The Battle Heart

The Battle Heart
eps 11


__ADS_3

kring kring bunyi alarm membangunkan faira, faira berjalan menuju kamar mandi dengan jalan sempoyongan karna masih mengantuk, selesai mencuci wajahnya ia berjalan ke dapur yg sembari mengikat rambutnya yg panjang, "apa dia sudah bangun" faira mengingat jeon dan melangkah ke kamar untuk melihat kondisi jeon, tanpa mengetuk ia langsung membuka kamar itu dan melihat jeon baru saja terbangun sedang mencari sesuatu punggungnya yg sexy terlihat dengan perban melilit di bahunya.


"apa kau butuh bantuan" ucap faira yg perlahan mendekat


"aku ingin memakai baju" lirih jeon sambil menahan sakit akibat terjatuh kemarin


faira pun langsung mengambil bajunya di lemari dan membantu jeon memakainya,


"apa kau buta, bisa2 nya cedera seperti ini" ucap faira yg tengah membantu jeon memasang baju.


"apa kau berpikir aku ingin seperti ini" lirih jeon sambil menggerakkan tangannya


"haruskah aku menelpon ibu, kau tidak ingin merepotkanku bukan" ucap faira dengan wajah judes.


"aku akan mengurus diriku sendiri" jeon terlihat kesal dengan ucapan faira langsung berdiri, baru saja kaki kirinya melangkah ia merintih sakit. namun faira hanya diam memperhatikan dengan melipat kedua tangannya.


jeon pelan-pelan melangkah keluar kamar, faira yg sedari tadi hanya melihat menarik nafasnya dan membantu membopong jeon, jeon awalnya menolak tapi faira menyuruhnya untuk diam dan harus patuh padanya.


faira membantu jeon duduk di sofa yg berada di depan tv, "duduklah aku akan membuatkanmu sarapan" ucap faira sembari ke dapur yg tidak jauh dari jeon.


ketika sedang menyiapkan sarapan jeon selalu memperhatikan faira, dia seperti terhipnotis melihat faira tanpa riasan wajah yg membuatnya terlihat manis di tambah dia hanya memakai baju tidur yg talinya hanya selebar pasta.


"apa yg sedang ku pikirkan" gumam jeon sambil menggelengkan kepalanya.


faira mendekatinya perlahan dengan makanan dan minuman di kedua tangannya, ia menaruh makanan itu di meja.


"cepatlah makan setelah itu telpon asistenmu untuk menemanimu, aku harus keluar sebentar" ucap faira yg tengah berdiri di hadapan jeon. jeon hanya mengangguk tertunduk sembari memakan sarapan yg di siapkan faira.


faira keluar dari kamarnya dengan baju casual dan memakai tas ia sudah siap untuk pergi


"kau mau kemana" tanya jeon yg tengah memegang ponselnya.


"memangnya kenapa? apa kau mau ku antar ke apartemenmu" sambil merapikan rambutnya


"asistenku sekarang sedang sakit juga, jadi dia tidak bisa datang" ucap jeon dengan sedikit menunduk


"aku tidak lama, tunggulah sebentar" ucap faira yg langsung meninggalkan jeon


ketika jeon ingin ke kamarnya dia melihat pintu kamar faira tidak tertutup saat ia ingin menutupnya matanya tidak sengaja melihat sebuah kotak besar yg berada tepat di sudut ruangan kamar faira.


jeon yg penasaran kotak apa itu masuk untuk melihatnya lebih dekat, sebuah kotak berwarna putih yg sedikit berdebu, jeon pun membuka kotak itu dengan pelan menggunakan tangan sebelahnya saja, ia melihat foto pernikahannya dengan faira yg hancur seperti di tusuk dengan pisau, ia melihat lagi barang2 yg juga ada di kotak itu, setelah dia perhatikan semua barang itu adalah pemberian jeon dulu bahkan cincin pernikahan merekapun ada di kotak itu tanpa diletakkan di tempat khusus.


"aku tau dia membenciku tapi kenapa barang semahal ini harus disimpan seperti ini, benar2 tidak menghargai uang" gumam jeon yg marah

__ADS_1


tak lama berselang faira pulang dengan banyak belanjaan yg membuatnya sedikit susah untuk membawanya, sesekali beberapa buah tercecer namun ia tak bersuara dan membereskannya sendiri.


jeon sedari tadi hanya melihat jelas saja dia tidak bisa bantu apa apa dengan tangan dan kakinya yg sakit.


faira hanya diam sambil merapikan barang2 belanjaannya.


"kenapa barang barang itu tidak kau simpan saja?" tanya jeon tanpa menatap faira


"barang apa" tanya faira yg saat itu seperti melototi jeon


"meskipun aku salah tapi aku benar2 tulus memberikan barang itu padamu" ucap jeon yg sambil memainkan ponselnya


"aku tidak menyukainya, kau bisa ambil kembali dan berikan pada clara" ucap faira sembari membereskan belanjaannya dan masuk ke kamarnya ingin berganti pakaian


tiiiiinnnngggg bel apartemen berbunyi faira membuka pintu dan ternyata clara datang bersama jimmy, saling tatap2an dan diam.


"kami bertemu di lift, clara bilang dia ingin menjenguk jeon yg sakit" ucap jimmi yg menjelaskan.


"bolehkah aku masuk" tanya clara dengan wajah tengil


faira hanya diam dan menggeserkan badannya mengijinkan clara masuk, clarapun langsung menghampiri jeon


"aku pikir kau tidak disini" ucap clara sambil melirik faira dan meletakkan beberapa parcel buah di meja.


mereka berempat pun duduk bersama, tidak banyak yg mereka bincang hanya clara yg mengoceh menjelaskan tentang buah kesukaan jeon bagaimana mengurus jeon, seolah olah hanya dia yg paham tentang jeon.


melihat clara bertingkah seperti itu membuat jimmy memperhatikan faira yg sedari tadi hanya diam, faira menarik nafas dan ke dapur untuk minum.


"kau tidak menawarkanku minuman?" ucap clara dengan mengangkat satu kakinya ke atas kaki yg lain


"kau ingin minum apa, ada banyak rasa,"ucap faira sembari menunjukkan beberapa sabun, dan ia tersenyum kecil


"aku akan mengambilkannya untukmu"ucap jimmy pada clara yang memotong pembicaraan mereka karna tau keadaan saat itu benar2 canggung.


"kau sepertinya lebih dekat dengan faira di bandingkan jeon yg sepupumu sendiri" sindir clara sembari menatap jeon yg ikut melihat jimmy yg saat itu tengah berdiri di dekat faira di dapur untuk mengambil minuman


jimmy hanya terdiam, faira hanya tersenyum smrik dan mengambil pisau menuju arah ke tempat clara dan jeon duduk.


hal itu membuat jimmy terkejut dan menahan dan memegang tangan faira "apa yg kau lakukan?" ucap jimmy yg panik.


jeon menatap tangan jimmy memegang tangan faira saat itu.


faira hanya diam menatap jimmy tapi tangannya mengambil parcel buah yg di atas meja pemberian clara tadi, sembari tersenyum.

__ADS_1


"haruskah kita tidak memakan buah pemberian sang artis papan atas ini" faira mengambil buah itu dan kembali ke dapur untuk mengiris beberapa buah


beberapa waktu menjengkelkan berlalu akhirnya clara memutuskan untuk pulang tak lupa ia pamit dengan mencium pipi jeon di hadapan faira.


"aku pulang dulu yaa, cepat sembuh" ucap clara manja sambil mengelus bahu jeon


"yah sebaiknya kau cepat pulang karna sebentar lagi aku ingin menyemprotkan obat serangga" ucap faira sedikit meledek


jimmy juga ikut berpamitan dengan faira dan jeon, faira mengantar jimmy keluar sebentar dan kembali, faira menatap jeon yg sedari tadi hanya diam mengalihkan pandangannya darinya, ia pun duduk di dekat jeon.


"kau seharusnya tidak seperti itu pada jimmy" ucap faira yg sambil mengambil remot tv dan mematikan tv.


"seperti apa maksudmu" jeon berpura pura tidak tau


"dari dulu jimmy berusaha dekat denganmu tapi kau selalu bertingkah seperti ini, apa masalahmu dengannya sebesar itu" ucap faira yg marah melihat sikap jeon yg hanya diam ketika ada jimmy dan menjawab seperlunya saja.


"itu bukan urusanmu" ucap jeon sambil berdiri berusaha mau masuk ke kamarnya


"teruslah bersikap seperti itu,hingga kau kehilangan semua orang terdekatmu" ucap faira dengan nada tinggi sembari melempar remote yg ia pegang dan masuk ke kamarnya tanpa berpikir membantu jeon yg sulit berjalan.


jeon hanya terdiam, perasaannya bercampur aduk hingga dia tidak tau apa yg di rasakannya, ia duduk termenung di atas kasurnya matanya melihat langit2 kamar yg terngiang2 di ingatannya adalah ucapan faira dan kedekatan faira dan jimmy.


matahari telah menunjukkan cahayanya, faira dibangunkan cahaya matahari yg menembus tirai jendela kamarnya. gadis itu pergi bersiap siap untuk menghadiri beberapa kegiatan. ia sudah sangat siap dan akan pergi namun langkah kakinya terhenti dia menoleh ke pintu kamar jeon yg masih tertutup, tangannya meraih gagang pintu seolah ingin membukanya namun dia berhenti dan mengepalkan tangannya


"biarkan saja dia" ucap faira lalu berbalik melangkah pergi.


sesampainya di sebuah aula, seorang staf menarik faira menuju sudut ruangan


"kenapa kau tidak mengangkat telponmu" ucap staf itu.


faira memeriksa ponselnya ternyata ponselnya mati.


"kau sebaiknya pulang saja hari ini" ucap staf itu yg wajahnya terlihat panik, dan tangannya berusaha mendorong faira untuk pergi


"tapi kenapa" faira berhenti dan kebingungan.


staf itu menunjukkan foto faira dengan jimmy


"ada orang yg menyebarkannya dan bilang kau berselingkuh" ucap staf itu yg sontak membuat faira mengerutkan dahinya.


"siapa yg menyebar berita ini" tanya caira dengan wajah yg benar2 cemas.


"itu tidak penting sekarang tapi yg jelas aku tidak ingin acara ini kacau karna banyak pertanyaan ke arah itu nanti" jelas staf itu membuat faira tidak ada pilihan lain selain pergi.

__ADS_1


__ADS_2