The Battle Heart

The Battle Heart
episode 2 hal yg tidak terduga


__ADS_3

tanpa terasa tiga bulan sudah berlalu, faira akhirnya bisa melunasi hutangnya pada bosnya dulu, sekarang dia sedikit bersantai tapi tidak dengan semangat bekerja, dia tetap bersemangat karna bisa bertemu beberapa idolanya meskipun hanya melihat tanpa bicara.


saat tengah bekerja seseorang memanggil faira, ia adalah pemimpin di tim lain tapi sudah sangat dekat dengan faira.


"faira apa kau melihat livy..?" ucapnya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri berharap livy muncul.


"bukan kah livy sedang tugas luar kota,?" tanya faira sedikit heran


" saya tidak tau dia bukan di tim saya makanya saya bertanya sama kamu."


faira cengingisan malu "kenapa bpk mencari livy.?"


" saya kekurangan staf untuk mengikuti project saya dan tengah hari nanti harus berangkat."


faira hanya menganggukkan kepalanya dan ia juga bingung harus menjawab apa,


" Apakah jadwalmu padat hari ini ?" ucap pemimpin itu sambil memutar badannya dan melihat faira


"hari ini sedikit lebih santai, tim kami sudah menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari dugaan." sedikit mengangkat bahu faira pun tersenyum


"mau kah kau ikut project ini sebentar menggantikan bu wiwik, hanya 2 hari" bujuknya sambil menunjukkan dua jarinya.


"aku sih mau mau aja, tapi bukan kah bapak harus menanyakan pada pak doni (leader di tim faira). ucap faira dengan wajah dan nada manja


"itu gampang.!! ayo bersiap !" serunya sambil menjentikkan jarinya


faira mendapatkan ijin ikut projek itu untuk membantu staf yg lain, dia segera pulang dan bersiap. Tidak lama mobil perusahaanpun datang menjemput faira dan faira langsung masuk dan berangkat.


mereka ternyata menuju hutan pinus untuk syuting video klip jeon yg terbaru. selama bekerja faira tidak henti2nya mengagumi jeon.


"aku beruntung ikut hari ini" dengan wajah sumringah faira tak henti hentinya tersenyum melihat jeon


"wah dia benar benar keren, benar benar tampan" ucapnya dalam hati penuh kegirangan.


syuting pun selesai untuk hari itu dan mereka menginap di villa untuk beristirahat dan melanjutkan kerja besok pagi lagi,.


di tengah malam faira ingin ketoilet ia berhenti di tengah tengah pintu dapur dan melihat jeon yg sedang mengambil minum di kulkas dengan kaos putih dan celana panjangnya pria itu sangat tampan dengan wajah bare face, "menenggak minumanpun ia terlihat sangat sexy, apa lagi kalauu......"


"ah apa yg ku pikirkan" faira menghentikan hayalannya karna sesuatu ingin cepat keluar dari badannya, toiletnya tidak jauh dari tempat jeon berdiri, faira sangat malu untuk melangkah, tapi jika tidak melangkah dia tidak tahan.


"kau mau kemana ?" tanya jeon dengan botol minuman di tangannya


" uemmhh, ke toilet." dengan suara tertahan faira buru buru masuk toilet tanpa menghiraukan apakah jeon ingin bertanya lagi atau tidak


glk glk glk


menenggak minum lagi sepertinya ia sangat kehausan


jeon hanya melihat sekilas maklumlah orang tampan emang gitu, faira langsung duduk di toilet dan sesuatu keluar begitu menggelegar, "ah leganya,! apakah dia(jeon) masih di luar, ah tidak mungkin juga dia masih di luar"batin faira bertanya tanya namun ia juga yg menjawab pertanyaannya sendiri

__ADS_1


selesai pembuangan faira keluar dan betapa terkejutnya dia melihat kalau jeon masih disana "apakah dia mendengar bunyinya, jika iya betapa memalukannya" gumamnya dalam hati


" apakah sudah selesai ?"


"apa maksud pertanyaannya, apa dia meledekku dengan wajah datarnya" batin faira dengan alis dan jidat yg sedikit mengkerut kebingungan


" ya, apa kau juga mau ke toilet ?" ia berusaha santai menjawab jeon meski sebenarnya ia ingin menghilang dari pandaangan jeon


"iya aku sama sakit perutnya seperti kamu." ucap jeon dan langsung masuk ke toilet tanpa menghiraukan faira


"ha !! ohhh iyaaa" hanya rasa malu yg menyelimuti faira saat itu, ia tidak tau harus berbuat apa perutnya seakan kembali sakit karna malu yg amat dalam


"bagaimana dia tau apakah dia mendengarnya" gumam dalam hati


"ah malunya " bersuara sedikit kencang, dan berlari ke kamarnya..


ke esokkan harinya mereka melanjutkan pekerjaan dan selesai lebih cepat, dan waktunya pulang, selama bekerja faira tidak berani melihat jeon karna malu, tapi jeon justru sebaliknya sangat santai.


setibanya di rumah faira langsung beristirahat "sebaiknya aku besok harus ke sauna badanku sangat lelah, mumpung besok libur" gumam sambil memejamkan mata.


keesokkan harinya setelah pulang dari sauna faira berhenti di mini market yg tidak jauh dari tempat tinggalnya, dia membeli beberapa makanan dan keperluan, selesai belanja dia melihat kerumunan orang sedikit heboh terlihat seperti mencari sesuatu, seseorang dari kerumunan berkata.


" kenapa dia tidak terlihat lagi, sepertinya tadi arahnya kesini. beberapa orang melihat sekeliling .


" ada apa yaa kok rame orang berlarian" faira penuh tanya tapi tidak ingin bertanya dan berjalan dengan santai sambil menenteng barang belanjaannya.


ketika hendak membuka gerbang kos kosan faira terkejut melihat jeon bersembunyi di balik gerbang dengan nafas tidak beraturan seperti habis dikejar psikopat.


sssttttt


jeon berdiri dan mendekap mulut faira.


"diam dan tolong aku" ucapnya terengah engah


faira langsung melepaskan tangan jeon dari mulutnya dan langsung menarik tangan jeon


" ayo ikut aku sebelum seseorang melihatmu" menarik jeon menaiki tangga karna kamar faira ada di lantai dua


sesampai di dalam kamar kos faira memberinya minum dan menyuruhnya duduk di atas ranjang faira karna kamar faira sangat kecil ia hanya punya satu bangku kayu untuk makan dan untuk belajar jadi sangat sungkan untuk menyuruh jeon duduk di kursi yg sudah usang itu, ia menyuruh jeon menarik nafasnya perlahan agar tenang ketika jeon sudah terlihat tenang dan nafasnya pun tidak terengah engah seperti tadi faira kemudian menarik kursi kayunya yg ada di depan meja belajar sekaligus meja skincarenya dan meletaknya berhadapan dengan jeon namun dengan jarak yg agak jauh.


"kenapa kau bisa berada disini tanpa asisten atau pun bodyguard." tanya faira dengan wajah yg khawatir


"aku hanya ingin membeli sebuah minuman yg berada di dekat sini tapi aku tidak menyangka beberapa org langsung heboh dan mengejarku'' ucap jeon menunduk karna merasa sedikit terkejut


"jadi orang orang yg heboh tadi mencarimu.?"


" ya makanya aku bersembunyi disini untung ada kau.."


faira sempat terdiam membiarkan keheningan berada di tengah tengah mereka berdua "sebaiknya kau menyuruh bodyguard mu menjemputmu." ucap faira sambil beranjak dari kursinya dan menggaruk leher belakangnya karna sangat gugup.

__ADS_1


bagaimana tidak ia sekarang berada di kamarnya dengan jeon orang yg faira gila gilakan ketampanannya, namun ia berusaha mengontrol perasaannya yg sebenarnya girang atau bingung tak karuan.


"tidak sekarang sepertinya beberapa org masih heboh di luar, sebaiknya aku bersembunyi di sini untuk beberapa saat,."


"baiklah kau bisa beristirahat dulu di kasurku"faira beranjak membuka lemarinya dan mengambil selimut dan memaparnya di lantai dekat pintu


melihat itu jeon merasa tidak nyaman ia


" tidak kah masalah sebaiknya kau yg di sini" (sambil menepuk kasur)


" tidak apa2 kau pasti tidak terbiasa tidur seperti ini, lagi pula ini hanya sementara." faira merekahkan senyumnya menunjukkan pada jeon betapa ia sangat tulus membantu jeon


karna sudah cukup lama faira beranjak dan berdiri ia membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat keadaan di keluar


"sepertinya sudah tidak ada orang lagi" batin faira sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya karna merasa sangat dingin, tentu saja dingin saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


ketika masuk ke dalam kamar faira melihat jeon sudah tertidur pulas di kasurnya, faira ingin membangunkannya tapi merasa tidak nyaman, "sebaiknya ku biarkan saja dia tidur, mungkin tidak lama lagi dia akan bangun saat di jemput bodyguardnya," gumamnya sambil melihat jam menunjukkan pukul 10 :15 malam


faira menatap wajah jeon dari jauhh " wah apakah aku sedang bermimpi,? seorang jeon tidur di kamarku dan hanya kami berdua di ruangan ini😏😏"" faira langsung memukul pipinya "apa yg ku fikirkan apakah aku sudah gila" sambil tersenyum malu..


beberapa saat kemudian faira tertidur di lantai sambil memeluk buku yg belum selesai dia baca karena mengantuk,.


zzzzzzz zzzz zzzzz, bunyi hp membangunkan jeon sontak membuat jeon terkejut karna managernya menelpon dan mencari keberadaanya, tapi jeon tidak sempat mengangkatnya. Dia bangun dari tempat tidur dan melihat faira tidur di lantai dengan selimut seadanya "apakah dia bodoh kenapa dia begitu baik dan mau menyerahkan kasurnya pada orang lain, sedangkan dia tidur seperti itu" gumam jeon sambil melihat faira tidur.


zzzz zzz zzz handphone jeon berbunyi lagi kali ini faira pun terbangun jeon pun sedikit menjauh untuk mengangkat telepon itu, "aku tidak menginap di hotel dengannya" ucap jeon bicara di telepon..


"dengannya ? apakah maksudnya mantannya yg itu, jika benar berarti orang yg di telepon itu tidak suka sehingga jawaban jeon begitu? ...... ahhh itu bukan urusanmu ingat!!" fairapun ke kamar mandi untuk mencuci muka, belum selesai mencuci wajah " tok tok tok" jeon mengetuk pintu kamar mandi "sebentar" sahut faira sedikit nyaring lalu buru buru membuka pintu kamar mandi.


"aku harus segera pulang asistenku sudah menunggu di bawah,."


" yah tentu saja berhati hatilah"


" hmm"'


faira melihat dari jendela hingga jeon masuk ke mobilnya, "untung pagi sekali jadi tidak ada orang yg melihatnya" sambil bernafas lega di melangkah ke kamar mandi bersiap untuk bekerja.


di tempat lain jeon di marahi habis habisan oleh managernya


'' bagaimana bisa kau berlari mengumpat dari bodyguardmu seperti kemarin," ucap manajernya sambil berjalan mondar mandir di depan jeon yg tengah duduk di kursi.


"jika aku bersama mereka ( bodiguard) mereka tidak akan mengijinkanku bertemu clara (mantannya yg sudah menikah)." ucap jeon sambil memalingkan wajahnya dari pandangan manajernya


" berapa kali ku peringatkan kau berhenti berhubungan dengannya, dia belum resmi bercerai dengan suaminya, ini akan mempengaruhi karirmu jika tertangkap paparazi lagi." ucap manager jeon mendekati wajah jeon sambil menunjuk wajahnya karna marah dan ingin jeon mengerti


"yah baiklah aku mengerti" ucapnya dengan raut kesal.


" aku harap kau benar2 mengerti kita sedang ada kontrak yg belum selesai jika kau terkena scandal lagi dan melanggar kontrak, kita harus ganti rugi sesuai perjanjian,."


"baiklah baiklah," lagi lagi jeon menjawab dengan raut wajah yg berhasil membuat setiap orang kesal, managernya pun menarik nafasnya berat dan memegang rambutnya karna pusing dengan tingkah jeon

__ADS_1


jeon masih sangat mencintai clara. orang tua clara tidak setuju dengan jeon karna dia seorang artis padahal clara juga seorang artis drama, entah apa alasan yg tepat pun jeon tidak tahu . clara dinikahkan oleh orang tuanya dengan seorang pengusaha dan clara tidak bisa menolak meski dia juga mencintai jeon. tapi langkah mereka cukup berani untuk memutuskan berselingkuh.


clara adalah gadis cantik yg punya postur badan sangat bagus, ia termasuk sukses dalam keartisannya, ia cenderung memerankan karakter protagonis karna wajahnya yg cantik dan memiliki ciri wajah seperti orang yg sangat baik hati, bagaimana itu sangat sulit di ungkapkan.


__ADS_2