The Battle Heart

The Battle Heart
episode 1


__ADS_3

"kring kring kring"


bunyi alarm membangunkan faira dari tidurnya gadis itu menutup telinganya dengan bantal "ahh iya iya aku bangun, saatnya memulai hari yg membosankan" ucapnya sambil menggosok mata dan duduk melamun di pinggir kasurnya dengan kamar yg hanya berukuran 3 kali 3 cahaya dari jendela pun langsung menyinari faira ia menatap ke arah jendela kecil yg sela sela tirainya memperlihatkan cahaya yg terang, gadis itu menyipitkan matanya karna silauan mentari setelah ia membuka lebar tirai jendela kamarnya pagi itu.


faira adalah seorang gadis biasa yg hidup sebatang kara di tengah tengah kota, gadis itu punya wajah yg manis dengan tahi lalat di bawah mata kirinya, rambut bergelombang yg panjang dan hitam seakan akan menyempurnakan kecantikannya, ia mempunyai tinggi 163cm dan berat badan 55 cukup curvy dalam standar masyarakat sekitar. ayahnya meninggal saat ia masih berumur 2 tahun dan ibunya pergi merantau namun tak pernah pulang lagi, sebelumnya ia tinggal di desa bersama kakek dari ayahnya, namun 2 tahun yg lalu sang kakek meninggal, faira yg tengah menjalani kuliah mengalami kesulitan ekonomi karna ia punya banyak hutang untuk biaya pengobatan kakeknya, terlebih ia tengah kuliah di kota yg membutuhkan lebih banyak biaya karna sewa rumah dan mahalnya kebutuhan. karna selalu di tagih pihak rentenir ia terpaksa menggadai rumah kakeknya untuk melunasi hutangnya.


faira yg tengah kuliah terpaksa bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari saja, sesekali kuliahnya berantakan namun ia tetap melanjutkan kuliahnya yg tinggal 2 semester lagi.


Selesai bersiap faira berangkat bekerja, ya dia bekerja di salah satu toko elektronik yg berada di tengah kota. Dia berjalan menyusuri trotoar sambil bergumam "aku baru saja berjalan beberapa m tapi sudah sangat" pekerjaan faira sebenarnya memberikan cukup gajih, namun karna meningkatnya harga pasar faira meminta kenaikan gajih tapi di tolak.


Tempatnya bekerja memang memberinya cukup gaji namun karna terpotong hutang faira untuk membayar biaya kuliahnya sisanya hanya cukup untuk membayar sewa kos dan makannya saja.


pekerjaannya layaknya pekerjaan pada umumnya, ia menjelaskan kualitas barang dan menawarkan keuntungan agar produk produknya cepat terjual, ia juga harus merapikan dan mengelap barang barang yg terkena debu, ia tidak bekerja sendiri karna tokonya lumayan luas ada 2 karyawan di sift pagi dan 2 karyawan di sift malam, hari ini faira mendapat schedule bersama joni pria kulit coklat yg punya alis tebal dan sangat manis, pria itu sangat santun, faira sangat menyukai kepribadiannnya


"apa kau pulang mau ku antar" ucap joni ketika mereka tengah bersiap untuk pulang


"tidak perlu hari ini aku harus ketaman sebentar " menolak ajakan joni padahal dia sedang ingin kencan buta.


"baiklah, kalau begitu aku duluan ya"


"iya" sambil melambaikan tangannya dan tersenyum


faira sebenarnya tidak terlalu tertarik tentang kencan buta, tapi salah satu temannya memaksanya menerima kencan buta tersebut, jadi ia berpikir untuk mencobanya.


"tidak masalah ini hanya pertemuan pertama, toh aku juga perlu pendamping hidup" ucap faira menyemangati dirinya


drrrtttttttt


sebuah pesan masuk ke ponsel faira, ia yg baru saja berjalan di trotoar meraih ponselnya yg ia tarus di tas selempangnya.


"aku sudah di taman, apa kau sedang menuju kesini" itu lah isi pesan dari teman kencan buta faira


"aku akan sampai sebentar lagi" dengan cepat faira membalas pesan tersebut lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Sesampainya di taman faira mencari teman datingnya pria itu menjelaskan apa yg dia pakai agar mudah di kenali oleh faira.


"mungkin itu dia memakai jaket berwarna hijau hitam dan sedikit gondrong" .seorang pria sedang berdiri sambil melihat sekeliling karna dia sedang mencari faira juga, pria itu sangat tampan, ia punya postur badan tegap dan punya wajah dan tatapan yg tajam alisnya tebal dengan hidung kecil nan lancip menambah ketampanan pria itu. meski jarak mereka lumayan jauh faira sudah sedikit kesem sem melihat pria yg sangat manly itu,.


Dari jauh mereka menyadari dan saling bertatapan dan mendekat mulai berkenalan secara spesifik.


"apakau faira !" ucap nedim pria berjaket hijau hitam itu seraya menjulurkan tangannya ingi bersalaman.


"iya, senang bertemu denganmu" ucapnya sedikit gugup dan menyambut salam nedim


Mereka lalu berjalan menuju bangku yg tidak jauh untuk bicara.


" apa kau sedang libur hari ini" ucap faira membuka obrolan


"aku hanya libur hari ini besok aku mulai bekerja lagi"


" owh'' sambil menganggukkan kepalanya


"ueemmmmh, benarkah kau bekerja toko tengah kota itu."


"iya" menoleh menatap nedim


karna jawaban faira yg singkat membuat nedim sedikit bingung, matanya memutar melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari topik pembicaraannya.


"ayo kita makan di kafe seberang!!"


''baiklah." dengan cepat faira menyetujuinya dan berdiri.


Setelah selesai makan faira mendapatkan notifikasi dari hp nya seketika wajahnya sedikit cemberut dan bingung.


"ada apa?" tanya nedim


"bukan apa apa hanya pesan singkat".


"benarkah? lalu kenapa kau terlihat bingung saat membaca pesannya"


"bos tempatku bekerja tetap memotong gajihku, aku minta untuk bulan ini jangan dulu di potong tapi dia tetap memotongnya" dengan sedikit malu faira tetap menceritakannya


"kenapa kau tidak mencoba mencari pekerjaan lain" tanya nedim

__ADS_1


"apa kah ada yg menerima karyawan dengan ijasah SMA sepertiku dengan gajih yg lumayan?" faira kembali menatap nedim sambil mengaduk minumannya.


"di tempatku bekerja ada lowongan sepertinya ijasah SMA bisa, tapi kerjanya full time tapi kau bisa mendapatkan gajih yg lumayan di sana..


nedim merupakan salah satu staf di agensi ternama dikota dimana banyak artis yg ada disana..


"benarkah ,! bisakah kau merekomendasikanku,??"


"tentu saja, kebetulan yg kekurangan karyawan di departemenku"


sambil melempar senyum mereka melanjutkan obrolan mereka.


Selesai membicarakan itu mereka memutuskan untuk pulang dan bertemu besok untuk melamar pekerjaan yg di tawarkan nedim untuknya.


"aku benar2 berharap bisa di terima besok agar aku bisa melihat artis idolaku"


faira benar2 bersemangat karna artis yg dia idolakan berasal dari agensi tersebut.


"saatnya tidur aku harus tampil segar besok" ucapnya penuh semangat.


Sesuai rencana faira bergegas menemui nedim yg sudah menunggunya di pintu masuk kantor agensi tersebut.


"hai faira,! jangan terlalu panik yaa" ucap nedim dengan senyumnya yang manis ia mengantar faira ke ruangan hrd untuk melamar.


"aku akan berusaha santai, dan bersemangat" sambil tersenyum lebar


mereka berjalan menuju ruangan tempat interview.


" masuklah"


" baiklah," ucap faira seraya mengetuk pintu ruangan yg tertutup itu


beberapa menit berlalu akhirnya faira keluar dengan wajah bahagia.


"yes akhirnya di terima" ucapnya yg ingin berteriak tapi sedikit tertahan.


nedim yg dari tadi menunggu ikut senang melihat tingkahnya.


"nedim terima kasih ya" sambil memegang tangan nedim faira merekahkan senyumnya


" iya besok katanya boleh masuk untuk belajar dulu tentang apa yg harus aku kerjakan"


"oh ya, ya udah kalo gitu aku harus pergi dulu, ada banyak kerjaan sampai jumpa besok" ucap nedim sambil terburu buru karna ada yg memanggilnya


faira : baiklah, byee,,!!


tanpa berkata nedim melambaikan tangannya juga..


faira berjalan keluar, setiba di lobi dia melihat banyak wartawan sedang ingin mewawancarai artis tapi di halang oleh satpam dan bodyguard artis tersebut, artis tersebut melangkah dengan cepat dan melewati faira, faira sontak berhenti dan melihat artis tersebut ia menoleh hingga kepalanya berputar mengikuti arah artis itu melangkah meski memakai pakaian yg tertutup faira mengenali artis tersebut,. dia adalah jeon artis yg di idolakan faira, jeon adalah artis multitalent artis itu sangat tampan dengan rahang yg tegas mata sedikit besar berbibir tipis dan punya senyum yg sangat manis dan dengan proporsi badan yg benar benar bagus


"meskipun dia sering terkena scandal kharismanya tidak luntur, dia sangat tampan di lihat langsung meski dengan masker" faira bicara sendiri karna terlalu senang dengan mematung menatap jeon yg mulai tidak terlihat ketika memasuki lift


Keesokan harinya faira bangun tanpa bantuan alarm, "aku benar2 bersemangat semoga aku bisa bertemu dengannya lagi" gumam faira sambil berdandan tipis2.


ketika hendak menuju stasiun bis joni teman kerja faira datang menghampiri faira.


"hey fay,!!" menepuk pundak faira


"hei" ucap faira sedikit nyaring karna terkejut


"kenapa kau mendadak berhenti bekerja tanpa memberitahuku?" tanya joni sedikit kesal


"owhhh,,,aku dapat pekerjaan lain yg gajihnya lumayan jon, aku juga mendapatkannya secara mendadak,."


" dimana ?"


"di kantor agensi"


"wah sepertinya dewa keberuntungan bersamamu sekarang, kau pasti senang bisa bertemu para idola, hahahaha"


" iya, itu juga salah satu sumber semangatku bekerja disana selain gajih, hahaha" jawab fair sambil tertawa renyah


mereka tertawa bersama dan berpisah di persimpangan jalan.

__ADS_1


Faira memulai pekerjaannya di bimbing beberapa staf yg lain, mulai dari menyusun baju artis, hingga mendekor beberapa barang untuk pemotretan.


salah satu staf wanita bernama livy terlihat kesusahan ketika menggantung beberapa barang, ia sudah berdiri di atas kursi dan berjinjit namun kaki mungilnya masih belum bisa membuatnya bisa menggantungkan riasan itu.


" ada yg bisa aku bantu ,?"faira mendekat menawarkan diri untuk membantu


"oh iya, sepertinya kau cukup tinggi untuk bisa menggantungkan ini.."


"sini biar aku saja" langsung menyambut barang yg akan di gantung dari tangan livy


"kau karyawan baru ya?"


" iya hari ini hari pertamaku."


" apakah nedim yg memberitahumu tentang pekerjaan ini?" tanya livy lagi


"iya kami baru pertama bertemu kemarin karna kencan buta, tapi ia langsung menawarkanku pekerjaan disini" jelas faira sambil tetap menggantung beberapa dekorasi.


"emmmhh,, apakah sudah bisa kau gantungkan?"


"sudah nih"


"terima kasih ya,"


"iya sama2"


di tengah kesibukan nedim menghampiri faira dan livy


" apa kalian belum beristirahat" dengan senyum nedim melirik faira dan livy


" sebentar lagi dim" ucap livy


"cepatlah 1 jam lagi ada pemotretan, nanti bakalan susah istirahatnya"


"iya ini sudah selesai mari istirahat dan makan".


mereka bertiga menuju kantin untuk istirahat dan makan, bicara faira dan nedim pun sudah sangat santai, mereka seperti bukan pasangan kencan melainkan seperti teman saja sekarang..


"jeon itu sekarang sepertinya ada scandal lagi!!" livy mendekatkan wajahnya dengan suara berbisik


"kali ini skandal apa lagi" tanya faira


" aku dengar2 dia belum bisa move on dari mantannya yg sudah menikah itu," ucap livy dengan nada yg semakin mengecil


"lalu kenapa bisa jadi scandal.?"bertanya terus karna belum mendapatkan kabar berita


"kau tau pemotretan tentang project baru ini sebenarnya belum di lakukan, tapi karna ingin mengalihkan pembicaraan makanya pemotretan ini dipercepat agar para awak media sibuk dengan project ini dulu dari pada scandal nya artis jeon." masih berbisik namun matanya livy melihat kekanan dan ke kiri memastikan agar tidak ada yg mendengar pembicaraan mereka


"terus apa hubungannya?"


"dia(jeon) tertangkap paparazi tengah menaiki mobil dengan mantannya menuju apartemen."


"hah" dengan sedikit nyaring faira benar benar sangat terkejut.


" bukankah mantannya sudah menikah?"


"itulah yg menjadi scandal.. sekarang fotonyaa sudah tersebar di internet, makanya pihak agensi sedang berusaha mengalihkan perhatian para awak media dulu dengan project terbaru ini.." livy menarik badannya dan kembali duduk dengan benar sambil tersenyum


"dasar tukang gosip.!!" seketika nedim menyambar di tengah perbincangan mereka


livy dan faira hanya tertawa kecil.


waktu istirahat telah selesai mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka, meskipun dalam keadaan scandal sang artis faira tidak berhenti tersenyum melihat poster sang idola yg begitu menawan yang memperlihatkan punggung dan dadanya yg bidang.


hampir pukul 8 malam pekerjaan faira akhirnya selesai karna ia karyawan baru pimpinan di departemennya menyuruhnya pulang lebih awal karna mengetahui faira belum terbiasa dan pasti melelahkan untuk karyawan yg pertama bekerja langsung lembur, faira akhirnya berpamitan dengan beberapa staf dan memutuskan untuk pulang duluan meninggalkan livy dan nedim


"aku duluan ya" faira mengambil tasnya


"iya hati2 di jalan yaa,, byee!!" jawaban yg sama dari nedim dan livy


fairapun berjalan keluar dan hanya melambaikan tangannya pada nedim dan livy


beberapa menit berlalu faira pun sampai di kosnya dan langsung mandi dan melempar badannya ke kasur karna sangat lelah

__ADS_1


"ah lelahnya,, tidak masalah asal aku bisa mengatasinya, saat nya bermimpi" dalam sekejap faira tak sadarkan diri dan tertidur pulas..


__ADS_2