
sampai di penginapan faira memasak semur telur untuk jimmy.
"enak banget baunya nih, masak apa?'' nari yg baru selesai mandi mencium aroma masakan faira dan mendekati.
"semur, aku masak banyak nih bentar lagi mateng, panggil yg lain biar makan bareng" ucap faira sambil mengaduk masakannya
"oke, jim jangan di liatin aja bantuin fairanya. gue manggil yg lain dulu"
"matamu, dari tadi gue udah bantuin, lu yg gak ngapa ngapain" ucap jimmy ngegas sambil menyiapkan peralatan makan, nari hanya tersenyum meledek langsung pergi memanggil yg lain.
"Aawwww,"
"kenapa" jimmy panik langsung menghampiri faira
"aku lupa pake serbet mau ngangkatnya" ucap faira sambil memegang tangannya yg kepanasan.
"ya udah aku aja, ini langsung ke atas meja ajakan"
""iyaa"
ketika yg lain sudah berkumpul di meja makan bersiap untuk makan jimmy malah pergi.
"jim mau keman mau makan nih" ucap bobi yg menoleh ke arah jimmy jimmy keluar tanpa bersuara. dan beberapa menit kemudian jimmy kembali masuk dengan kotak p3k di tangannya yg di ambil dari mobilnya.
jimmy langsung mendekati faira "sini aku obatin tangannya" langsung mengambil tangan faira dan mengobatinya.
"woooaaaaahhh" seru teman2nya
"cepetan kawin aja kan udah mau cerai" ucap lisa tanpa saring
"mulut lo ya lis, gue kasih cabe nih" nari sedikit jengkel dengan lisa karna ceplas ceplos
mendengar omongan lisa jimmy dan faira hanya diam, faira yg merasa tidak nyaman langsung menarik tangannya kembali "aku bisa sendiri, kamu makan aja"
jimmy pun seperti ling lung langsung duduk untuk makan, keadaan sempat canggung karna ucapan lisa
"enak banget nih, aku mau nyoba resepnya nanti yah, buat masakin suami aku nanti" ucap nari ingin mencairkan suasana yg sempat canggung
"pacar aja gak punya, udah bayangin suami" sahut bobi sambil tertawa meledek nari.
"ayo habis ni kita jalan jalan lagi katanya ada air terjun gak jauh dari belakang gunung."ajak chen
"ayooo"
mereka sangat bersemangat dan bersiap siap, mereka menuju air terjun yg berada di balik gunung.
"gila bagus banget" sorak lisa
"mandi lagi nih" ucap faira yg buru buru nyemplung ke air
jimmy melihat faira yg tersenyum kagum pada keindahan alam itu,
"cantik banget ya jim" ucap faira sambil menunjuk pemandangan
"iya cantik" yg jimmy maksud adalah faira ia tidak berhenti memandang faira, sampai faira menoleh ke arahnya membuatnya tersadar.
bobi mendekati jimmy yg saat itu hanya duduk di sebuah batu besar dan hanya melihat teman temannya bermain air
"kenapa gak jujur aja sih dari pada di pendem" ucap bobi
"apa sih"
"gak usah ngelak, lu suka kan ama faira"
"kata siapa"
"orang gila juga tau"
jimmy hanya terdiam mendengar penuturan bobi
"ungkapin aja di terima apa gak urusan belakangan, dari pada belum di ungkapin tapi udah merasa di tolak"
"nanti lah nunggu siap"ucap jimmy sambil tertunduk malu, sesekali ia menggaruk garuk kepalanya.
__ADS_1
selesai bermain mereka akhirnya pulang ke penginapan dan berkumpul di ruang tengah
"aku besok duluan pulang" ucap faira di tengah tengah keheningan
"loh kok cepet banget masih ada dua hari lagi lo liburannya" sahut chen
"ada yg harus aku urus"
"iya aku besok juga pulang ngantar faira" ucap jimmy
"gak usah aku bisa sendiri, kamu liburan aja" tolak faira
"gak fay, kamu berangkat sama aku pulang juga harus sama aku"
"emang gentleman banget ya lu jimm" ledek bobi
"oke ya udah tidur aja dulu besok pagi pagi kalian cepet berangkat soalnya lagi musim holiday kemungkinan jalanan macet kalo gak cepet cepet" ucap chen sambil meminum kopi.
semua orang pun beristirahat terkecuali faira ia sedang merapikan barang barangnya untuk pulang besok.
"aku boleh masuk" ucap jimmy yg berada dekat pintu
"masuk aja" dengan tangan yg masih melipat baju bajunya
jimmy pun duduk di depan faira sambil melihat faira melipat baju
"kamu happy?"tanya jimmy
"tentu saja, ada apa kok nanya gitu"
"gak,, gak papa, ini buat kamu". jimmy memberikan sebuah kotak kecil dan langsung di ambil faira
"apa nih" sambil tersenyum dan melirik jimmy
faira terkejut dan diam mematung setelah melihat isi dari kotak tersebut adalah anting yg sempat di bahas chen.
"kamu jangan marah, aku hanya ingin jujur sama kamu" ucap jimmy
"iyaa, aku suka sama kamu, tapi kamu pasti paham kenapa aku diam aja selama ini"
"yaaa, tapi sejak kapan"
"sejak kakekmu nunjukin fotomu dulu, aku suka hanya karna melihat fotomu dulu, dan kita bertemu saat pemakaman kan, kamu mungkin gak sadar kenapa aku terpleset saat itu"
"kenapa"
"aku hanya memperhatikanmu sampai tidak melihat jalanku"
"jadi sejak itu" ucap faira
"yah, aku sempet nyari kamu tapi katanya kamu pindah, tapi tuhan kembali mempertemukan kita tapi dengan keadaan yg menurutku benar benar tidak tepat"
faira hanya mematung mendengar pengakuan jimmy, matanya hampir berkaca kaca.
"kau jangan bingung seperti itu, aku hanya mengungkapkan tanpa meminta apa pun darimu" ucap jimmy sambil mengacak acak rambut faira
"bagaimana kau bisa bertahan selama itu?" tanya faira
"entahlah"
jimmy hanya menatap faira dan bangun
"tidurlah kita akan pulang besok" ucap jimmy sembari meninggalkan faira di kamarnya.
faira hanya terdiam mengingat momen dimana jimmy ternyata begitu peduli padanya
"kenapa kau memilih jalan sulit jim" batin faira
jimmy yg baru masuk ke kamarnya terdiam mematung sambil bersandar di pintu yg baru saja ia tutup "jangan membenciku fay setelah kau tau perasaanku" batin jimmy
pagi pun tiba faira bergegas membereskan tempat tidurnya dan bersiap, jimmy pun sudah memanaskan mobilnya.
"kau jadi pulang" tanya nari pada faira
__ADS_1
"yah, nikmati sisa liburan kalian yaa"
"kau bukan pulang karna omongan lisa kan"
"bukann bukann tentu saja bukan itu, aku memang ada urusan"
"baiklah berhati hatilah" ucap nari sambil membantu memeluk faira sebentar
faira dan jimmy pun pergi saat matahari baru saja muncul. di sepanjang perjalanan faira hanya diam, tidak sama saat waktu berangkat yg begitu antusias.
"semangat dong kan baru selesai liburan" ucap jimmy memulai topik
"semangat kokk, eemmmh jim?"
"iya apa"
"makasih ya buat antingnya"
"iya sama sama, jangan di jual ya"
"ya enggak lah, antingnya bagus banget kok"
"iya soalnya mahal itu, 2 bulan gajih aku" ucap jimmy sambil menatap faira dan tersenyum tipis. faira membalas senyum jimmy.
"oh ya fay, cewek yg ngasih alamat kamu ke supir taksi itu ternyata clara, dia tau ibu jeon bakalan ke rumahmu esoknya jadi dia sengaja ngelakuinnya"
"kok kamu baru bilang"
"saat itu aku liat kamu lagi down banget, jadi aku nunggu kamu bener2 tenang agar kamu gak bertindak gegabah"
faira yg mendengar penjelasan jimmy pun merasa terharu, faira memegang tangan jimmy dan menggenggam dengan kedua tangannya.
"terima kasih jim hanya kamu yg benar benar peduli sama aku, maafkan aku yg belum bisa membalas perasaanmu"
"kau harus bahagia dulu, setelah itu kau bisa mempertimbangkan bagaimana kau membalas perasaanku"
jimmy tersenyum manis menatap faira dan faira pun membalas senyuman itu tanpa sungkan.
beberapa jam sudah berlalu jimmy dan faira sudah sampai di kota dan berhenti di persimpangan lampu merah.
"tumben banget macet gini" ucap jimmy sambil clingak clinguk melihat apa penyebab macet.
"kayaknya ada truk yg rusak di tengah jalan deh jimm"
"oh iya yaa"
suara ponsel faira berbunyi ia mengambil ponselnya di tas dan tidak sengaja menjatuhkan kotak anting hadiah dari jimmy, faira yg sedang mengangkat telpon berusaha mengambil kotak anting itu dengan tangan sebelahnya namun jimmy lebih dulu mengambilnya.
"kenapa gak di pake aja" tanya jimmy pada faira yg baru selesai telponan
"apa nya?"
"antingnya, ini cocok banget sama kamu"
"gak ah nanti aja kalo mau pergi pergi" tolak faira. jimmy pun tidak bersuara mendengar penolakan faira.
melihat wajah jimmy yg masam faira terkekeh "kamu mau liat aku make itu ya, ya udah sini" ucap faira sambil mengambil anting itu dari tangan jimmy. faira pun memasang anting itu namun tersangkut di rambutnya.
"awww awww"
"kenapa"
"nyangkut nih, tolongin dong" ucap faira sambil memegang antingnya
jimmy pun mendekati faira dan ingin membantunya, posisi wajah mereka sangat dekat seperti sedang berciuman.
tak di sangka ternyata jeon juga berada di sebelah mobil mereka jeon melihat adegan itu karna mobil jimmy punya kaca yg transparan "jadi dia liburan bersama jimmy, mereka bahkan berani berciuman" ucap jeon sinis.
ia tidak berhentinya menatap faira dan jimmy yg bercanda dalam mobil, wajahnya sangat masam, ia ingin tidak perduli tapi kepalanya selalu berputar menoleh ke arah mereka.
zzzz zzzzz zzzz
ponsel jeon berbunyi jeon memeriksa ponselnya clara menelpon jeon beberapa kali namun selalu di reject jeon.
__ADS_1