
setelah bersiap faira berangkat bekerja, dia masih tidak menyangka dengan kejadian semalam meskipun tidak terlalu banyak bicara dengan jeon tapi dia merasa seperti beruntung bisa melihat jeon tidur di kasurnya maklumlah fangirl garis keras, tapi faira berusaha menahan dirinya agar tidak mengganggu idolanya.
" aku tidak boleh menceritakan ini pada siapapun orang pasti berfikir aku berbohong, lagi pula itu bukan hal yg penting" gumamnya sendiri sambil memasuki gedung tempatnya bekerja.
dari jauh faira melihat nedim dan livy berjalan menuju ruang penyimpanan, mereka berjalan sambil bercanda. sebenarnya faira punya perasaan dengan nedim hanya saja karna dia terlalu humble dan ceria ke semua orang membuat orang tidak menyadari perasaan faira pada nedim padahal orang di tim tau faira dan nedim kenal lewat kencan buta, tapi berita itu seakan hilang karna mereka terlihat akrab seperti sahabat..
livy yg melihat faira sontak memanggil faira
"fay, ayo bantuin kita ngambil barang." ucapnya sambil melambai pada faira
" oh iya aku nyimpan tas ku ke loker dulu". ucap faira sambil menunjuk kesamping kiri dimana loker berada
" ya udah kita tunggu cepet ya!" seru livy sambil menarik nedim menuju ruangan penyimpanan
" iyah " sejenak faira menatap tangan livy yg berada di lengan nedim menariknya ke ruangan penyimpanan
nedim dan livy yg sudah di ruang penyimpanan barang sedang menyusun beberapa barang di masukkan ke troli agar mudah di bawa ke lantai atas, tiba tiba nedim terpaku memandang beberapa barang yg ia simpan ke troli.
"apakau ingin properti seperti ini saat pernikahan" tanya nedim sambil menatap livy dengan tangannya yg masih memegang troli
"tentu saja ini sangat cantik," jawab livy sedikit menunduk seperti mengerti maksud nedim.
tiba tiba nedim memeluk dan mencium bibir livy dengan lembut tangannya melingkar di pinggang kecil livy, awalnya gadis itu terkejut namun akhirnya livy pun menikmatinya. ternyata faira melihat adegan itu dari balik pintu.
"apakah mereka pacaran ?". gumam faira yg terkejut. setelah mereka berhenti berciuman faira langsung masuk dan berpura pura tidak melihat apapun dan langsung membantu mereka.
selama bekerja faira banyak bertanya tanya dalam hatinya "jika dia menyukai livy kenapa dia mengikuti kencan buta itu, kami bahkan dari pertama bertemu kurang dari 4 bulan" gumamnya sedikit bingung.
"faira sebaiknya kau istirahat duluan agar kita bisa bergantian mengerjakan tugas ini, jika istirahatnya bersamaan akan sedikit lambat." ucap pak doni sambil menatap faira,.
faira hanya mengangguk menyetujui saran pak doni
di kantin faira melihat nedim duduk sendiri dan menghampirinya.
" apa kau tidak bersama livy ?" ucap nedim tanpa menatap faira dan tetap melahap makanannya yg ada di meja
" hari ini kami istirahatnya bergantian karna harus mengejar waktu?" faira kemudian duduk berhadapan dengan nedim
" oohh," jawabannya sangat singkat
" nedim ,?" dengan nada manja faira memanggil nedim hingga akhirnya pria itu mengangkat wajahnya menatap faira
"ada apa ?" ucapnya dengan sedikit mengangkat alisnya
"apa kau sedang berpacaran dengan livy ? " dengan raut yg sedikit sedih dan bertanya tanya
"kau tau dari mana ?" jawab nedim terkejut dan langsung membelalakkan matanya
jawaban nedim membuat jantung faira seakan terhenti memompa darah ke penjuru badannya, ia sejenak mematung.
"aku melihat apa yg kalian lakukan di ruangan tadi pagi, tapi aku enggan bertanya." sambil mengaduk minumannya yg baru saja datang.
nedim menunduk tersenyum tersipu malu "kami baru 2 minggu ini berpacaran."
" sejak kapan kau menyukai livy ?"
__ADS_1
" sekitar satu tahunan ini "
"hah.?" dengan wajah kaget suara faira mengagetkan nedim, nedimpun kembali menatap faira dan ia menyadari jika ia tadi keceplosan menyebut jika ia menyukai livy dari satu tahun lalu, padahal beberapa baru bulan yg lalu ia melakukan kencan buta dengan faira
"kenapa apakau menyukaiku ? " berusaha mencairkan ketegangan saat itu
"yah aku menyukaimu nedim "ucap faira sambil menatap mata nedim dengan serius
"bukankah kau menyukai jeon.?" nedim menunduk
faira dengan sinis tersenyum smirk " aku ini masih tau batasan ku dim, aku menyukai jeon hanya karna dia artis, kenapa kau tidak bisa membedakan itu.?" ucap faira tegas dengan alis terangkat
" apakah aku berkata salah ?"
faira tertawa sinis, " tidak ada yg salah jika kau menyukai seseorang tapi kenapa kau dulu mengajakku kencan buta, padahal kau menyukai livy? kau tidak berpikir kalau aku mungkin atau pasti jatuh cinta denganmu??"
" aku pikir aku bisa jatuh cinta denganmu agar aku bisa melupakan livy karna saat itu livy juga sedang kencan dengan seseorang " sambil meletakkan mengelap mulutnya sehabis makan nedim terpaksa jujur pada faira.
" jadi aku hanya untuk uji tes perasaanmu ?" tanya faira sambil merapatkan bibir karna hampir marah dan merasa di permai kan
"maafkan aku fay aku tidak peka dengan perasaanmu kau benar2 tidak bisa di tebak". sambil memegang tangan faira dengan kedua tangannya
huuuuuuhhhhh
faira menarik nafasnya dalam dalam dan berdiri
" baiklah semoga hubungan kalian baik baik selalu dan langgeng"
" apa kau marah fay ? fay aku menyukaimu tapi tidak untuk pasangan kau benar2 teman yg aku sukai ." nedim kemudian berdiri menyetarakan tinghi wajahanya pada faira
" tidak ada alasan aku marah denganmu. aku harus pergi " langsung meninggalkan nedim usai percakapan itu
"aishh bagaimana bisa dia mengatakan itu" rasa amarah bercampur sedih membuat faira menekan tombol lift berkali kali.
ketika lift terbuka seseorang keluar dari lift faira langsung masuk tanpa melihat sekeliling, ketika lift hendak tertutup seseorang itu kembali dan menahan pintu lift dengan tangannya ternyata orang itu jeon, seketika faira langsung melihat wajah orang yg telah menahan pintu lift itu, jeon hanya berdiri diam mengamati id card yg menggantung di leher faira sambil sedikit menahan pintu lift yg menutup.
"ooh jadi namamu faira??" ucap jeon yg langsung melepas tangannya dari pintu lift dan melihat faira sekilas. " ya" jawab faira singkat karna lift tiba tiba tertutup dan ia sedikit heran
"jadi selama ini dia tidak tau namaku ?" gumamnya dalam hati dengan wajah yg semakin kesal
faira melanjutkan pekerjaan dengan cepat karna hari ini dia akan ke kampus untuk menyelesaikan tugas terakhirnya sebagai mahasiswa
"aku tidak boleh kacau hari ini, nanti sore aku harus bisa menyelesaikan tugas ku"
faira masih kuliah di salah satu universitas dan ini adalah tugas terakhir faira sebelum kelulusan. yah kuliahnya cukup kacau ia sempat terjeda 2 semester karna kesulitan biaya namun akhirnya ia bisa lulus.
di tempat lain jeon sedang mengunjungi sebuah apartemen kecil, ternyata dia sudah janjian dengan pacarnya karna ada yg ingin dibicarakan.
"hay sayang" jeon yg langsung memeluk clara dari belakang. namun pelukan itu langsung dilepaskan oleh clara.
"kenapa sayang ?" jeon sambil mengelus rambut clara dengan lembut, dengan wajah bingung karna clara enggan ia peluk
" jeon aku tidak bisa secepatnya berpisah dengan suamiku." clara berbalik menatap jeon dengan raut sedih
'' kenapa lagi ini, bukankah waktu itu dia setuju untuk berpisah "
__ADS_1
melihat raut wajah jeon yg kesal clara mendekati jeon dan menciumnya
"orang tuaku sangat marah mendengar scandal yg sempat muncul waktu itu. aku harus meyakinkan orang tuaku kalau aku berpisah dengan suamiku bukan karna kamu. aku harus berpura pura baik2 saja dengan suamiku sementara waktu." sambil menangkup pipi jeon dan mencium bibirnya
" kau benar2 mencintaiku kenapa harus di sembunyikan." jeon melepaskan tangan ckara dari wajahnya
"kau seperti tidak belajar dari yg kemarin kemarin ya jeon (dengan nada marah) jika dulu saja kau tidak di restui bagaimana bisa dengan cara yg seperti ini." clara merasa kesal dan membelakangi jeon
jeon terdiam dan mengerti dengan keadaan, clara ingin berpisah dengan suaminya secara2 baik2 depan orang tuanya agar jeon tidak di salahkan. dan clara membutuhkan waktu.
"jadi apa yg harus ku lakukan sekarang ? hmh menunggumu dengan tidak pasti" tanya jeon
" dengarlah!! sementara menungguku bercerai kau kau harus memperbaiki image mu dulu, kau harus berpura2 berkencan dengan wanita lain dulu"
jeon terkejut dengan ucapan clara,. " kenapa harus seperti ini".
"kau hanya perlu berpura2 atau membayar seseorang untuk melakukan itu" tegas clara yg mencemaskan karir jeon, karna dia tau perjuangan jeon memang tidak mudah sampai di titik ini.
jeon mulai memahami maksud clara " karna sifatmu ini lah yg membuatku mencintaimu" sambil memeluk clara
" maafkan aku karna membuat ini jadi sulit jeon." clara dengan manja mengelus wajahnya pada dada jeon
di tempat lain faira sedang berusaha santai di depan livy dan nedim, "hay" sapa faira kepada livy dan nedim yg tengah meminum coffe. sambil berdiri di sudut sudut ruangan kerja
"kapan nih traktir" dengan nada manja faira.
" traktir dalam rangka apa maksudnya nih" tanya livy.
"kan kalian resmi pacaran udah"
jawaban santai itu membuat livy kaget ketika hendak menjawab "aku...."jawab livy langsung di potong nedim
"iya malam ni kita traktir deh". mengangguk tersenyum pada faira dan membuat hati faira merasa tidak karuan lagi.
selepas pulang bekerja mereka langsung menuju restoran barbekyu pilihan faira. saat makan nedim dan livy tanpa sungkan melontarkan kata kata manis dan membuat faira menyadari jika ia tidak boleh membuat hubungan dua orang ini nanti rumit hanya karna perasaannya
" mereka bahagia karna saling mencintai" ucap faira dalam hati sambil melihat keromantisan mereka, faira pun tersenyum, nedim menyadari faira memperhatikannya dan mengatakan "cepatlah punya pasangan fay, aku tau kau dekat dengan staf sebelah kan??" sambil ngeledek..
faira tertawa dan mengatakan "maaf tapi aku mencintai jeon" sambil tertawa recehh..
di tempat lain jeon pun sedang memikirkan rencana clara itu, karna di sisi lain jeonpun masih ingin mempertahankan karirnya.
ia pun melihat di media sosial mencari wanita yg bisa dia ajak kerjasama, tapi selalu ragu dengan pilihannya. jeonpun akhirnya bertanya dengan asistennya dan menceritakan rencananya, jeon dan asistennya sangat dekat hingga tidak sungkan dalam berbicara
" kau benar2 gila haruskah sejauh ini ?" terkejut dan langsung berdiri setelah mendengar penjelasan jeon
" hanya ini caranya agar aku terlihat seperti sudah melupakan clara." jeon memegang tangan asistennya dan mendongak sedikit ke atas menatap asistennya seakan akan memohon
"tapi nanti kan ujung2nya ke clara lagi, bisa gak sekalian suka aja sama orang lain"
"kita tidak sedang membicarakan nanti tapi bagaimana memperbaiki ke kacauan kemarin. bagaimana aku dengan clara nanti akan di lakukan nanti." dengan wajah kesal jeon memutar badannya membelakangi asistennya seperti bocah ngambek
asistennya pun duduk kembali dan menepuk pundak jeon "baiklah, kalau kau mau aku sarankan jangan perempuan yg aktif di media sosial dan bukan seorang model ataupun artis, orang biasa saja,." dengan suara lemah lembut
"kenapa ?" tanya jeon heran
__ADS_1
"orang orang akan gampang mengeksposnya, kau malah kesulitan nanti."
jeon pun menyetujui itu karna meminimkan resiko,.