seorang anak kecil! Dia tidak bisa mengendalikannya!"
Itu pasti tujuan mereka yang kedua.
Untuk menghancurkan semua kepercayaan yang telah aku bangun.
Pada saat ini, Duke, dengan mata tertutup, sedang meletakkan kepalanya yang miring di tangannya, kemudian membuka mulutnya.
"Lucu sekali."
Saat dia perlahan mengangkat kepalanya, tatapan tajam datang dari mata birunya.
Para tetua dan bangsawan menelan ludah.
Orang-orang yang bersikeras agar Cattlea diadopsi langsung berlutut.
"Semuanya untuk kemuliaan Dubblede."
"Untuk kemuliaan Dubblede!"
"Untuk kemuliaan!"
Sebagian besar orang yang berkumpul di ruangan itu berteriak bersamaan.
'Jangan, kalian idiot!'
Mereka sepertinya berpikir bahwa Duke tidak punya pilihan lain.
Aku yakin Duke ingin mereka mati, tetapi jika mereka semua mati sekarang, gereja akan membawaku pergi dengan alasan dia bukan ayah yang tepat untuk membesarkanku.
'Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk itu.'
Aku berteriak, "Wow!" Dan berlari ke kotak besar itu.
"Apakah ini punya Bwaine?"
Saat aku berpura-pura naif, Viscount Dubos panik dan berkata, "Oh, nona kecil."
Tetua menjawab sambil menyipitkan matanya. "Jika Anda bisa menembus penghalang, iya."
"Kalaw begitu Bwaine akan mencoba!"
'Sepertinya aku bisa melakukannya.'
"Akan berbahaya jika tidak ada kekuatan ilahi yang ada didalam tubuh saat menghancurkan penghalang."
Nos dan Dubos, bahkan kedua kakak beradik itu tampaknya berpikir aku tidak bisa melakukannya.
"Leblaine, itu berbahaya, biarkan saja itu."
"Ya, aku akan membelikanmu mainan yang lebih bagus!"
'Aku tahu ini berbahaya.'
Tidak, sudah jelas bahwa aku tidak akan pernah bisa melakukannya.
Aku segera merasakannya setelah aku mengangkat artefak.
Itu dikelilingi oleh tiga penghalang, dan di dalamnya, aku bisa merasakan energi aneh.
'Tapi aku mungkin bisa menilai apa saja komponennya.'
Itu tidak membutuhkan kekuatan ilahi yang kuat.
Kamu hanya perlu mendorong dengan kekuatan yang sangat kecil melalui celah tersebut. Dan cari tahu komponen apa itu dengan menghitung kualitas kekuatan yang dikandungnya.
'Yang harus aku lakukan adalah memastikan ini benar-benar bisa mengeluarkan Roh Air dari dalam.'
Jika aku bisa memohonnya, aku tidak harus bertengkar dengan Cattlea tentang menghancurkan penghalang. Aku dengan hati-hati menghembuskan kekuatan ilahi ke dalam batu. Pada saat itulah.
Gwang, gwang, gwang !!!
Kastil itu bergetar hebat seolah-olah gempa bumi terjadi secara bersamaan dengan cahaya merah yang dipancarkan dari batu itu. Retakan di dinding dan langit-langit mulai menyebar.
"Apa....,"
Semua orang bingung. Duke bangkit.
"Leblaine!"
"Dik!"
Henry dan Isaac buru-buru mengeluarkan kekuatan sihir mereka. Mana keduanya melayang di atas kepalaku.
Tapi Mana Isaac yang memblokir puing-puing dinding segera tersebar dengan retakan tajam.
"Apa yang salah dengan kekuatanku?"
Setelah Isaac bergumam begitu,
__ADS_1
Tiba-tiba, sebuah suara mengalir kedalam telingaku. Tapi, sekelilingku segera berubah menjadi sangat kacau. Lingkaran hitam tercipta di udara, dan penyihir Dubblede dengan tudung berhias emas muncul.
Seorang pria dengan tudung berhias emas buru-buru melepas topinya dan berteriak.
"Kekuatan suci yang sangat besar ini... Ini pasti serangan dari gereja!"
Kemudian yang lain mengangkat tongkat mereka dan berkata,
"Tidak peduli seberapa banyak battle priest yang datang, tidak ada gunanya. Penyihir Dubblede akan memusnahkan kalian semua!"
...------- I N F O ------...
*Battle priest : di beberapa Gereja, para pendeta dan paladin melatih beberapa orang terpilih untuk menjadi pembawa pesan dewa untuk mereka. Para utusan ini melakukan perjalanan, melindungi orang-orang dari ancaman yang mengerikan dengan keyakinan mereka yang kuat, battle priest berfungsi sebagai support dalam sebuah kelompok dan juga sebagai unit tempur hebat melawan undead, iblis, dan makhluk hitam.
...------------------...
"Berapa ribu mereka? Puluhan ribu!?"
'Ah, seseorang tolong buat aku pingsan'
Penyihir itu menatapku dengan wajah kebingungan. Dan berkata, "Kenapa hanya ada... seorang anak kecil?"
Aku juga tidak tahu.
Aku hanya mencoba untuk menilai mineralnya, tapi tiba-tiba sebuah suara mengalir kedalam kepala ku dan kekuatan ilahi ku bertambah kuat.
"Apakah itu berasal dari nona kecil?"
Penyihir yang mengenakan jubah itu mencoba menjangkau ku.
[Dimana kamu-!]
Suara di kepalaku berteriak. Dan gelombang kekuatan ilahi didalam diriku semakin lebih kuat.
'Jangan'
Aku berpikir didalam kepalaku. Entah bagaimanapun aku harus menghentikannya.
Tapi pada saat itu.
"Agh!"
Cattlea duduk dan meletakkan tangannya di mulutnya. Darah menetes melalui jari-jarinya.
'Apa...'
Bahkan semua didalam ruangan juga menjadi lebih kacau.
"Aghhhh-!"
Ketika situasinya sampai pada titik ini, penyihir itu berteriak,
Kemudian, para penyihir mengepungku dan mengerahkan formasi pertahanan mereka.
Suara di kepalaku menjadi semakin marah, dan aku sangat ketakutan.
Aku tidak ingin menyerang orang, tapi aku tidak bisa menahannya. Tidak, sebaliknya, setiap kali ketegangan dan ketakutanku tumbuh, kekuatan ilahi ku menjadi semakin kuat.
Sepertinya disebabkan karena suara itu, yang terlihat seperti kehilangan akal sehatnya.
Serangan terus berlanjut. Para penyihir mencoba mendekatiku tetapi didorong ke belakang, dan akhirnya, aku melihat apa yang akan dilakukan para penyihir. Itu adalah sinyal untuk melancarkan serangan.
Lalu.
"Berhenti!" Itu suara Duke.
"Tapi untuk menghentikannya, Anda harus mengambil batu itu dari bayi!" Para tetua yang bingung berkata, tetapi Duke datang ke arahku tanpa sepatah kata pun.
Setiap dia melangkah mendekat, gelombang ilahi menghalangi jalannya.
Ini berulang beberapa kali. Gelombang menghalanginya, kemudian dia hancurkan dan gelombang itu kembali beregenerasi.
Setelah itu, batu itu pecah dengan bunyi yang tajam, dan muncul retakan di permukaan benda itu seperti pecahan kaca.
Meskipun darah merah tua mengalir di lengannya, dia terus berusaha untuk menggapaiku.
"Tidak apa-apa."
"......"
"Tidak apa-apa, Leblaine."
Dia meletakkan tangannya di punggungku
Begitu aku merasakan sentuhan hangatnya, batu yang sepertinya telah mencapai batasnya, jatuh ke lantai. Dan aku jatuh ke pelukan Duke.
...***...
Setelah itu, aku dipindahkan ke ruangan lain di mana seorang dokter datang untuk merawatku, tetapi tidak menemukan ada yang salah dengan tubuhku.
'Aku sendiri merasa tidak ada yang salah denganku secara fisik. Aku baik-baik saja.'
Ketika aku meninggalkan ruangan, mata para pengikut menatapku dengan ketakutan.
'Apa.... yang harus aku lakukan pada mereka?'
Tapi Ini bukan satu-satunya masalah yang ada.
__ADS_1
[Nona kecil, kamu baik-baik saja? Hah?]
Beberapa suara terus berbicara didalam kepalaku.
Suara ini adalah masalah terbesarnya.
Setiap kali aku mendengar suara itu, aku merasa lemas. Ditambah lagi, aku lapar dan mengantuk.
'Mari kita luruskan terlebih dahulu.'
Aku belum pernah mendengar suara ini dalam tiga kehidupan terakhirku.
Aku juga tidak tahu bahwa kekuatan ilahi ku sekuat ini.
Sepertinya suara itu telah memperkuat kekuatan ilahi ku
Pertama kali aku mendengar suara itu adalah saat aku menyentuh Newt.
'Betul sekali. Itu tertulis dalam catatan. Newt adalah kunci kekuatan ilahi.'
Kalau begitu, dapat dimengerti bahwa kekuatan ilahi ku tiba-tiba menjadi lebih kuat.
'Kalau begitu, apakah aku benar-benar anak takdir?! ... Atau bukan.'
Syarat menjadi anak takdir ada tiga.
Harus lahir pada tanggal 29 Februari.
Harus memiliki kekuatan ilahi.
Bisa membaca bahasa kuno.
Karena ketiga syarat itu dibutuhkan untuk menyegel roh jahat.
Mina cocok dari ketiga itu dan berhasil menyegel roh-roh jahat. Aku yang paling tahu bahwa itu digunakan untuk persembahan segel.
'Aku tidak pernah memimpikan sesuatu seperti ini dalam hidupku.'
Dalam kehidupan pertamaku, aku masih sangat muda sehingga aku tidak tahu banyak hal, tapi kali ini...
'Hah? Kalau dipikir-pikir, bagaimana caranya aku tetap berpikir seperti orang dewasa selama ini? Apa yang dilakukan suara itu?'
[Nona kecil, kamu baik-baik saja? Hah?]
Aku mendengar suara itu lagi.
'Siapa kamu? Tidak, siapa itu?'
[Aku tidak bisa mengatakan padamu sampai kamu memenuhi syarat.]
'Lalu, bagaimana cara aku memenuhi syarat itu?'
[Aku tidak bisa memberitahumu. Hanya setelah kamu memenuhi syarat, aku bisa menjawab pertanyaanmu. Tapi nona kecil sudah tahu dimana itu. Jadi... Ugh!]
Suara itu bergumam dengan teriakan kecil.
[Bahkan ini tidak diperbolehkan. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi padamu.]
Suara itu berkata demikian, tapi aku mendapat petunjuk dengan kata 'di mana itu.'
Itu pasti sebuah objek.
Hanya ada satu hal yang begitu istimewa yang akan dibutuhkan sebagai persyaratan.
'Etwal Kedua.'
[Tapi apakah tubuhmu baik-baik saja? Manis, Apakah terlalu sulit untuk menjawabnya? Sayangnya, jika aku ada di sana saat itu... kamu harus memenuhi syarat untuk itu agar aku bisa...]
'Kamu tahu apa?'
Dengan pengecut, suara itu menjawab dengan cepat, [Ya?!]
'Bisakah kamu diam? Kurasa aku harus istirahat.'
Setiap kali suara itu berbicara, aku tidak bisa berpikir seperti orang dewasa karena aku terlalu lelah.
Aku merinding ketika membayangkan diriku ngompol di tempat tidur lagi.
'Aku harus segera mencari Etwal sebelum aku benar-benar menjadi anak-anak.'
Aku melompat dari tempat tidur.
__ADS_1
...***...