
Kata Permaisuri w ganti jdi ibu suri, soalnya dia emaknya raja.
...***...
Di dalam kotak itu berisi tiga stempel cincin penerus.
Ada permata kecil di tengahnya, yaitu ruby untuk Henry, zamrud untuk Isaac, dan berlian untukku.
'Bukankah yang dimiliki putra tertua, Johann adalah safir?'
...------ I N F O ------...
...Urutan batu mulia dari yang termahal : ...
...Berlian > Safir > Ruby > Zamrud5...
...----------------------...
Stempelnya ajaib, ukurannya terlihat untuk orang dewasa, tapi saat aku memakainya, lingkarannya mengecil.
Henry yang memakai stempel ruby di jarinya berkata, "Aku tidak tahu Duke akan memberikannya padaku lebih awal."
Isaac tersenyum dan meraih cincin itu. "Kakak pertama juga mendapatkannya sekitar bulan ini."
Di akhir, Duke bersuara sambil menatap kami.
"Sekarang setelah kalian menerima stempelku, aku akan membayar kalian setiap tahun, kalian juga bisa mendapatkan asisten. Apakah kalian menginginkan seseorang?"
Henry membalas perkataan ayahnya. "Beri aku Viscount Orlando, Irie Ruffner, dan penyihir Michael."
Isaac kemudian membuka mulutnya. "Aku ingin Baron Marceau."
Akhirnya, giliranku. "Um, Lea, Dania, Linda, dan... Viscwount Noanoke!"
Duke, Henry, Isaac, dan Nos semuanya tercengang mendengar permintaanku.
"Bukankah kau mengatakan orang yang salah? Noanoke adalah ketua senat." Isaac membantah kenyataan itu.
"Bagaimana dengan Viscount Neschel? Dia orang yang sangat bijaksana, dia akan sangat membantumu." Henry mencoba membujukku.
"No, no, nona kecil!" Nos terbata-bata.
'Apakah karena aku belum mengikuti senat? Ada banyak pertentangan.'
Tapi ayah diam.
Dia sering melihatku bersama dengan ketua sejak rumor beredar bahwa ketua menyelamatkanku.
Jadi, ayah mungkin sudah memperkirakannya.
"Bukan aku?"
"Apa?"
"Kenapa bukan aku, tapi justru Noanoke?"
"... Karena ayah adalah dyuke."
Dan Isaac berkata, "Bagaimana denganku? Kamu tidak membutuhkanku sebagai asisten?"
Henry sepertinya ingin mengatakan hal serupa karena dia tersenyum.
Aku mengoreksi keluargaku yang kupikir adalah keluarga biasa.
Keluargaku sedikit unik.
Saat aku tidak mengatakan apa-apa, Duke bergumam.
"Noanoke, bajingan itu..." Suaranya terdengar suram.
...***...
Ketua Senat, Jean Marc Noanoke, adalah orang yang luar biasa.
Dia tidak pernah kekurangan status dan otaknya, dan telah hidup selama lebih dari setengah abad.
Sejak usia muda, banyak bangsawan yang mengikutinya. Ada banyak orang yang ingin menjalin hubungan persahabatan dengannya.
Hal yang sama berlaku hingga sekarang. Kotak suratnya selalu penuh dengan surat.
Jenisnya bermacam-macam, dari surat cinta ibu-ibu tua sampai surat penghormatan pejabat muda.
Jadi aku bisa mengatakannya dengan pasti.
Ketua, yang sedang berjalan di lorong kastil Dubblede, melirik orang-orang yang menatap punggungnya 'Apa yang terjadi di sini?'
Di sisi lain, kelompok Viscount Dubos sedang menatapnya.
Mereka selalu setuju satu sama lain karena mereka adalah petinggi Senat, Tapi mereka tidak pernah memandang ketua dengan ekspresi mengejek.
"Sangat konyol."
Ketua mengerutkan kening saat mendengar cibiran dari mulut Dubos.
"Langsung ke intinya dan bicara. Apa yang telah kamu lakukan?"
"Aku tidak melakukan sesuatu yang istimewa belakangan ini."
Duke lah yang melakukan hal-hal aneh. Tiba-tiba, memberikan setumpuk tugas seperti orang gila kepada ketua, menyuruhnya untuk mengerjakan dokumen Teramore dan Roman.
__ADS_1
Sepertinya dia mencoba membunuh ketua dengan membuatnya bekerja terlalu keras.
Bahkan, ketua sempat mimisan tadi pagi.
Dubos, melampiaskan amarahnya dengan memukul jendela.
"Kenapa! Nona kecil memilihmu sebagai asistennya! Bukan aku!"
".....Apa?"
"Akulah yang disukai nona kecil. Kamu tahu itu?"
"......"
"Nona kecil memberiku permen, dia mengatakan 'kakek, makanlah.' bahkan aku masih menyimpan permen itu di dalam kotak!"
"......"
"Jadi kamu jangan terlalu sombong!"
"Hmph!"
Saat Viscount Dubos mengatakan demikian, pengikut di sebelahnya ikut menyuarakan suara mereka.
"Aku tidak akan menyerah."
"Jangan beranggapan dia memilihmu karena menyukaimu."
"Kami adalah orang pertama yang menyadari pesonanya."
Ketua memandangi pengikut dan berkata, ".....Keluar."
Dia melambaikan tangannya menyuruh mereka untuk keluar.
Di belakang punggung ketua, para pengikut dengan kesal mengatakan, "Tunggu dan lihat! Aku akan menarik perhatiannya kembali!"
Di depan rumah kaca, Viscount Myshank, anggota senat, menghampiri ketua dengan tatapan iri.
"Ketua! Anda memang ketua."
"Ya memang aku siapa lagi?"
"Anda telah dipilih oleh Nona Kecil!"
"......"
"Banyak dari pengikut yang mengincar tempat itu. Saya juga ingin tahu rahasianya."
"..... Minggir."
Dia mendorong Myshank keluar dan pergi ke rumah kaca.
"Apa yang terjadi?"
Saat ditanya, Leblaine melihatnya dengan ekspresi lelah.
Kemudian, pandangan anak itu mencapai para pelayan yang sedang beradu mulut, para pelayan dari gedung barat dan para pelayan yang sejak awal sudah melayani Leblaine, termasuk Lea.
"Omong kosong! Kenapa nona kecil memilih mereka?!"
"Karena nona kecil menyukai kita."
"Ini salah. Benar-benar salah. Kami lebih berpengalaman melayani keluarga Dubblede dibandingkan kalian!"
Saat ketua melihat para pelayan mulai bertengkar dengan saling menjambak rambut, Leblaine berbicara dengan wajah muram.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa menjadi seperti ini."
"Ya...."
Keduanya saling berhadapan dan menghela nafas.
Dalam seminggu, ketua sepenuhnya menjadi ajudan Leblaine.
Duke benar-benar melupakan kejadian ini karena serangan "Ayah adalah yang terbaik di dunia!" yang mempertaruhkan rasa malu Leblaine.
...***...
Kamar tidur yang ditunda karena satu atau hal lain, telah selesai.
Aku pikir kamar tamu adalah kamar yang sangat bagus, tetapi kamar ini berbeda.
Kamar ini besar, cantik, dan aman, seperti kamar putri di dalam dongeng.
Yang terpenting, aku suka tempat tidur dan selimut lembut yang tidak akan jatuh meskipun aku berguling 10 kali ke kanan dan ke kiri.
'Lembut dan halus.......'
Dengan tempat tidur dan selimut ini, aku bisa tertidur hanya dalam 5 menit.
Begitu aku tersenyum, Lea datang menjemputku.
"Ini waktunya minum teh."
"Iya."
Aku bangun dari tempat tidur, memakai mantel dan meninggalkan kamar.
Akhir-akhir ini, waktu ngemil ku diubah menjadi pesta teh sederhana bersama keluarga.
__ADS_1
Aku menikmati obrolan kecil dengan keluargaku di taman atau rumah kaca yang penuh dengan minuman dan makanan.
Tapi ada masalah kecil—
"Hari ini aku akan memberimu kue blueberry yang sudah aku siapkan."
"Ini kue selai kacang. Kamu bilang ini yang terbaik."
"Ini scone cokelat."
Ayah dan kakak sering bertengkar.
Yah, ini lebih baik daripada tidak pernah berbicara satu sama lain seperti di masa lalu, tapi sedikit mengganggu karena mereka sering terlibat dalam perang psikologis.
Aku pikir hubungan keluargaku akan semakin dekat, tapi sepertinya jalan mereka masih panjang.
Saat aku duduk, Henry bertanya, "Apa yang ingin kamu makan, Leblaine?"
"Hmm..."
Saat aku selesai memikirkannya, aku tersenyum lebar, berkata, "Semuanya!" dan meletakkan kue, biskuit, dan scone di atas meja.
Saat aku meraih kue selai kacang yang telah disiapkan Isaac, kepala pelayan masuk.
Henry bertanya saat dia melihat amplop biru tua, dicap dengan segel kekaisaran, diserahkan ke ayahnya.
"Apakah dari Ibu Suri?"
"Ya, Ibu Suri mengatakan dia tidak akan mencampuri urusan pendidikan Leblaine."
Ibu suri?
Aku membuka mata lebar-lebar karena terkejut.
Dia adalah orang yang sangat beriman, dia berharap aku akan memenuhi ramalan penyegelan roh jahat sebagai anak takdir yang dididik oleh gereja.
Dari kehidupan pertama hingga kehidupan kedua, aku mendapat banyak gangguan darinya dalam kehidupan sehari-hariku.
'Tapi kenapa dia begitu pendiam dalam kehidupan kali ini?'
Pada saat aku berpikir begitu, Isaac berkata,
"Terakhir kali saat kita pergi melihat anak anjing itu, kamu bilang bahwa orang-orangnya Ibu Suri yang memata-matai kita?"
Henry mengangguk saat mendengarnya.
"Iya. Orang-orang yang dia kirim ditangkap dan diinterogasi oleh kami. Mereka takut kita akan menceritakannya kepada kaisar. "
"Karena fakta bahwa Ibu Suri mengawasi Duke?"
"Gereja sudah mengambil banyak properti kekaisaran. Jika orang-orang tahu bahwa permaisuri telah memata-matai kita, reputasi mereka akan anjlok."
Aku mengangguk. Ibu Suri benar-benar tak terkalahkan.
Pengabdiannya pada gereja selalu menjadi masalah bagi kaisar.
Kaisar ingin mengurangi kekuatan gereja yang setara dengan keluarga kekaisaran, tapi permaisuri maju untuk mengabdikan dirinya pada gereja dan menyebabkan masalah berulang kali.
Itulah sebabnya wajah keluarga kekaisaran selalu frustasi setiap kali berusaha untuk mengurangi kekuasaan gereja.
Ibu Suri yang memutuskan untuk memberikanku kepada seorang duke.
'Kali ini, Kaisar tidak akan membiarkannya pergi lebih jauh.'
Dia mungkin mengirim surat ke Duke memintanya untuk tidak memberi tahu kaisar dan sebagai gantinya dia tidak akan mengganggu pendidikanku.
Akan lebih baik bagiku jika aku bisa keluar dari pengawasan Ibu Suri.
Pada saat itu, kepala pelayan melihat ke arah Isaac dan berkata,
"Surat aneh telah datang."
"Untukku?"
"Saya tidak yakin apakah ini datang untuk Anda... Tapi nama Anda tertulis di atasnya."
"Apa yang kau bicarakan?"
"Di sini tertulis ."
Isaac mengerutkan dahinya.
"Apakah ada orang lain dengan nama yang sama denganku?"
"Saya mencarinya, tapi ternyata tidak ada. Tapi yang lebih aneh..."
Kepala pelayan meletakkan buket daun Elsa dan sekotak sepatu merah muda untuk anak perempuan.
"Buket ini dirapalkan sihir pengawetan."
'Hah!'
Aku menutup mulutku.
Aku tahu begitu aku mendengarnya. Orang yang mengirimnya adalah...
'Adrian!'
...***...
__ADS_1