The Baby Raising A Devil

The Baby Raising A Devil
Bab 40


__ADS_3

...***...


"Nona tidak boleh pergi ke mana pun sendirian. Anda tidak tahu betapa khawatirnya saya."


Lea terlihat pucat karena khawatir, mencengkeram pundakku dan memperingatkanku beberapa kali.


Aku tidak bermaksud begitu, agak tidak adil, tapi aku mengangguk dan menjawab dengan patuh, "Maapkan aku."


"Jangan, jangan pernah sendirian saat di gereja, oke?"


"Iya!"


"Oke, kalau begitu ayo masuk." Lea membuka pintu kereta kuda.


Orang-orang dengan jubah bertudung berbaris di depan gereja untuk menyambut kami. Seorang pria muda dengan jubah yang sama menghampiri ku.


"Senang bertemu denganmu, nona kecil.  Nama saya Urso, saya bertanggung jawab atas gereja ketiga di barat laut."


"Halo."


"Anda pasti kelelahan naik kereta sampai matahari terbenam. Anda dapat beristirahat hari ini, dan besok ketika orang dari gereja pusat datang, kami akan memeriksa kekuatan ilahi Anda."


"Iya."


Untungnya, aku tidak akan memeriksanya hari ini.


'Sebelum itu, aku harus bersiap untuk membuat kesalahan dalam tesnya.'


Mengingat apa yang terjadi di kastil belum lama ini, kekuatan ilahi ku setidaknya mirip dengan seorang pendeta di bawah kendali langsung Paus.


'Jika ini terungkap, mereka akan mencoba membawaku pergi.'


Tapi itu sudah diketahui banyak orang karena kejadian itu, dan aku tidak bisa berpura-pura jadi pengemis seperti dulu.


Jadi aku harus terlihat senormal mungkin.  Untunglah kekuatan ilahi ku meningkat.


'Pertanyaannya adalah bagaimana membuat kesalahan dalam tes.'


Tiba-tiba, Urso berkata, "Ayo pergi. Kami sudah menyiapkan makanan."


Urso berjalan ke depan dan memandu ku.


Orang dari Dubblede yang menemaniku, melihat ke sekeliling bagian dalam gereja dengan seruan kecil. Untuk waktu pertama kali, mereka benar-benar takjub.


Orang biasa dapat memasuki kapel yang dibangun di luar tetapi akses bagi orang untuk datang dan melihat gereja bagian dalam sangat dibatasi. Itu karena mereka yang tidak memiliki kekuatan ilahi tidak diizinkan masuk.


'Oh, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku datang ke gereja ini.'


Rasanya sangat akrab karena aku hampir datang untuk tinggal di sini di kehidupan kedua ku.


Orang-orang dari Dubblede bersemangat dan berbisik satu sama lain.


"Apa yang kamu makan di gereja?"


"Aku tidak tahu, tapi kita akan mendapatkan sesuatu yang hebat."


"Kita bisa makan, kan?"


"Aku yakin karena ajaran gereja tidak membeda-bedakan berdasarkan pangkat."


Aku melihat mereka dengan tatapan menyedihkan.


'Kurasa tidak... '


Seperti yang sudah kuduga, harapan mereka hancur begitu mereka memasuki ruang makan.


Daging dan ikannya sangat bau.


'Aku tahu itu.'


Gereja menghindari pembunuhan.


'Jangan makan apa yang dibeli, tapi makan apa yang mati secara alami' adalah cara mereka makan.


Oleh karena itu, jangan mengharapkan makanan enak karena kualitas bahannya paling rendah.


"Ayo, duduklah."


Urso duduk di kursi saat aku duduk di sampingnya.


"Sebelum kita mulai makan, marilah kita semua mengucapkan terima kasih singkat kepada Tuhan karena mengizinkan kita makan."


Segera, kami semua mulai makan.

__ADS_1


"Urgh..."


Wajah pelayan Dubblede, yang mencicipi makanan, menjadi pucat.


'Aku tahu, ini tidak enak.'


Alasan mengapa para pelayan merasa sangat jijik dengan makanan yang disediakan oleh gereja adalah karena sang Duke penuh dengan uang dan murah hati dengan makanan karyawannya.


Aku menjadi sangat nyaman dengan makanan yang disediakan di sana sehingga aku bertanya-tanya apakah aku bisa makan makanan di sini setelah sekian lama.


Dengan wajah khawatir, aku mengambil sup ikan dengan sendok dan mengarahkannya ke mulutku.


'Hah?'


Ini cukup enak.


Aku lapar dan makanannya cukup enak, jadi aku menghabiskan semangkuk sup.


"Anda sepertinya menyukainya. Saya senang."


Urso menyeringai.


...***...


Di malam yang sangat gelap.


Lea, yang melihatku tertidur, meninggalkan kamar dengan segelas air kosong.


Begitu mendengar suara pintu ditutup, aku membuka mata.


[Apakah kamu akan keluar? Bukankah kamu berjanji untuk tidak sendirian?]


'Sekarang adalah satu-satunya kesempatan aku bisa mendapatkan Air Mata Dewi untukmu.'


Jika Boone tidak mengabulkan permintaanku, maka dia tidak akan pergi.  Dia akan terus menyedot kekuatan ilahi ku, dan akhirnya aku akan menjadi orang gila.


[Nak...]


Boone memanggilku dengan sedih.


'Aku yakin ada banyak orang yang menginginkan kekuatan mu!'


[Iya! Mereka yang merindukan orang tua, kekasih, teman, dan anak-anak mereka yang telah meninggal berusaha keras untuk membangunkan ku!]


'Tapi, aku tidak merindukan siapa pun dari kuburan.'


[Jika aku muncul, aku bisa melindungimu.]


'Benarkah? Apakah kamu akan terlihat seperti manusia jika kamu muncul?'


[Ya, dan kekuatanku akan tetap sama, tetapi ketika aku mengambil wujud asliku, aku bisa memancarkan lebih banyak kekuatan.]


'Lalu kenapa kamu menggunakan bentuk manusia mu?'


[Kebanyakan manusia sangat lemah sehingga mereka menjadi gila hanya dengan melihat wujud asli iblis. Biasanya tubuh iblis lain terlalu mengerikan untuk mata manusia. Tapi aku terlihat cantik bahkan di mata manusia.]


Dia berkata dengan jengkel.


Kata-kata itu membangkitkan rasa ingin tahu ku.


'Kalau begitu tunjukkan padaku.'


[Tentu, tapi aku perlu menarik kekuatan ilahi mu sebesar 9 persen...]


Aku segera mengoreksi perkataanku.


'Kalau dipikir-pikir, kurasa aku tidak harus melihatnya.'


9 persen.


Sejumlah besar kekuatan ilahi ku diperlukan untuk mempertahankan bentuknya saat ini jika mencapai sembilan persen, itu akan membuatku gila dalam waktu kurang dari setengah hari.


Dengan hati-hati meninggalkan halaman gereja, aku menuju kapel.


Saat makan sebelumnya, aku mendengar orang mengatakan bahwa Air Mata Dewi, dipajang. Tapi kapel itu dijaga oleh banyak ksatria.


'Boone, pastikan mereka tidak akan melihatku.'


Aku segera membuat penghalang.


Aku berpikir, jika aku tertangkap, aku harus berpura-pura berjalan dalam tidur. Tapi para ksatria tidak memperhatikanku.


'Oke, sukses.'

__ADS_1


Aku melihat tabung kaca di mimbar dan berlari. Itu jauh lebih tinggi dariku, jadi aku meraih sudutnya dan mengangkat kepalaku.


Saat aku menjulurkan kepala, aku melihat sekilas safir yang indah di bawah sinar bulan.


'Ini?'


[Iya! Ini dia!]


Boone berseru dengan sangat gembira.


Aku mengobrak-abrik saku dan menarik kawat yang sudah kubungkus sebelumnya. Saat aku masih seorang pengemis, tidak ada tempat di mana aku tidak bisa membuka benda seperti ini.


'Aku harus membuka kuncinya terlebih dahulu, dan menghapus perlindungannya.'


Tapi sebelum itu.


Aku mendengar pintu terbuka. Aku sangat terkejut sehingga aku dengan cepat menurunkan diri untuk menyembunyikan diri. Aku bisa melihat sepatu pantofel berwarna anggur merah yang biasanya dikenakan oleh pendeta kelas atas.


'Aku dalam masalah besar.'


Hanya karena aku membuat penghalang tidak berarti semua orang tidak bisa melihatku. Mereka yang memiliki kekuatan ilahi yang kuat bisa melihat keberadaan di dalam penghalang. Dengan kata lain, jika mereka adalah orang berpangkat tinggi di gereja, kemungkinan mereka bisa menangkap basah diriku.


'Boone!'


[Ya, Nak.]


'Muncul sebagai manusia.'


[Hah?]


'Tolong tarik perhatiannya agar dia tidak menyadari keberadaanku!'


Hembusan angin bertiup melalui jendela.  Aku merasakan hembusan dingin di pundakku saat tirai berkibar dengan liar.  Boone muncul dengan tubuh manusia.


'Keluar sekarang!'


Jika aku ketahuan memasuki kapel pada jam seperti ini, aku akan dikurung di penjara.


Jika Boone tertangkap, aku harus membawanya kembali. Saat aku berdiri, kaki orang itu terhenti.


Tapi...


"Apakah kamu dari peternakan Dorie?"


Jauh dari terkejut, dia mengatakan hal-hal aneh.


'Bukankah itu suara Urso?'


Dia melangkah dan berhenti di depan Boone.


"Kamu seorang gadis yang enak dilihat seperti yang kudengar."


Sepertinya Boone dikira sebagai wanita yang sangat halus dan cantik.


Kesalahpahaman itu sangat mungkin terjadi di tempat yang begitu gelap.


Aku akan salah mengira dia wanita juga jika aku tidak melihat pilar api itu beberapa hari yang lalu.


"Aku sudah membawa uangnya. Jika kamu membuatku kecewa kali ini, pertanian ayahmu akan dilenyapkan hari ini."


Apa?


'Kamu memeras uang dari penduduk, dan kamu menikmati hidup mewah.'


Jika demikian, bisa dimengerti bagaimana makanan gereja sangat lezat. Meskipun mereka menyiapkannya dengan cara yang mirip dengan makanan gereja lain untuk ditunjukkan kepada orang-orang di Dubblede, itu mungkin sudah dicampur dengan makanan Urso karena biasanya menggunakan bahan-bahan yang baik. 


Aku mendongak dan mengintip ke arah Urso saat dia mendekati Boone dan meremas tangannya. Kemudian,


'Hah!'


Tiba-tiba, dia meraih pantat Boone dan meremasnya.


"Ayahmu pasti sangat membutuhkan uang karena dia mengirimmu dengan tergesa-gesa saat dia berkata dia tidak bisa melakukannya sebelumnya."


Ada seringai di wajahnya.


Boone menatap Urso, yang sedang menggosok pantat iblis.


Bisakah itu dianggap bahwa Urso tidak beruntung atau beruntung bisa menyentuh pantat iblis?


Aku sangat tercengang.


Satu hal yang pasti, orang gila itu cabul.  Tatapan Boone jatuh ke tangan Urso yang mencengkeram pantatnya, lalu senyum merekah di wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu sudah bersemangat?"


...***...


__ADS_2