The Battle Heart

The Battle Heart
episode 4


__ADS_3

faira sekarang benar2 bersemangat bekerja wajahnya selalu berseri, saat tiba di tempat kerja semua orang sudah sibuk dengan urusan masing2 saat sedang mengecek beberapa barang faira di kejutkan oleh livy yg menepuuk pundaknya sembari memberi coffe.


livy : eh fay kamu ada baca artikel gak hari ini ?


faira : tentang apa lagi nih ?


livy : jeon kemarin malam ngedate ama cewek baru.


faira : (terkejut dan menyemburkan minuman yg ada di mulutnya) .


livy : segitunya kaget !


faira : ceweknya siapa ?(takut ketahuan)


livy : gak tau soalnya fotonya tu cewek ke tutup semua, tapi yg pasti bukan mantannya yg kemaren.


faira : dari mana tau ?


livy : di artikelnyaa di jelasin kalo cewek ini tuh tinggi beda sama mantannya.


faira : terus pihak jeon belum konfirmasi yaa.


livy : belum kayaknya, eh itu jeon (sambil menunjuk) kayaknya mau ke ruangan managemennya deh.


jeon berjalan sendiri, ketika melihat faira jeon berhenti "ikutlah denganku" ucap jeon membuat livy dan faira kaget. ""ke kemana?" faira sangat gugup, "ikut saja" sembari menarik lengan faira.


ternyata jeon mengajak faira ke ruangan managernya di situ jeon menjelaskan pada menagernya kalau mereka berdua berpacaran faira benar2 terkejut "aku pikir kau akan merahasiakannya" menatap jeon.


jeon menjelaskan pada managernya jika dia tidak ingin ada yg tau identitas faira, cukup konfirmasi saja jika jeon memang sedang berkencan dengan gadis biasa.


managernya pun segera mengkonfirmasikan berita yg beredar tersebut.


faira kembali bekerja jeon pun pergi karna ada urusan.


livy : fay


faira : apaaa


livy : jangan2 kamu ya yg diberitain ngedate ama jeon?


faira : apaan sih bukan lah


livy : oohh ya sudah


livy pergi tapi masih menaruh curigaa.


beberapa hari berlalu faira sedang libur kerja, dari pagi faira mengecek hp nya tapi tidak ada notifikasi dari jeon.


"apakah aku harus menghubunginya duluan ? bagaimana bisa seorang perempuan menelpon lebih dulu.kenapa dia tidaak menelponku sama sekali" ucap faira sedikit panik.


"sebaiknya aku jalan jalan saja" beranjak pergi dari kamarnya.


faira berjalan ke taman yg tidak jauh dari tempat tinggalnya ketika sedang berjalan melihat sekeliling hp nya berdering zzzzz zzz zzz. faira dengan ceepat melihat dan mengangkat telpon itu.

__ADS_1


jeon : maaf aku tidak menghubungimu beberapa hari ini, aku benar benar sibuk


faira : ya tidak masalah kerjakan saja pekerjaanmu, telpon aku ketika kau tidak sibuk tidak perlu memaksakannya


jeon : aku akan ke luar kota untuk beberapa hari


faira : oh baiklah


percakapan singkat itu membuat faira sedih dan berfikir "beginilah mencintai orang dengan kesibukan melebihi anggota dpr "


rencana jeon berhasil berita lambat laun menenggelamkan ceritanya dan clara dan memunculkan berita terbaru, karir jeon sekarang perlahan memulih dia menerima beberapa kontrak, di sisi lain faira juga memperhatikan berita dan ikut senang,.


jeon mengadakan pesta di rumahnya beberapa temannya datang, faira mengetahui pesta tersebut adalah pesta pribadi bukanlah pesta bisnis faira berpikir jika jeon akan membawanya tapi sampai malampun jeon tidak mengabarinya.


"apa ini perasaanku saja, apa dia benar2 menganggapku pacarnya, dia bahkan tidak menghubungiku ketika pulang dari luar negeri"


jeon seakan akan perlahan menghilang dari faira tapi faira berusaha berpikir positif,


tapi faira membuka media sosial dan melihat lihat beberapa komentar di beberapa akun berita ada satu komentar yg membuat faira terhenti seakan akan membaca rumus kimia (aku pikir kencan itu hanya alibi jeon saja) ucap seorang di komentar.


"mungkin kah" ada banyak pertanyaan di benak faira dan dia tidak dapat menjelaskan kepada siapapun tentang hal itu.


"tok tok tok" seseorang mengetuk kamar kos faira, gadis itu bergegas membuka pintu. ternyata ibu kos "fay ada yg nyari kamu tuh di luar" ucap ibu kos yg sambil menunjuk ke arah orang itu. "oh iya" faira turun dan melihat seseorang berdiri di depan mobil yg biasanya di pakai orang orang kaya, "siapa ya?"


"apa kau bernama faira?" tanya orang itu


"iya, ada apa ya pak" tanya faira heran


"saya ingin menjemput anda karna keluarga jeon ingin bertemu anda" mengajak faira dengan sopan.


"ini permintaan orangtuanya" membujuk faira


faira tidak ada alasan untuk menolak


"baiklah aku akan bersiap dulu" sembari berbalik.


ketika tengah bersiap faira menelpon jeon tapi tidak di angkat "kenapa dia tidak mengangkat telponku terus" membuat faira sangat kesal fairapun mengirim pesan teks berharap di baca "jeon aku sedang menuju rumah orang tuamu"


jeon yg selesai pemotretan langsung mengambil hp nya melihat ada 6 panggilan dan 1 pesan jeon yg mendapat pesan itu sontak terkejut dan mengatakan harus pulang pada managernya.


"aku harus pulang sebentar" ucap jeon dengan wajah panik


"bukankah kau sudah berjanji akan makan siang dengan tim hari ini" ucap managernya


"maafkan aku" tanpa berganti pakaian bergegas meninggalkan tempat pemotretan.


faira sudah 1 jam berlalu berada si rumah jeon keluarganya sangat ramah membuat faira ikut senang, tapi saat sang ayah jeon datang semuanya bagai api yg tersiram air, ibu jeon pun langsung menyuruhku berkenalan dengan ayahnya.


"sayang dia ternyata gadis yg manis" rayu ibu jeon pada ayahnya sembari memperkenalkan faira


"ya, duduklah aku akan bicara" ucap ayah jeon yg seperti kurang menyukai faira


faira duduk dengan kepala tertunduk dan jarinya tidak berhenti memainkan gelangnya karna gugup bercampur takut.

__ADS_1


saat itu faira menjawab jujur semua yg di tanyakan ayah jeon dari pekerjaan status sosial tentang keluarga.


"kenapa rasanya seperti di interogasi" faira keceplosan dan spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"maaf maaf maafkan saya" ucap faira penuh kepanikan.


"ha ha ha ha ha" semua orang tertawa termasuk ayah jeon melihat yg dilakukan faira.


"itu memang pekerjaanku" ucap ayah jeon sambil tersenyum, ayah jeon merupakan pensiunan seorang polisi jadi tidak heran jika ketegasan di wajahnya terlihat.


keluarga jeon terlihat sederhana meskipun anaknya sukses berkarir dan mendapatkan uang tapi kehidupan mereka benar benar terlihat sederhana dan dapat berbaur dengan masyarakat biasa.


tiba tiba jeon masuk dengan wajah panik.


"itu jeon datang" ucap neneknya sembari berdiri ingin memeluk jeon.


"lepaskan nek" ucap jeon sembari melepaskan pelukan neneknya.


"dia benar2 sudah besar sekarang sudah tidak suka di peluk nenek" ucap neneknya yg terlihat sedikit kecewa.


"bukan begitu nek, aku harus bicara dengan faira dan mengantarnya pulang" ucap jeon sambil melihat neneknya.


"kenapa terburu buru, faira bilang dia bebas hari ini di karna sedang libur" bantah ibu jeon. jeon pun terdiam dan fairapun terdiam melihat tingkah jeon yg seakan tidak menyukainya bertemu keluarganya.


"sebenarnya aku ada janji sebentar lagi aku harus pergi sekarang" ucap faira kepada semua orang.


"benarkah,? baiklah, tapi bisakah kau minggu ini menemui kami ada yg ingin ku tunjukkan." ucap ibu jeon.


faira melihat ke jeon tapi jeon diam saja. "aku tidak janji tante" ucap faira yg langsung mengambil jaket dan tasnya.


"aku permisi dulu" faira dan jeon langsung keluar rumah, menuju mobil jeon.


di dalam jeon melihat faira yg hanya diam jeon menyadari kenapa faira terdiam.


"maaf karna tidak menghubungimu aku benar benar sibuk" ucap jeon sambil meraih tangan faira.


"benarkah" ucap sinis faira tidak percaya..


"maafkan aku" rayu jeon


"tidakkah kau hanya memanfaatkanku untuk menutupi scandalmu" ucap faira dengan jelas sambil melihat keluar jendela mobil.


"kenapa kau bisa berpikir seperti itu" ucap jeon menatap faira sambil menyetir mobilnya.


"perhatikan jalan saja" ucap faira karna dia sadar bicaranya tanpa bukti.


sepanjang jalan mereka hanya diam saja ketika sudah sampai faira hendak keluar tanpa mengatakan apa pun namun di tahan jeon


"fay aku mencintaimu, aku akan berusaha mengabarimu sebisa mungkin" ucap jeon yg tidak ingin melihat faira sedih tapi juga enggan mengatakan sebenarnya.


mata faira berkaca kaca berusaha menahan kesedihannya.


"iya" jawaban singkat itu membuat jeon terdiam dan membiarkan faira keluar dari mobil.

__ADS_1


diperjalanan jeon mengingat pembicaraannya dengan faira "kenapa aku tidak jujur saja kenapa aku harus mengatakan aku mencintainya kenapa aku tidak tega melihatnya" ucap jeon sedikit frustasi dan memukul mobilnya.


__ADS_2