
"kau yakin tidak meninggalkan sesuatu"
"ahh, semua sudah siap" faira memberikan kode ok dengan jarinya dan memasang sabuk pengamannya.
setelah beberapa jam perjalanan faira dan jimmy pun sampai di sebuah rumah, rumah itu berada di kaki gunung di kelilingi bukit bukit yg hijau, dan tidak jauh dari pantai. faira yg baru keluar dari mobil langsung terlihat bersemangat
"wooooaaaaahhh,. bagaimana kau tau tempat seperti ini jim?" faira langsung meregangkan badannya yg pegal sambil menghirup udara segar disana.
jimmy tersenyum manis sambil membuka bagasi mengangkat barang2 mereka.
"kita akan menginap di sini?" sambil menunjuk rumah yg hampir di kelilingi kaca itu.
"iyaa, ayo masuk" ucap jimmy sambil membawa koper mereka masuk
faira mengambil kopernya yg di bawa jimmy "sini koperku" faira melihat sekeliling rumah itu dari depan dia bisa melihat pantai, di belakang rumah itu terdapat bukit yg sangat cantik.
"ini kamarmu kamarku di sebelah" jimmy menunjukkan sebuah kamar tempat untuk faira dan menunjukkan kamarnya. faira hanya mengangguk dan masuk.
"apa kau sudah berganti pakaian" jimmy memanggil faira yg masih di kamar, faira pun keluar setelah selesai berganti pakaian.
"kita akan kemana dulu" tanya faira antusias
"kita temui teman2ku mereka sudah di pantai"
"kau dengan teman temanmu???"
"tentu saja, mereka juga menginap di sini"
"aku pikir hanya kita berdua"
"aku tidak sanggup membayar sewa rumah ini tanpa mereka, apa kau berharap hanya kita berdua" ledek jimmy sambil tersenyum, faira sangat grogi dan menepuk pundak jimmy.
"ayoooo" semangat jimmy sambil menarik tangan faira.
setibanya di pantai jimmy menghampiri temannya yg sedang berkumpul, jimmy menyapa temannya yg bernama nari, lisa, chen dan bobi mereka semua adalah dokter yg satu rumah sakit dengan jimmy.
"hay gaes" jimmy melambaikan tangannya di sambut antusias oleh temannya
"ku kira gak jadi dateng" ucap bobi
"jadi lah sorry telat" sahut jimmy
"kenalin ni faira" sambil memperkenalkan faira
"udah kenal aku sama dia" ucap lisa sembari tersenyum
faira yg mendengarpun diam ia merasa semua orang mungkin mengenalnya sebagai istri jeon.
"gak papa kamu harus happy happy aja" bisik jimmy yg menyadari pikiran faira
faira pun tidak mau ambil pusing ia lebih memilih menikmati liburannya dari pada memikirkan tentang pikiran orang lain.
"bagaimana kalau kita bakar bakar malam ini" ucap chen
"berarti sekarang kita harus ke supermarket dong buat belanja, bentar lagi malam nih" sahut nari
"ya udah ayuk balik" ajak jimmy
"gimana kalo aku, nari, sama faira yg belanja" ucap lisa
"iya,, boleh,, ayuk" ucap faira.
mereka pun berpisah, nari faira dan lisa belanja, sedangkan jimmi chen dan bobi kembali ke penginapan untuk menyiapkan beberapa barang.
"kamu sama jimmy deket ya" tanya lisa sambil memilih milih makanan
"ya, kami sahabat baik" jawab faira dengan tersenyum
"apa tanggapan jeon melihatmu dekat dengan jimmy kan mereka sepupuan"
__ADS_1
nari yg mendengar ucapan lisa langsung mencubit lisa
"Aaaaww, sakit ri"
"maafin lisa ya" ucap nari
"gk papa, aku gk punya hubungan apa pun dengan jimmy, kami benar2 murni bersahabat dia orang yg sangat baik yg pernah aku kenal" faira memuji jimmy
"bukankah kau di beritakan bercerai dengan jeon" tanya nari sungkan
"ya, kami memang sedang mengurus perceraian"
"tapi kalian nampak serasi" sahut lisa
faira terkekeh sambil menatap barang yg akan ia ambil.
"kau tau artis itu menampilkan yg terbaik dalam dirinya, tapi buruknya mereka simpan rapat rapat" ucapan faira sontak membuat nari dan lisa terdiam.
merekapun melanjutkan berbelanja dan segera pulang sesampainya di penginapan mereka mempersiapkan makanan dan menikmati malam menyenangkan itu.
"gimana kalo kita main game truth or dare?" ajak bobi yg sedang duduk sambil memakan jagung bakar
"seru nih ayooo" ucap lisa semangat
sebuah botol pun mulai di putar bobi daaann ujung botol berhenti di chen.
"ok,, truth or dare chen?" semangat mereka berteriak
"truth dehh"
"oke,, ngapain dokter mira pagi pagi udah keluar dari apartemen lu??"
"Haaaaahhh" semua orang yg mendengar pertanyaan bobi langsung terkejut
"anj** tau dari mana lu" chen salah tingkah
"jawab aja cepet" ucap bobi sambil tertawa puas.
"jadi kalian udah jadian" mata lisa melotot bertanya. chen hanya mengangguk
"wooooowwww" mereka semua heboh dan memberi selamat buat chen
"ni anak gk ngomong2 udah jadian takut di mintain traktir" ucap jimmy
"iya lah kalian kalau di traktir gak mikir2 mintanya langsung kaviar" ucap chen sambil tertawa receh
"iya iya gak kita nanti minta di traktir di kantin aja yaa" ucap jimmy yg langsung di setujui oleh teman yg lainnya
"ok kita putar lagi yaa" seru bobi sambil memutar kembali botol,, ssssttttttt botol berhenti di jimmy
"truth truth truth" belum juga di tanya jimmy udah terima tantangan jujur aja.
"buat siapa anting yg lu beli waktu itu" tanya chen.
"oh jimmy beli anting" tanya nari keheranan.
"iya waktu itu gak sengaja ketemu, aku tanya dia malah senyum senyum aja gk jawab" ucap chen
"ya udah kalo gitu lu jawab di sini jim, kasian chen penasaran tuh" ucaap nari sambil menunjuk chen.
jimmy tertunduk malu dan grogi "belum gue kasih ke orangnya masih gue simpen" ucap jimmy yg sesekali melirik faira.
"yaaahhhh gak jelas banget deh jadinya, kalo gitu lu harus terima dare aja oleh jawabannya gak pasif, lu gendong lisa aja ke kamar sebagai gantinya nanti" ucap chen membuat semua orang tertawa.
permainan berlangsung menyenangkan karna sudah larut malam mereka memutuskan untuk tidur.
"udah malam nih yuk tidur" ucap chen sambil menutup mulutnya karna menguap.
"tapi jimmy harus gendong lisa dulu ke lantai atas" ucap nari mengingatkan.
__ADS_1
"gendong gendong gendong" mereka pun bersorak sampai akhirnya jimmy menggendong lisa masuk ke kamar. faira yg melihatnya tertawa dan masuk kamar lebih dulu.
faira yg masuk kamar langsung mengecek ponselnya ternyata ada panggilan tak terjawab dari pengacara yg mengurus perceraiannya, faira pun menelpon balik.
"hallo pak, gimana gimana maksudnya,"
"hallo bu, pak jeon belum menandatangani surat perceraian bu jadi ibu harus bicara dulu sama pak jeon.
"baiklah aku akan pulang minggu depan" faira mematikan ponselnya dan duduk di pinggir kasur ia ingin menelpon jeon tapi merasa malas.
"tinggal tanda tangan aja susah banget si, bikin mood orang hancur aja" gumam faira dan langsung menaruh ponselnya dan memilih untuk tidur namun di kejutkan oleh suara ketukan
"fay udah tidur belum" panggil jimmy dari balik pintu.
faira membuka pintu "ada apa jim, baru mau tidur aku" sambil menguap
jimmy memberikan obat nyamuk untuk faira "takutnya banyak nyamuk, tinggal colok kok"
"tinggal colok di hidung mu" ucap faira tertawa sambil memegang hidung jimmy.
"gak di sana kan ada buat nyolok" jimmy salah tingkah dan masuk kamarnya tanpa menoleh ke faira, faira hanya tertawa melihat tingkah jimmy.
"si dokter lucu banget" gumam faira sambil kembali masuk kekamarnya dan tidur.
pagi harinya
tok tok tok suara ketukan dari balik pintu mengejutkan faira yg masih tertidur "aduuhhh ngagetin aja" ucap faira yg menggeliat matanya hampir tidak bisa di buka namun ketukan pintu itu terus bergema memaksa faira beranjak dari kasur.
"ayo joging, udaranya seger banget nih" ucap jimmy yang sudah memakai pakaian joging.
"aku masih ngantuk jim''
"seger banget lo, ayoo" jimmy langsung menarik faira
"iya iya aku ganti baju dulu" faira pun mengalah dan bersiap,
"udah siap"
"udaaahhhh ayo" seru faira
merekapun berlari mengikuti jalan.
"bener jim seger banget udaranya"
"iya lah, ini tuh bagus buat kesehatan juga bikin kita semangat menjalani hari"
"iya pak dokter" ucap faira sedikit tersenyum
tanpa mereka sadari mereka berlari sambil berpegangan tangan dan berhenti di pinggir jalan yg sampingnya jurang, faira memegang pagar yg membatasi jalan dan jurang,
"pemandangannya bagus banget ya jimm, aku pengen lama lama lagi deh di sini"
"tinggal stay aja kali" ucap jimmy
"aku harus balik besok"
"loh kok cepet banget, kan masih ada 3 hari lagi"
"aku harus ngurus perceraianku dulu, kamu di sini aja, aku bisa pulang sendiri"
"gak, gak seru kalo kamu gak ada" mendadak jimmy bertingkah manja
"ihhh, gak papa habisin aja waktu liburan kamu, cuman ketinggalan 2 hari doang"
melihat jimmy yg merajuk karna faira akan pulaang lebih dulu
"ayo balik ke penginapan, aku bakal masakin semur telur puyuh yg gak sempet aku bikin pas ulang tahunmu kemarin" rayu faira sambil tersenyum membuat jimmy juga tersenyum.
"aku harap kamu selalu bahagia fay" batin jimmy yg berjalan di belakang faira.
__ADS_1
yaa laki laki itu memang tulus, ia selalu ada untuk faira, meski banyak yg mengatakan jika mereka tidak pantas bersama jimmy tetap tulus membantu faira tanpa pamrih .