The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 5


__ADS_3

...***...


Setelah kejadian roti kemarin, hari-hari yang cukup damai berlangsung.


Satu-satunya hal yang terjadi adalah ketika Lea mengetahui bahwa dia lupa memberikan tujuh permen yang diberikan Duke padanya.


Tetapi hari ini berbeda.


Aku harus mengenakan gaun dibantu para pelayan sejak pagi. Itu adalah gaun anak-anak yang menyebar luas dari dada.


Selain itu, aku mengenakan kaus kaki berenda yang sampai ke betisku, sepatu dengan alas yang halus, dan bahkan mengikat bagian atas kepalaku dengan pita.


"Ayo, coba kita lihat seberapa nyaman pakaiannya. Cobalah berjalan, nona kecil."


Saat aku berusaha berjalan, para pelayan menggenggam dada mereka dan berteriak, "Wah!"


Pelayan Dubblede tidak seburuk Vallua, tetapi mereka tetap membuatku khawatir. Namun, agar aku bisa hidup dengan nyaman sebagai seorang anak kecil, keramah-tamahan pekerja sangat penting.


Segera setelah aku sudah ada di sini, aku menyerang para pelayan lebih dulu.


"Lwinda ada disini!" (Linda ada disini!)


"Oho, Anda melihatku tadi malam. Apakah Anda sesenang itu melihat saya?"


"Ini rahasia... Lwinda adalah paporitku."


Pertama-tama, aku akan menaklukkan pelayan berbibir besar terlebih dahulu.


"Nih. Aku memberikyanmu pelmen." (Ini. Aku akan memberimu permen.)


"Kenapa hanya saya yang diberikan permen ini?"


"Ini rahasia.... kwarena aku paling suka Dawlia."


Aku meluluhkan orang yang bertugas memberikanku camilan.


"Jika Ywuni sakit, aku jadi cedih..."


"Ya ampun..."


"Ini rahasia... Ywuni adalah paporitku."


Aku sudah menaklukan daftar orang yang ada di buku harianku.


'Sekarang, bahkan jika aku dibenci oleh keluargaku seperti waktu bersama Vallua, para pelayan diam-diam akan memberi makanan padaku.'


Ketika aku melihat pelayan yang menganggap aku sangat lucu, aku merasa bangga memikirkan semua kerja kerasku.


'Tapi kenapa hari ini aku berpakaian seperti ini?'


Jadi aku bertanya pada Lea, yang tersenyum penuh kasih sayang.


"Aku akan pwergi kemana?" (Aku akan pergi kemana?)


"Anda akan menghadiri pertemuan hari ini. Tuan berkata bahwa dia akan memperkenalkan Anda kepada para pengikut."


'Pengenalan?'


Aku sudah melihat beberapa dari mereka, tetapi mereka tidak diperkenalkan secara resmi. Karena aku tidak perlu memperkenalkan diri jika mereka akan mengirim aku kembali ke ibukota tak lama lagi.


Jadi....


'Kamu pasti berusaha membuatku tinggal di sini untuk sementara waktu!'


Aku mengikuti pelayan itu dengan teriakan kegembiraan di dalam hati.


Tetapi ada orang-orang di lorong yang mengenakan pakaian yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Lea menjawabku ketika aku terlihat penasaran.


"Mereka anak-anak yang disponsori."


Aha, ada seleksi anak yang disponsori dalam rencana pertemuan hari ini.


Ada sistem pendukung di aristokrat. Yaitu adalah membudidayakan anak-anak yang berbakat sejak usia dini dan kemudian mengembangkan mereka menjadi bakat yang diinginkan keluarga.

__ADS_1


'Siapa yang akan disponsori kali ini?'


Jika kamu disponsori oleh keluarga bangsawan seperti Duke Dubblede, kamu pasti seorang anak yang luar biasa kepandaiannya.


Ketika aku memasuki ruang pertemuan, aku bisa melihat para pengikut mengelilingi seseorang. Dia cukup besar untuk dipanggil anak-anak. Sekilas, dia tampak seperti anak remaja.


Bocah itu tersembunyi di antara orang-orang dewasa dan tidak bisa melihat secara detail, tetapi suaranya jelas.


"Halo, Tuan Dubos, Tuan Martin, Baron Lux, dan...."


Para pengikut menyeringai seolah-olah mereka senang dengan anak kecil yang sopan telah menghafal begitu banyak nama orang satu demi satu.


"Jude kecil menjadi lebih cerdas dari hari ke hari."


"Ayah saya mengatakan bahwa saya harus belajar keras untuk menjadi dewasa, sama seperti Tuan Dubos!"


Dubos tertawa dan menepuk pundaknya. Kemudian, salah satu pengikut memperhatikanku.


Ketika aku memberi tahu mereka tentang kisah Istana Kekaisaran dan gereja, ada beberapa pengikut di sini dengan wajah terangkat.


'Aku akan menunjukkannya padamu.'


"Halo."


Seperti ketika aku menyapa pelayan dengan memegang ujung gaun, mereka tertawa sambil tersenyum.


"Ya ampun, kamu belajar bagaimana caranya menyapa."


Ketika beberapa pengikut mendekatiku, aku mulai melihat wajah anak yang tertutup sejak tadi.


Aku menjadi kaku ketika melihat wajah anak itu.


'Marco Jude.'


Aku kenal anak itu, sangat, sangat mengenalnya.


Karena dia adalah salah satu orang terburuk yang pernah aku temui! Ketika aku hidup sebagai anak dari Duke Vallua, aku menghadiri akademi untuk sementara waktu. Saat itu, Marco adalah profesor yang berdedikasi.


Dia adalah seorang pemuda yang termotivasi oleh atasannya dan seorang profesor yang baik dengan murid-muridnya.


'Dia orang mesum.'


Dia mengincar posisi sebagai menantu Duke Vallua. Dia menepuk pundakku dengan kasar. Dia juga memelukku tanpa persetujuanku, aku tidak tahan ketika dia mencoba menciumku, jadi aku mengajukan keluhan ke sekolah.


Tetapi mereka malah mengusirku sebagai orang yang sudah menyerangnya.


"Jika orang ini menggodamu dan menyinggungmu sepanjang waktu, mengapa kamu tidak mengajukan keluhan sejak awal?"


"Jika kamu tidak menyukainya, mengapa kamu tidak menjerit?"


'Karena aku takut, jadi aku bahkan tidak bisa berteriak.'


"Kalau begitu kenapa sekarang... Kurasa kamu tidak suka ketika kamu memikirkannya. Apakah kamu wanita seperti itu yang memperhitungkan identitas dan kekayaan pria?"


Keluhanku tidak berhasil.


Dia hanya diskors selama enam bulan karena menyentuh seorang siswa, dan aku meninggalkan akademi di bawah celaan karena berhubungan seksual dengan siapa saja. Setelah itu, kata mereka, aku merupakan aib bagi keluargaku.


Hanya memikirkan waktu itu, aku ingin meremas kepala Marco.


'Dia masih anak-anak sekarang. Tapi dia adalah sampah masa depan!'


Aku akan menyusun rencana balas dendam.


'Mari kita tenang. Jika kamu membuat kekacauan tanpa alasan, adopsi tidak akan lagi berguna.'


Kemudian, Duke Dubblede datang ke dalam ruangan. Marco dan para bawahan membungkuk dalam-dalam, dan Duke duduk.


Urutan pertama pertemuan itu adalah untuk meninjau kandidat sponsor.


Duduk di belakang meja, Marco naik ke podium.


"Ho, kamu sudah menyelesaikan masalah matematika tingkat itu?"

__ADS_1


"Ya! Anda harus terbiasa dengan angka untuk masuk Dewan audit dan inspeksi. Tapi matematika itu sendiri menyenangkan. Aku membuat beberapa formula dengan guruku..."


'Pembohong....'


Sangat konyol karena aku sudah mengetahui masa depannya.


Jauh sebelum bergabung dengan Dewan Audit dan Inspeksi, Marco Jude bergabung dengan fakultas akademi marginal. Jadi dia adalah orang bodoh yang membual kepadaku bahwa dia memiliki jaringan yang hebat.


Ayahnya Baron Jude tertawa bangga.


Dilihat dari suasananya yang bersahabat, pemilihan anak yang disponsori tampaknya dilakukan sesuai dengan keinginan Baron Jude dan istrinya.


Setelah sesi tanya jawab, Marco kembali ke tempat duduk di sebelahku. Dia menatapku dan berbisik.


"Kamu lihat itu, bocah? Kamu tidak akan pernah mengalahkanku."


Apa?


Aku memandangnya karena tercengang.


Dia baru saja membandingkan dirinya denganku yang baru berumur empat tahun?


Marco Jude tampaknya berpikir bahwa aku datang ke pertemuan itu karena seleksi sponsor.


Wajahnya penuh kegembiraan karena dia ingin menghancurkan saingannya. Dia tampak mengingatkanku ketika dia seorang profesor di sebuah lembaga akademik.


'Yah, mungkin kamu berpikir Duke Dubblede telah meninggalkanku sendirian sejauh ini, lagipula aku akan berakhir seperti apa yang kau inginkan setelah tidak teradopsi.'


Dia melanjutkan kata-katanya dengan seringaian dibibirnya. "Kamu, mereka bilang kamu anak yang miskin?"


"........"


"Aku dengar Ibu Suri mencampakkanmu di tempat sampah yang disebut Dubblede. Itu sama saja dengan menjadi sampah."


Marco, yang mengatakan itu, tertawa, dan aku mengepalkan tinjuku.


Aku memang bodoh dalam kehidupan sebelumnya. Aku tidak tahu apa-apa, dan dibuang sendirian itu menakutkan.


Ada beberapa kali situasi ketika aku hanya bisa membungkuk tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun seperti ini. Tapi aku bukan orang sekarat seperti di tiga kehidupanku dulu, sekarang aku menjalani kehidupan keempat.


Dan aku benar-benar menggigit lengan Marco.


"Argh!"


Sementara dia berbaring tengkurap dengan tangan terkepal, aku dengan cepat mengepalkan tanganku dan meninjunya!


Puk! Puk!


"Aah! Aah!"


Ketika teriakannya terdengar, lebih banyak orang atau pekerja yang menjaga aula bergegas dengan wajah terkejut.


Orang-orang segera mencoba memisahkanku dari Marco, tetapi aku mencabut seikat rambutnya sebelum aku turun.


"Apa yang kalian lakukan!"


Para pengikut mengernyit padaku dan Marco.


"Bocah itu yang membuatku..., tiba-tiba...!"


Di sisi lain, aku dengan tenang meluruskan jari telunjukku pada Marco.


"Ayolah, bwocah nakal!" (Ayolah, bocah nakal!)


"Apa...."


"Dia mengatakan dyuke dubeldi adyalah sampah!" (Dia mengatakan Duke Dubblede adalah sampah!)


Ketika aku masih seorang gelandangan, aku belajar sesuatu. Orang yang melempar pukulan pertama menang. Yang tenang memenangkan argumen.


Tentu saja, mengerikan membuat keributan tepat di depan mata duke, tapi itu lebih baik daripada terlihat seperti orang bodoh yang baru saja tadi kupukul.


Tapi aneh.

__ADS_1


Kenapa begitu sepi di sekitar sini?


...***...


__ADS_2