
jeon yg sudah menerima pesan dari ibunya langsung mengunjungi ibunya selepas keluar dari bandara,.
"kita ketempat orang tua saya dulu," ucapnya pada supir pribadinya.
"baik tuan" sahut sang supir lalu bergegas membuka pintu mobil untuk jeon.
setibanya di halaman rumah sang ibu jeon menyuruh supir dan asistennya pulang duluan, karna keluarganya merupakan hal yg sangat pribadi bagi jeon, supir dan asistennya yg sudah mengerti hanya mengangguk dan berlangsung pergi.
jeon dengan sedikit berlari memasuki rumah masa kecilnya itu, ia tanpa suara memasuki rumahnya dan mencari ibunya, karna ayahnya hari ini ada tugas jadi dia hanya fokus mencari ibunya, ia melihat wanita yg melahirkannya itu tengah menyiram tanaman yg berada di samping rumah mereka, dengan pelan jeon melangkah ingin mengejutkan ibunya, namun ibunya sudah dengan cepat menoleh ke arah jeon, ia pun hanya tertawa tipis karna tidak sempat mengejutkan ibunya.
"lama sekali kamu di luar negeri" ibu jeon dengan cepat menghampiri jeon dan menariknya ke kamar.
"ada apa ini buu" jeon yg bingung masih tetap mengikuti langkah ibunya yg membawanya memasuki kamar tamu.
"kamu duduk sini dulu" ibunya mendudukkan jeon pada pinggiran kasur, dan mulai menginterogasi anaknya yg baru sampai
"ada apa" jeon bertanya kedua kali sambil mendongak menatap ibunya yg berdiri di hadapannya
"jeonnn,,, apa kamu benar benar tidak pernah menyentuh faira selama pernikahan sandiwara kalian" tanya ibunya dengan raut wajah serius
"emang ibu nanya kayak gini buat apa sih, udah gak penting" jeon menghindari kontak mata dengan ibunya
"gak penting,,,,," terheran mendengar jawaban jeon "faira sekarang sedang hamil besar, usia kandungannya sekarang mungkin sudah delapan bulan"
jeon membulatkan matanya terkejut dan dengan spontan berdiri mengejutkan ibunya yg tengah berdiri di hadapannya.
"hamilll???,,,, delapan bulannn??"
"iya, ibu nina yg bilang dia ada melihat faira di vietnam dan sedang hamil besar"
"terus apa yg ia kerjakan di sana" tanya jeon panik
"katanya jual bunga pas di pusat kota"
jeon hanya bungkam, ia mengacak rambutnya kebingungan
"jeon, itu anak kamu apa bukan" tanya sang ibu "kalo itu anak kamu, ayo jemput fairanya" jeon dengan terkejut menoleh ke arah ibunya ia pun langsung meninggalkan ibunya tanpa bicara apapun.
"jeoonnn, kamu kemana??" teriak sang ibu di ambang pintu melihat anaknya berlari keluar menjauh.
__ADS_1
"aku akan menjemput faira" ucap jeon sedikit berteriak dan dengan cepat menghilang dari pandangan ibunya.
mendengar jawaban dari sang anak membuat ibu jeon tersenyum bahagia, ia tidak perlu bukti apapun lagi untuk meyakinkan dirinya jika yg faira kandung adalah cucunya, dengan anaknya mengaku ia sudah yakin dengan apa yg sudah terjadi.
faira tengah memandang jalanan dari jendela kamarnya, dengan rambut berantakan dan perut yg kian membesar sangat sulit untuknya bangun dari kasur, ia berusaha berdiri dengan memegang pinggiran meja rias yg terletak di samping ranjangnya berusaha bangun perlahan, keluar untuk membuka tokonya karna saat itu sudah waktunya membuka toko.
baru saja faira membuka toko melihat kesibukan setiap orang lalu lalang chi pun juga sudah tiba di depan toko untuk memulai pekerjaannya.
"selamat pagi" ucap chi sambil menenteng rantang di tangannya.
"pagi juga" , menyingkir dari tengah pintu memberi jalan untuk chi masuk bekerja "tumben kamu bawa bekal" ucapnya lagi melirik rantang yg baru saja chi taruh di atas meja yg berada di belakang kasir.
"iyaa, sekalian buat ka faira sarapan juga"
"untukku??" tanya faira terkejut
"iyaa, ini halal ka, ibuku sengajaa bikin lebih biar bisa di kasih ke ka faira"
"baik banget ssih ibu kamu" ucap faira tersenyum manis dan langsung duduk menghadap rantang yg di atas meja
chi kemudian menghampiri faira dan duduk di sebelahnya untuk sarapan bersama
"kata ibu aku makanan ini bagus untuk ibu hamil"
"ka faira kapan sih lahirannya" tanya chi
"perkiraannya sekitar tanggal 10 mei, karna aku lupa kapan terakhir datang bulan"
"masih 3 mingguan lagi yaa"
"iyaa, tapi aku akan jalani operasi sesar 2 minggu lagi"
"kenapa sesar ka"
faira menarik nafas panjang sambil mengunyah makanan yg ada di mulutnya "aku tidak punya siapa siapa di sini, jika aku memilih lahiran normal dan mengalami kontraksi tidak ada yg bisa membantuku, sekalipun ada kamu rasanya tetap susah"
chi mengangguk "kau benar, normal atau tidak itu tetap melahirkan,apa aku bisa menemanimu nanti?" tanya chi
"tentu, aku pasti butuh kamu" ucap faira tersenyum.
__ADS_1
jeon yg baru saja mendarat di vietnam langsung mencari hotel di pusat kota, ia ingin beristirahat sejenak agar tenaganya kembali pulih, karna padatnya pekerjaan membuat jeon tidak sempat beristirahat, saat ia beristirahat ia justru pergi ke vietnam untuk bertemu faira.
"aku akan beristirahat sejenak dan mencari faira nanti, ia pasti ada di sekitar sini" ucap jeon yakin, bu nina tidak ingat pasti toko faira ia hanya mengingat jika tokonya di tengah pusat kota saja. jeon hanya bisa mengandalkan matanya untuk mencari faira di setiap toko bunga yg ia jajahi nantinya.
setelah cukup beristirahat jeon pun bersiap untuk pergi, ia mencari toko bunga satu persatu dan bertanya di setiap penjaga toko, maski hari mulai malam jeon tetap berjalan menyusuri seluk beluk kota, ia berhenti di salah satu toko bunga yg tidak begitu besar tapi di penuhi bungan yg berwarna warni, ini adalah toko ke 6 yg jeon datangin
"kriiiinnnnnnggggg"
bunyi bell di atas pintu mengejutkan jeon dan tanpa di sadari ada seorang gadis menghampirinya
"apa anda ingin mencari bunga" ucap gadis itu dengan sopan yg tidak lain adalah chi
"tidakk, aku sedang mencari seseorang" jeon langsung beralih menatap chi
"apa yg bisa saya bantu" ucap chi ramah
"apa kau kenal faira" ucapan jeon sambil melepas masker dan topinya. membuat chi ternganga terkejut dan sejenak mematung melihat ketampanan jeon
"heyyy,," jeon menjentikkan jarinya mengejutkan chi dari lamunannya.
"ada urusan apa yaa, kalo boleh tau?" tanya chi yg ingin memastikan kalau jeon bukan orang jahat.
jeon tersenyum ucapan chi sudah cukup mengungkapkan bahwa di toko ini lah faira berada "ada yg harus kami bicarakan, apakah dia ada" jeon tidak mau menjelaskan maksud kedatangannya pada chi, ia hanya ingin langsung bertemu faira
"dia sedang keluar ada urusan, aku tidak tau kapan kembalinya, jika mau kau bisa berkunjung lagi besok" ucap chi sambil mengurai senyum ramahnya jeon pun hanya mengangguk dan berjalan keluar.
tidak jauh dari toko itu jeon berjalan kaki menyusuri trotoar berniat untuk kembali kehotel namun langkahnya terhenti melihat dari kejauhan seorang wanita dengan perut besar berjalan sangat lambat di bawah cahaya lampu malam yg berderet menyinari jalanan. tidak lain itu adalah faira yg ingin kembali ke tokonya.
jeon hanya diam di tempat menunggu faira sampai mereka benar benar sangat dekat yg hanya berjarak 1 meter saling berhadapan. faira kemudian berhenti karna melihat ada bayangan seorang pria yg berada di depannya ia pun kemudian mendongak menatap pria yg menghalangi jalannya tersebut. wajahnya tanpa ekspresi ia hanya menatap mata jeon sebentar dan kembali tertunduk kemudian kembali melangkah menjauh melewati jeon yg masih dalam tatapannya.
jeon pun tanpa suara berputar dan berjalan mengikuti faira yg kembali ke toko kata yg sudah ia rancang untuk meminta maaf pada faira seakan hilang dari otaknya, ia hanya bisa terpaku mengikuti langkah faira karna tetap ingin melihatnya.
"apa itu benar benar jeon" batin faira sambil melihat bayangan pria itu mengikutinya "jika benar untuk apa dia mengikutiku" sambil menutup perutnya yg besar dengan jaketnya.
"kenapa kau hanya diam saja, berbaliklah dan maki aku" batin jeon yg masih mengikuti faira
faira pun masuk ke tokonya dan juga di ikuti oleh jeon, chi yg tengah menata barang terkejut melihat kedatangan faira yg hampir bersamaan dengan jeon.
"dia datang lagi" ucap chi sedikit berbisik membuat faira kali ini berani berbalik dan memastikan tentang pria yg mengikutinya tadi benar jeon atau bukan.
__ADS_1
mereka saling menatap kini faira sadar jika yg ia lihat di jalan tadi tidak lah salah, tiba tiba anak dalam kandungan faira bergerak lebih agresif dari biasanya, faira yg menyadari gerakan bayinya berusaha tenang " kenapa anak anakku bergerak sangat kuat, apa mereka senang bertemu ayahnya" batin faira.
jeon kemudian mendekati faira dan chi yg tengah menatapnya, "aku ingin membeli bunga mawar merah muda rangkai untukku sebagus mungkin, karna ini untuk orang spesial" ucap jeon tanpa melepas pandangannya pada faira