The Battle Heart

The Battle Heart
eps 10 kebencian terlahir dari rasa sakit


__ADS_3

saat faira tertidur di sofa dia mendengar seseorang masuk faira bangun dan memeriksanya, ternyata jeon datang dengan beberapa berkas di tangannya, sejenak saling menatap jeon melangkah mendekati faira dan di tatap dingin oleh faira.


"mari bicara" ucap jeon dengan nada sendu


faira yg tidak mau bicara ingin masuk ke kamar tapi di tahan oleh jeon.


"aku tau kau sangat marah, aku ingin membicarakan ini dan memberimu penawaran agar kita tidak merugikaan satu sama lain" ucaap jeon yg tangannya masih memegang tangan faira.


"aku sudah di rugikan sejak pertama, sekarang tentang apa berkas2 itu, sebuah surat dan kau berharap aku tanda tangan di atass materai itu" ucap faira deengan nada tinggi


"aku tau ini tidak sebanding dan tidak pantas di bicarakan dengan rasa sakitmu, tapi ini juga merupakan permintaan maafku, aku mohon bacalah dulu" bujuk jeon


faira mengambil surat2 itu dan merobeknya di depan jeon, lalu menarik kerah baju jeon.


"dengar,! aku tidak perlu apa pun sekarang, aku hanya ingin menghancurkanmu mulai sekarang, jadi bersiaplah" ancam faira dan langsung meninggaalkan jeon.


jeon pun hanya diam, ia sudah sangat bingung bagaimana menghadapi faira, ia memutuskan untuk pergi bekerja.


di tengah2 kesibukkan jeon mendapat kabar dari asistennya bahwa ada artikel beredar di media sosial yg menceritakan bahwa jeon dan istrinya pisah rumah. jeon pun sangat terkejut dan mengingat ancaman faira, dia tidak menyangka faira akan berani melakukan hal ini.


"fairaaa!!!" teriak jeon yg baru memasuki pintu apartemen mencari faira dan melihat faira sedang duduk manis di depan balkon


"kenapa kau melakukan ini" tanya jeon sambil menatap faira yg memunggunginya bersender pada pengaman balkon.


"apa yg kau bicarakan" tanpa menoleh faira berpura2 tidak tau


"jangan berpura2 aku tau ini pasti kamu" ucap jeon menarik faira yg sedari tadi tidak menoleh


"baru satu artikel kau sudah sangat marah, bukankah aku sudah menutupi beberapa artikel yg hampir menyebar dulu. tidaklah masalah jika ini muncul sekali kali, lagi pula itu fakta" menatap jeon dengan senyum getir.


"dengar !! Jangan bertingkah melebihi batasanmu lagi setelah ini" jeon memperingati faira sambil menunjuk wajahnya.


"jangan membicarakan batasan denganku aku tau betul apa batasanku beda dengan dirimu" ucap faira


jeon menarik kerah baju faira "jangan membuatku marah" jeon terlihat sangat marah


"apa kau akan memukulku sekarang, perlukah kita membuat artikel terbaru" tantang faira.


"kau....." belum sempat jeon bicara ponselnya berbunyi. orang tua jeon menelpon memastikan tentang kebenaran artikel yg beredar namun jeon membantah membuat keluarganya sedikit tenang.


jeonpun pergi meninggalkan faira.


"kau tidak akan pernah bisa membuangku dengan mudah jeon, hiduplah seperti sekarang kau dan kekasihmu tidak akan bersama, kalian hanya akan menyandang status zina sampai akhir" gumam faira


"siapa yg menyebar artikel seperti ini" ucap asisten jeon.


"biarkan saja lebih baik kita harus menyelesaikan pekerjaan ini dulu" ucap jeon pusing.


di lain tempat faira mengunjungi apartemen jimmy berniat untuk membantu jimmy.


"apakau perlu bantuanku" tanya faira pada jimmy yg sedang membereskan barang2nya setelah pindahan


"fay, kapan kau sampai" jimmy terkejut dengan kedatangan faira.


"tidak lama, aku bantu ya" ucap faira sambil membantu jimmy

__ADS_1


di tengah keheningan membereskan barang2


"aku tidak tau apa yg sedang kau dan jeon lakukan, tapi jika kau terluka jangan memaksakan dirimu fay" ucap jimmy tanpa menatap faira.


"apa yg kau bicarakan" elak faira


"aku tidak sengaja melihatmu dan jeon bertengkar waktu itu, aku sudah mengerti sejak awal jika jeon memang tidak tulus denganmu" ucap jimmy sembari melipat baju.


"apa kau memang tidak dekat dengan jeon dari dulu" tanya faira mengalihkan pembicaraan


"yah kami sering bertengkar dia selalu melakukan hal2 yg di larang membuat kami sering berdebat dan sekarang sungkan bicara secara terbuka" jelas jimmy


"apa menurutmu dia jahat" tanya faira


"dia hanya bodoh fay, dia dulunya sangat baik dan perhatian kepada siapapun" jimmy menceritakan kisahnya.


fairapun hanya diam cerita jimmy tidak membuatnya bergidik dengan kebencian dengan hatinya.


jeon menemui faira di apartemen setelah menerima pesan faira.


"apa yg ingin kau bicarakan" tanya jeon sinis


"karna disini aku yg dirugikan aku berhak melakukan tuntutan, aku telah membuat surat perjanjian bacalah sebelum kau tanda tangani" faira memberikan beberapa lembar kertas yg sudah di tuliskan perjanjian.


jeon terlihat mengerutkan keningnya saat membaca surat perjanjian itu


"bagaimana apa kau setuju" tanya faira


"sampai kapan kau akan bersikap seperti ini" tanya jeon sambil menggelengkan kepalanya


"tidak bisakah kau berdamai saja dengan perasaanmu, terima penawaran dariku dan cari pasangan hidupmu" pinta jeon dengan putus asa.


"aku akan pergi dengan uang tunjangan darimu menjauh sejauh jauhnyaa, tapi sebelum itu aku harus memastikan hidupmu menderita" ucap faira


menghempaskan lembaran itu ke meja "aku tidak mau menandatangani ini" tolak jeon.


"kau tidak punya pilihan jeon, pernikahan kita baru seumur jagung, apa kau mau scandal2 tentangmu dan bidadarimu bermunculan, banyak wartawan yg haus berita tentangmu, bayangkan apa yg perusahaanmu lakukan nanti" ucap faira


"fayy,,,," dengan nada pasrah


"ini sangat mudah jeon, kau hanya perlu mempublikasikan diriku, dan memasukkanku pada daftar wanita asosiasi, itu saja,, sementara itu,, kau carilah cara untuk menyingkirkanku" tersenyum getir.


jeon bingung, ia ingin masalah ini segera berakhir, di satu sisi ia terikat dengan perusahaan jika terjadi scandal pasti perusahaan akan menyalahkannya, dan clara pasti akan terjerat juga. tapi ia juga tidak ingin berperang batin terus menerus dengan faira, tapi sayang sekarang faira lah yg memegang kartu jeon.


"tenanglah karirmu akan tetap bersinar dan kau masih bisa menjaga nama baik kekasihmu itu" ucap faira sembari tanda tangan.


faira mengikuti beberapa kegiatan sosial dan berdonasi agar namanya di kenal publik, sekarang faira tidak menyembunyikan tentang kehidupan pribadinya lagi, dia sering menghadiri acara bersama jeon, dia menunjukkan sisi baiknya di depan publik, karir jeon semakin bersinar dengan bantuan faira. orang2 menganggap mereka pasangan serasi dan tentu saja semakin sulit untuk jeon bersama clara, dan itu adalah rencana faira.


ketika jeon sedang menjadi bintang tamu di salah satu acara amal clara menghampiri jeon di jam istirahat membuat jeon terkejut


"apa yg kau lakukan, orang lain mungkin melihatmu" ucap jeon sembari menarik clara ke tempat sepi


"apa ini yg di rencanakan istrimu itu, dia sengaja membuat kau sulit di hubungi" ucap clara sembari berbisik


"dengar aku tidak punya pilihan lain saat ini, kau sebaiknya pergi dulu" jeon mengusir clara

__ADS_1


"kau dulu menikahinya karna ingin mempertahankan karirmu, sekarang kau mempertahankannya lagi karna takut karirmu hancur" ucap clara marah


"kali ini bukan hanya tentang aku, tapi tentang kamu, tentang keluargaku tentang semua, dia sekarang memegang kartuku, dan kau harus ingat semua ini berawal darimu, jadi jika ingin membantu sebaiknya sekarang kau diam dan pergi" ucap jeon yg menyeret clara untuk keluar.


ternyata faira ada di balik pintu membuat jeon dan clara terkejut.


"apa kau merindukan kekasihmu" tanya faira pada clara


clara tanpa menjawab langsung pergi melewati faira.


"kau harus punya sopan santun ketika menemui seseorang, terutama seseorang yg sudah beristri" ucapan faira membuat clara berhenti dan berbalik


"apa kah pantas di sebut istri, dia bahkan tidak menyentuhmu" ucap clara memancing amarah


"siapa yg akan percaya dengan ucapanmu,. oh tidak perlu mencari tau siapa yg percaya,. Apa kau percaya ?" ucapan faira membuat clara melirik jeon dengan marah dan langsung pergi


"kenapa kau berbohong seperti itu" ucap jeon sambil menatap faira.


"apa kah penting untukku,? ini untukmu makanlah" sembari memberikan makanan.


"apa ini ?" tanya jeon


"racun" jawab faira tertawa


"ibumu yg membuatnya dia mengantarnya ke rumah pagi tadi" faira langsung menjelaskan pada jeon.


fairapun langsung beranjak dari tempat duduk namun di tahan oleh jeon.


"ada apa" tanya faira


"temani aku makan, sepertinya tidak habis jika ku makan sendiri" ucap jeon


fairapun diam dan kembali duduk dan makan bersama jeon.


jeon menatap faira yg sedang makan sambil menelpon seseorang tapi di sadari oleh faira


"kenapa kau melihatku seperti itu" tanya faira yg sudah mematikan ponselnya.


"apa kau senang berbisnis" tanya jeon malu


"entahlah, aku hanya senang bernegosiasi" ucap faira sambil melanjutkan makannya.


fairapun pulang lebih dulu dari jeon, karna merasa sangat lelah fairapun tidur lebih dulu.


malam malam seseorang memencet bell apartemen dengan sangat berisik faira keluar untuk memeriksa ternyata bodyguard jeon mengantar jeon pulang sambil memopongnya.


"dia kenapa" tanya faira,


"mabuk bu terjatuh dari tangga tangan kiri dan kaki kirinya terkilir" ucap salah satu bodyguardnya


"apa sudah ke dokter" tanya faira sambil mengarah ke kamar.


"sudah bu tapi tuan bersikeras mau pulang" bodyguardnya menaruh jeon ke atas kasur


"baiklah tinggalkan saja" ucap faira menyuruh orang2 itu pergi.

__ADS_1


faira melepaskan baju jeon perlahan dan menyelimutinya, "dasar bocah" gumam faira melirik jeon


__ADS_2