The Battle Heart

The Battle Heart
cucuku apa bukan


__ADS_3

dua bulan terakhir jeon benar benar mengurangi pekerjaannya sebagai seorang artis, ia lebih fokus pada bisnis yg tengah ia geluti.


"wajahku terlihat cepat sekali menua" ucapnya yg berada di depan cermin sambil mengelus elus wajahnya


"itu karna bapak banyak streess" ucap asistennya judes "makanya pak, udah aja mikirin fairanya, palingan sekarang dia udah kawin ama orang vietnam" sambil merapikan baju jeon yg ada di atas kasur.


mendengar ucapan sang asisten jeon kembali teringat saat ia mencari faira selepas pertunangan jimmy dua bulan lalu. saat itu jeon berusaha keras mengingat bus yg faira kendarai saat ke pameran lukisan jika mengingat plat no bus itu jeon bisa tau dimana faira tinggal, dan bukanlah hal yg sulit bagi jeon untuk mengetahui dimana faira tinggal ia bergegas ke kampung halaman faira dan mencarinya, namun ia sudah terlambat saat baru saja mengetuk pintu rumah yg terbuat dari kayu itu jeon di kejutkan oleh seorang ibu ibu tak lain adalah bu rumi.


"nyari siapa?" sambil menatap jeon yg sedikit menutupi wajahnya dengan jaket hoodie


"fairaa" sahut jeon singkat


"aaaaa, kamu jeon yaa, mau apa nyari faira" tanya bu rumi sambil tersenyum ramah


"ueemmmmhh"


"tapi faira udah gak di sini sekarang" sahut bu rumi lagi yg menyadari jeon tidak mau menceritakan maksud kedatangannya


"kemana?" tanya jeon


"dua minggu yg lalu dia ke vietnam, katanya mau kerja di sana"


"kenapa harus ke sana" sahut jeon yg terkejut, karna lagi lagi usahanya sia sia


"saya juga gak tau, mendadak dia bilang mau kesana, tepatnya dimana, kerja apa dia juga gak bilang"


"apa ibu punya nomornya faira yg bisa di hubungi, soalnya nomornya kemarin sudah gak bisa di hubungi lagi"


"wah saya juga bingung, tiba tiba dia juga gak aktifin ponselnya, saya juga gak tau, tapi waktu itu dia sempat nelpon saya pakai nomor telepon umum kayaknya, cuman mau ngabarin dia baik baik aja, setelah itu dia gak ada ngasih kabar lagi, mungkin sekarang dia punya pasangan di sana"


"mungkin???" tanya jeon sedikit penasaran dengan maksud bu rumi


"faira orang yg sangat ceria dan gampang berinteraksi, tapi soal hubungan pribadi dia tidak pernah cerita satu katapun, bahkan saat ia nikah sama kamu dia gak cerita apapun sampai cerai pula gak ada satu kata yg membahas tentang hubungannya" jelas bu rima panjang lebar.


" bukan tidak mungkin ia akan punya kekasih disana" sambung bu rumi lagi, membuat jeon merassa panas dingin. hampir lima jam perjalanan bukannya bertemu faira ia malah mendengar sesuatu yg sebenarnya tidak ingin ia dengar. Jeon pun pamit dengan hati yg sedikit kacau, yg bisa ia lakukan sekarang hanya pulang.

__ADS_1


sedangkan ibu jeon yg tengah minum teh di samping kolam renang bersama suaminya hanya melamun.


"mas,,," ucap ibu jeon memecahkan keheningan


"apaa,??"


"rasanya kok hidup kita gini gini aja ya sekarang" ucap ibu jeon sambil menarik nafasnya panjang


"emang rasanya gimana bu" tanya sang suami mulai memperhatikan istrinya


" hampa aja, kayak gak ada kesenangan, banyak hal yg ibu sesalin juga di hidup ini" lagi lagi ibu jeon hanya memandang kosong.


"jalan jalan sana bu" ucap sang suami sambil menyeruput tehnya.


"ibu kayaknya pengen punya cucu"


"udah bu jangan berharap lebih sama jeon, kalo mau kita adopsi anak aja" sahut sang ayah dengan santai


"ahh pengennya cucu sendiri mas" rengeknya dengan wajah manja yg hanya di diami oleh ayah jeon.


"benarkah," ibu jeon pun langsung berdiri dari kursinya dan menuju ruang tamu yg berada di depan.


"hay baru pulang yaaa" ucap ibu jeon bersemangat dan mencium pipi kanan dan kiri sang sahabat


"udah dua hari yang lalu" ucap bu nina tersenyum sambil memberi sesuatu pada ibu jeon "ni oleh olehnya"


"makasih apa nih," dengan semangat ibu jeon membuka bungkusan paper bag yg ada di tangannya itu.


"sepatu,, makasih ya nin" ucap ibu jeon sambil mencoba sepatunya.


"oh ya gimana liburannya keliling asia, seru ya pas hari valentine lagi, pasti romantis sama suami"


"seru lah kayak honeymoon kedua, coba kamu liburan juga" sambil menepuk paha sang sahabat.


"bukan liburan yg aku perlu sekarang"

__ADS_1


"terus apa" sambil menyeruput teh yg baru di antar pelayan ibu jeon.


"cucu" ucapnya dengan padat dan jelas membuat bu nina terbatuk. .


uhukk uhukkk .


"kok kaget sih, beneran ini di umur segini aku tu udah pengen nimang cucu sendiri, kamu anakmu perempuan semua udah nikah dan punya anak pasti gak kesepian sekarang.


"oh iya aku pengen tanya sama kamu" ucap bu nina sukses membuat ibu jeon penasaran


"tanya apa, ekspresinya biasa aja dong jangan bikin aku penasaran" sahut ibu jeon


"mantan menantu kamu dulu sekarang dimana"


"aku gak tau juga sekarang faira udah gak ada kabar sekali semenjak pisah sama jeon" memalingkan pandangannya dari sang sahabat, karna tidak ingin sahabatnya tau bahwa pernikahan jeon dan faira hanya sandiwara.


"aku ketemu dia di vietnam dia jualan bunga pas di pusat kota, tapi ia lagi hamil besar waktu itu"


"hahhh" ibu jeon terkejut dengan mata melotot


" kamu gak tau??" menatap lekat ibu jeon yg terkejut " bukannya jeon pisah sama faira baru tujuh bulan ya, perutnya udah besar banget kayak udah mau lahiran"


ibu jeon hanya tertunduk "bagaimana mungkin faira hamil jika mereka saja tidak pernah seranjang dan sudah menulis kontrak tidak akan saling bersentuhan" batin ibu jeon.


"heyyy" menepuk pundak ibu jeon yg melamun


"iyaaa,,,, ohh faira mungkin belum sempat mengabari kami, oh ya aku tinggal ke toilet bentar ya" elak ibu jeon ingin menghindari percakapan yg mungkin akan berkepanjangan.


ibu jeon pun berencana ingin memberitahu suaminya, namun langkah kakinya terhenti di ambang pintu. ia melihat suaminya sedang sibuk bicara dengan seseorang di telpon.


"aku harus menanyakan tentang hal ini ke jeon terlebih dahulu, jika ayahnya tau akan rumit" ibu jeon pun mengurungkan niatnya untuk memberitahu suaminya tentang kehamilan faira, ia meraih ponselnya yg ada di atas meja rias di kamar, iya hanya memberikan senyum pada suaminya yg tengah mengobrol dan berlalu menjauhi kamar.


ia mencoba menelpon jeon tapu yg ia tau sekarang jeon ada di luar negeri untuk bisnis jadi ia hanya mengirimkan pesan /jeon selepas pulang langsung temui ibu di rumah yaa kita bicara/


entah kenapa perasaan ibu jeon jadi tidak karuan, satu sisi ia senang jika benar itu anak jeon dia akan punya cucu, tapi jika tidak ia akan benar2 kecewa dengan faira.

__ADS_1


"jika itu anak jeon, kenapa faira tidak memberitahu kami apapun dan malah menghilang" ia mengerutkan dahinya memikirkan hal tersebut "apa mungkin ia sudah hamil anak pria lain sebelum bercerai dari jeon" pikiran negatif pun muncul di benak ibu jeon, tapi seberapa kuat ia berpikir ia tidak akan menemukan jawaban apapun hingga jeon pulang.


__ADS_2