The Battle Heart

The Battle Heart
episode 6


__ADS_3

ke esokkan paginya jeon mendapat telpon dari clara jika dia ingin bertemu.


mereka bertemu di villa milik jeon yg lumayan jauh dari kota.


"sayang" ucap manja clara sambil memeluk jeon yg baru masuk.


"kau sudah lama di sini" tanya jeon sambil memegang pipinya


"aku sudah dari kemarin, aku merindukanmu" ucap manja clara dan langsung mencium jeon, jeon juga menikmatinya dan menggendong clara ke kamar, mereka memang sangat jarang bertemu hingga setiap bertemu mereka akan mamuaskan hasrat mereka.


usai bermesraan dengan keringat mereka berusaha mengatur nafasnya yg terengah engah seperti selesai maraton 45 km. mereka berpelukan di balik selimut sesekali jeon mencium mesra bibir clara.


"bagaimana dengan wanita itu" tiba tiba clara menanyakan tentang faira sambil menyentuh lembut dada jeon dengan jemarinya


"dia baik" ucap jeon sambil mengelus rambut clara ia sedikit memejamkan matanya ingin tertidur, tentu saja ia mengantuk setelah kelelahan memuaskan sang pacar dan hasratnya


"bukan itu kapan kau akan berhenti berpura pura mengencaninya, berita selalu membicarakan itu" tanya clara yg sambil memeluk jeon di atas ranjang.


"aku masih membutuhkannya sayang ini akan berakhir setelah kau selesai dengan suamimu" ucap jeon yg sedikit panik karna dia tidak memberitau clara kalau faira tidak tau apapun tentang rencana ini, faira memang di tipu mentah mentah.


"jangan sampai kamu jatuh cinta dengannya ya" ancam clara manja yg seakan percaya jika jeon hanya mencintainya, gadis itu pun memutar badannya membelakangi jeon


"kau selalu membuatku jatuh cinta, bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta dengan orang lain" jeon memiringkan badannya memeluk clara dari belakang sesekali ia mencium punggung clara yg mulus membuat gadis itu menggerang tak karuan.


di tempat lain.


saat sedang bekerja faira mendapat pesan /"aku akan menjemputmu nanti malam"/ isi pesan jeon.


mendapati pesan tersebut seketika faira tersenyum dan berpikir "mungkin selama ini aku yg tidak sabaran".


malam tiba faira sudah menunggu jeon sambil berada depan cermin "haruskah aku membawa ini?" sambil memegang masker dan topi "tentu saja" dia yg bertanya dia juga yg menjawabnya.


jeon menelpon faira mengatakan sudaah menunggu di depan, faira pun bergegas menemuinya. "kenapa kau memakai mobil van" tanya faira.


"masuk saja dulu" ucap jeon sambil tersenyum.


di perjalanan faira banyak bercerita, jeon sekali kali melirik faira dan tersenyum. ia benar benar artis yg wajar mendapatkan penghargaan karna aktingnya.


"memangnya kita mau kemana" tanya faira pada jeon


"aku ingin melihat pemandangan kota dari atas bukit malam ini" ucap jeon.


mereka sampai di sana tidak terlalu banyak orang karna bukan hari weekend.


"syukurlah tidak terlalu banyak orang" ucap jeon


"iya" ucap faira mengerti sambil mengangguk pelan kepalanya.


mereka melihat pemandangan kota sambil meminum kopi karna malam itu memang agak dingin.


"apa kau sering kesini?" tanyaa faira yg duduk disamping jeon sambil menoleh ke arahnya


"tidak juga karna aku sangat sibuk tapi ini tempat benar benar bagus untuk bersantai dan udaranya segar." ucap jeon sambil melihat pemandangan


"kau benar" jawab faira lalu kembali memperhatikan pemandangan malam hari.

__ADS_1


"sini tanganmu" jeon menarik tangan faira dan memasangkan sebuah gelang pada faira.


"ini untukku" tanya faira sambil melihat gelang itu.


"aku ingin memberimu sesuatu tapi aku tidak tau kau menyukai apa, tapi apakau menyukainya ?" sambil menatap faira


faira langsung memeluk jeon "apa pun itu aku menyukainya" ucap faira senang dan tersenyum manis, ia merasa saat ini dunia miliknya yg lain hanya ngontrak, mungkin kata itu yg bisa menggambarkan perasaan faira


"ayo tidur kita akan pulang pagi2 sekali besok" mengajak faira tidur.


merekapun tidur di mobil tapi dengan tempat terpisah, faira hanya menatap jeon yg mulai tertidur pulas di bangku supir.


"apa dia tidak akan melakukan sesuatu padaku?" batin faira yg punya sedikit jiwa mesum,. "ah apa yg ku pikirkan, akan lebih indah jika setelah menikah saat malam pertama" ia menyadarkan dirinya sendiri sambil tersenyum malu membayangkannya.


ke esokan paginya faira pergi kekantor sedikit terlambat.


"fay kenapa lambat sih" ucap salah satu staf yg sudah sibuk


"maaf maaf aku ketinggalan bis tadi" ucap faira pada semua staf.


"udah tau hari ini jadwalnya padet malah lambat" di sahut beberapa orang.


faira hanya diam mengetahui kesalahannya, karna merasa tidak nyaman fairapun tidak mengambil jam istirahat karna sungkan pada yg lainnya.


faira sedang berjongkok saat sedang merapikan beberapa aksesoris yg terjatuh tiba2 nedim datang menghampirinya.


"kenapa kamu gak istirahat" tanya nedim sambil ikut berjungkok membantu faira mengumpulkan barang2 yg berserakan.


"aku masih kenyang kok tadi sambil makan buah2 itu" sambil menunjuk buah yg ada di meja.


"gak papa kok" ucap faira tanpa melihat nedim.


livy datang membawa minuman dan memberikannya pada faira, "nih fay minum biar gak dehidrasi" ucap livy sambil memberikan sebotol minuman,


"makasih ya" faira langsung meminum minuman itu.


ketika faira mengangkat tangan untuk minum livy tidak sengaja melihat gelang yg di pakai faira.


"gelangnya bagus banget" ucap livy yg langsung menarik tangan faira ingin melihatnya.


"bagus banget beli dimana kayaknya mahal nih?" tanya livy penasaran.


"ini pemberian seseorang" ucap faira tersenyum


"apakah pacarmu,?" tanya livy dengan wajah yg menggemaskan, dan sorot mata yg seakan meledeknya


faira hanya diam membuat livy heboh " waaah sekarang dia punya pacar tapi ingin merahasiakannya"


"diamlan" faira langsung menutup mulut livy


"ok ok" ucap livy


sampai di apartemen faira langsung mandi dan beristirahat, "besok libur aku akan menghabiskan waktu untuk bersantai, jeon sekarang pasti sedang sibuk" ucap faira melihat hp nya yg tidak ada notifikasi dari jeon.


"aku sudah lama tidak melihatnya ke kantor dia sibuk apa ya" gumam faira yg memikirkan jeon.

__ADS_1


zzzz zzz zzz hp faira berdering ternyata keluarga jeon ingin mengajaknya ke suatu tempat, karna sedang libur faira tidak bisa menolak.


"ku kira kau tidak akan mau ikut" ucap nenek jeon


"kebetulan aku juga sedang libur nek" ucap faira.


"ayo cepat" sahut ibu jeon


"kita akan kemana" tanya faira..


"kita akan ke kebun stroberi di pinggir kota, Dan pulangnya akan mampir di pantai" ucap semangat ibunya jeon.


sesampainya di perkebunan stroberi seseorang pria datang menghampiri mereka pria itu sangat tampan dengan tshirt putih polos dan celana panjang. pria itu langsung mencium nenek jeon seperti sangat dekat.


"jimmy ! bibi pikir kau belum pulang dari rumah sakit" . ucap ibu jeon yg sembari memeluk jimmy


" aku baru saja pulang dan langsung kesini ketika dengar kabar kalian ada di sini" ucap jimmy tersenyum sambil menatap faira


"oh ya, kenalkan jim ini faira, dan faira ini jimmy dia sepupu jeon dan juga pemilik kebun stroberry ini" ucap ayah jeon.


sempat terdiam menatap faira "ooh ini pacar jeon ya?"ucap jimmy sambil tersenyum


"saya faira" ucap faira sambil menjulurkan tangannya.


"apa kah kita pernah bertemu sebelumnya" tanya jimmy pada faira


"mungkin saat pemakaman kakekku" jawab faira kurang yakin karna dia merasa pernah bertemu jimmy sebelumnya.


"kau cucunya tuan sadam kan?" ucap jimmy yg juga mulai ingat.


"apa kau dekat dengan kakekku" tanya faira


"yah aku dan kakekmu dulu sering bertemu di halte dan kami juga dekat" ucap jimmy.


selesai memetik stroberry mereka berpamitan pada jimmy memutuskan untuk ke pantai dan melihat sunset. faira hari itu merasa benar2 bahagia dia merasakan bahagia yg belum pernah dia rasakan sebelumnya liburan keluarga adalah salah satu impian faira, sayang impian itu tidak akan pernah terwujud karna orang tuannya tidak tau dimana dan entah berantah.


"faira apa kau menyukai liburan singkat ini" tanya nenek jeon


"suka nek sangat suka, aku harap kalian jika liburan lagi bisa mengajakku lagi," ucap faira tanpa rasa malu.


"tentu saja" ucap ibu jeon sembari tersenyum


merekapun pulang. karna sudah sangat malam mereka meminta faira menginap di rumah.


"menginaplah di sini besok pagi pagi akan di antar pak supir pulang" ucap ibu jeon


"aku harus bekerja besok pagi rasanya akan susah jika aku menginap, ku rasa masih ada taksi" tolak faira


"baiklah, kalau begitu ayah jeon akan mengantarmu" ucap ibu jeon sambil melirik ayah jeon


"tidak perlu bu, aku sudah memesan taksi" tolak faira yg langsung bersiap.


"baiklah kalau begitu hati hati ya" ucap ibu dan nenek jeon.


fairapun pulang dan beristirahat dia melihat hp nya tidak ada notifikasi dari jeon membuatnya menarik nafasnya panjang, tidak lama fairapun terlelap.

__ADS_1


__ADS_2