The Battle Heart

The Battle Heart
eps 12


__ADS_3

faira melangkah dengan cepat suara dentuman antara lantai dan sepatu haknya seakan akan seperti musik menegangkan dia terlihat benar benar marah, ia mencari jeon namun tidak menemukan jeon di kamar, faira terus mencari dalam disemua ruangan di apartemennya.


"kemana dia pergi" faira mencari ponselnya dan menelpon jeon namun tidak di angkat.


zzzz zzz zzz ponsel faira kembali bergetar ekspresinya sangat marah, namun berubah ketika melihat nama yg menelponnya.


"faira, kenapa berita ini bisa seperti ini" ucap ibu jeon.


"ini pasti karna anakmu bu" batin faira


"aku tidak tau bu, ini pasti hanya orang jahat yg menyebarkan berita itu" ucap faira berusaha menenangkan ibu jeon, meski selama ini jeon bersalah tapi faira tidak pernah menceritakan apa pun.


"karna berita itu jimmy di liburkan beberapa saat jadi dia ada di rumah sekarang" ucap ibu jeon.


"benarkah" faira terkejut dengan bola mata yg membelalak "baiklah bu nanti ku telpon lagi" ucap faira sambil mencengkram ponselnya dengan kuat ia sekali kali menggigit bibirnya menahan rasa marahnya.


faira masuk ke apartemen jeon dan mencari jeon di kamarnya namun ia justru melihat jeon tengah melakukan aktifitas seorang pasangan dengan clara tubuh mereka menyatu tanpa sehelai benangpun, bibir faira berkedut menahan kesal dan amarahnya bukan karna cemburu tapi karna berpikir 'bisa bisanya dia sempat melakukan hal itu setelah membuat sepupunya di skors dari pekerjaan', namun faira tidak ingin tinggal diam dengan hal itu ia langsung mengambil ponselnya dan merekam perbuatan jeon dan clara, ia sangat pintar jika hal ini bisa saja penting suatu saat.


selesai merekam ia langsung menarik clara yg tengah tanpa busana dan menamparnya.


sedangkan jeon berusaha mencari sesuatu untuk menutupi badannya sambil berteriak


"APA YG KAU LAKUKAN"


"apakah pertunjukkanmu belum selesai" faira melepas tangannya yg sedang menjambak rambut clara dan mendekati jeon dan menamparnya, hingga pipi jeon sangat merah.


"kau membuat berita seolah aku yg berselingkuh, tidak kah kau merasa malu dengan dirimu HAAAHH?" ucap faira sambil berteriak dan menunjuk wajah jeon.


tiba2 faira di tampar oleh clara.


"kau yg tidak tau malu di sini, kau sudah tau jeon tidak mencintaimu, tapi kau bersikukuh tidak mau bercerai dan menolak menerima tunjangan" ucap clara sambil mendorong faira.


faira yg tidak terima membalas clara dengan menendang perut clara yg belum tertutup apapun dengan kuat hingga clara tersungkur cukup jauh faira kemudian mendekatinya dan duduk di atas badan clara lalu menampar pipi clara berulang ulang, clara pin tidak tinggal diam setelah merasa pipinya mati rasa ia menjambak rambut faira dan memutar badan mereka hingga posisi berganti faira di bawah dalam tindihan clara dan mencekik faira, jeon bergegas menghentikan clara dan menariknya ke sisi ruangan, faira yg masih mengatur nafasnya terengah engah bangun dan berdiri


tiba tiba jeon menghampiri faira dan menamparnya, terlihat raut senang di wajah clara tatkala ia melihat jeon membelanya, tapi itu tidak akan membuat faira gentar, karna dari awal faira tau itu akan terjadi "berhentilah bertingkah sekarang, kau bukan siapa2 sebelum mengenalku, kau hanyalah karyawan staf biasa, jika bukan karna kebaikan hatiku aku sudah menghancurkanmu" ucap jeon sambil menonjol kepala faira berkali kali, wajah faira tertutup rambut namun ia membiarkan begitu adanya, ia tau konsekuensinya jika tetap bersikukuh pada keegoisan masing masing, namun seolah pantang untuk menyerah ia rela menghadapi perang batin yg sepertinya tiada akhir, sampai jeon sendiri yg berlutut meminta maaf padanya mungkin dia tidak akan puas.


wajah faira memerah, ia menatap jeon dengan tatapan mata yg merah dan tertawa ia memperlihatkan rekaman yg ia rekam tadi, "coba saja hancurkan!!! kau tau betul apa yg akan terjadi jika aku menyebarkan video ini kan" ancam faira


clara yg menyadari itu berusaha ingin merebut ponsel clara namun faira lebih cekatan.


"aku akan memberikan kalian kesempatan selesaikan rumor tentang aku dan jimmy, jika tidak ingin ini tersebar dengan judul artikel, 'faira memergoki suaminya selingkuh dengan sang mantan'. " ucap faira dan mengambil tasnya yg berada di lantai.

__ADS_1


"jika kau berani2 lagi membuat hal gila seperti ini, aku akan mengirimnya langsung pada ayahmu" ucap faira mengancam clara, clara dengan wajah merah dan rambutnya acak2an akibat perkelahian tadi ingin menyerang faira lagi namun ditahan oleh jeon.


dengan langkah cepat keluar dari apartemen jeon faira menaiki taksi dan ingin menemui jimmy di rumah orang tua jeon, faira merapikan rambutnya dan menutupi luka di bawah telinganya akibat cakaran clara, sebelum memasuki rumah ibu jeon tepat di depan pintu faira minum dan menarik nafas berusaha biasa saja seolah2 tidak terjadi apa pun.


ketika mereka bertemu faira berusaha ceria namun hal itu di sadari oleh jimmy.


jimmy pun mengajak faira ke halaman depan rumah untuk bicara,


"apa yg telah terjadi" tanya jimmy sambil mengelus rambut faira.


"mereka yg melakukan ini jim" ucap faira sambil tersedu sedu, menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"menangis lah, jangan di tahan" ucap jimmy sambil menepuk punggung faira jimmy mengerti selama ini faira menahan tangisnya.


"jeon sangat tega, dia melibatkanmu dalam hal ini, padahal kau sepupunya" ucap faira sesegukan.


"tidak masalah, aku akan membantumu apa pun itu" sambil mengusap punggung faira dan membiarkannya menangis.


jimmy pun menyuruh faira mencuci wajahnya sebelum di sadari keluarga jeon.


faira dan jimmy pun pulang bersama satu mobil, keluarga jeon sangat percaya jika tidak ada apa apa antara jimmy dan faira.


faira yg tiba di apartemen nya langsung beristirahat.


disaat bersamaan faira kembali mendapatkan telpon untuk datang menghadiri acara dan acara itu mengharuskan jeon dan faira datang, tentu saja mereka harus datang acara itu juga sebagai penunjang karir jeon dan sebagai pertemuan bisnis untuk orang orang ternama, faira tidak akan membiarkan kesempatan itu lenyap ia akan berusaha mendapatkan banyak perhatian orang sebagai istri jeon, sehingga jeon tidak berani macam macam lagi dengannya


malam acarapun tiba, beberapa orang ternama pun hadir, faira yg dengan anggun berjalan sambil menggandeng jeon pun mendapat banyak perhatian, semua mata menuju faira, gadis itu sangat cantik dan sexy malam itu ia mengenakan gaun hitam yg membentuk tubuh dengan belahan yg memperlihatkan kakinya yg indah, disertai rambut panjang bergelombang dan berwarna coklat keemasan membuatnya sangat menawan.


"wah nyonya jeon benar2 cantik malam ini" salah satu rekan kerja jeon menghampiri mereka dengan minuman di tangannya.


"ya, ini karna suami saya memberikan cinta setiap harinya, benarkan sayang" jawab faira sambil melirik jeon, jeon hanya mengangguk tersenyum.


"benar sekali, jika bertemu suami baik dia akan meratukanmu" ucap salah seorang yg berada dekat faira.


"kita tidak pernah tau bagaimana raja meratukan ratunya, yg pasti terlihat oleh kita adalah masyarakat yg membuat ratunya merasa di sayangi" ucap faira sedikit menyindir jeon yg tidak ingin menoleh kepadanya


"kau benar nyonya jeon" di jawab beberapa orang.


malam pesta itu benar2 meriah faira pun ikut meminum beberapa gelas minuman beralkohol hingga ia mabuk, dan mulai ngelantur, acara yg belum selesai pun terpaksa di tinggalkan jeon karna harus mengantar faira yg mabuk pulang.


selama perjalanan pulang faira yg sangat mabuk tertidur di pangkuan jeon, wajah faira memerah ia bahkan tidak bisa membuka matanya, meski mulutnya selalu mengoceh. jeon sesekali tersenyum melihat tingkah faira.

__ADS_1


sesampainya di parkiran jeon membangunkan faira untuk pulang namun faira tidak bergerak sedikitpun.


jeonpun terpaksa menggendong faira sampai masuk ke apartemen, jeon dengan pelan menidurkan faira, faira sedikit menggeliat tanpa di sengaja memperlihatkan sedikit dadanya, ketika jeon ingin pergi faira memanggilnya membuat jeon menoleh suara faira begitu kecil hingga jeon mendekatkan wajah nya dekat dengan faira.


"kenapa harus seperti ini" ucap faira lirih seperti menangis dia memutar badannya menghadap jeon membuat bibir mereka hampir saja bersentuhan.


jeon terkejut dan langsung beranjak menjauh.


"ini sudah malam, aku tidur di sini saja" ucap jeon setelah melihat jam, lalu ia masuk ke kamar sebelahnya. saat tengah berbaring jeon yg menatap luar jendela terus2 memikirkan apa maksud perkataan faira tadi. "dia mengeluh tentang apa sebenarnya ya" batin jeon sambil menggaruk garuk jidatnya.


pagi harinya faira terbangun ia berusaha mengingat kejadian malam tadi, "apa jeon yg mengantarku pulang" ia pun berdiri untuk mengambil minuman baru saja membuka pintu kamar, jeon yg juga berdiri di depan kamar faira membuatnya terkejut.


"apa yg kau lakukan" faira yg terkejut sontak mendorong jeon karna menghalangi jalannya. lalu berjalan ke dapur untuk mengambil minuman.


jeon dengan kasar menarik tangan faira dan mencengkram kedua lengan faira dan menyandarkannya di dinding.


"apa kau gila, lepaskan" ucap faira sambil berusaha melepaskan cengkraman jeon.


"kenapa kau mengirim video itu ke ayah clara" jeon menatap tajam mata faira, namun di balas tertawa oleh faira.


"kenapa,? itu hukuman untuknya karna sudah melibatkan jimmy waktu itu" ucap faira sambil membalas tatapan jeon.


"kenapa? kau takut keluarga clara semakin membencimu" ucap faira sambil tertawa.


"kau tidak tau apa yg kami lewatkan dan kami korbankan hanya untuk bisa bersama tapi kau merusak semuanya" ucap jeon sambil meneteskan air mata.


ini pertamakalinya faira melihat jeon menangis, namun ia tidak perduli mendorong jeon yg menahannya meninggalkan jeon dan duduk di kursi makan sambil membuat kopi


"bagaimana bisa kau mencintai orang seperti clara" tanya faira yg duduk tidak jauh dari jeon.


"seperti clara? apa maksud perkataanmu" jeon yg tidak terima menghampiri faira dan menatapnya.


"jangan bodoh jeon, kau tau bagaimana sikapnya terhadapmu, dia wanita yg enggan melepaskan orang yg memberinya keuntungan sekalipun ia harus memakai topeng" ucap faira dengan yakin tanpa menatap jeon dengan kopi di tangannya membuat jeon terdiam.


"jika benar dia mencintaimu kenapa dia menikahi orang lain tapi masih enggaan melepasmu, ia berdalih masih mencintaimu membuatmu tidak ingin mengencani wanita lain" faira tak henti2nya mengatakan sikap clara yg plin plan.


jeon yg tidak ingin mendengarkan faira ingin beranjak pergi namun faira menghentikannya.


"dia bahkan belum meninggalkan suaminya sampai sekarang, wanita itu memang takut rugi dia rela tidur dengan 2 pria sekaligus" ucap faira sambil tertawa sinis.


jeon tanpa mengatakan apa pun langsung pergi meninggalkan faira doooorrr, pintu pun di tutup dengan kencang menandakan jeon benar2 kesal faira hanya terkekeh melihat tingkah jeon

__ADS_1


"dia tidak akan pernah memberimu kepastian jeon" batin faira. bukan tanpa alasan faira mengatakan hal itu, ia sudah mencari tau tentang seluk beluk kehidupan clara sedikit banyak ia mulai memahami tingkah clara dan berencana memisahkan clara dari jeon, karna clara lah yg seperti pengendali jeon membuat jeon luntang lantung tak tau arah dan kepastian .


__ADS_2