The Battle Heart

The Battle Heart
niat jahat dibalik pesta


__ADS_3

1 hari sebelum acara faira berangkat ke kota dimana ia sebenarnya tidak ingin kesana, namun karna menghargai rama yg mengundang ia tetap berangkat.


"bukan kah ini perlu fay, kau harus terlihat sudah move on dong" batin faira menyemangati dirinya sambil menarik nafasnya.


faira sudah di halte menunggu bis arah ke kota tiba, ia terlihat gelisah karna ia akan bertemu banyak orang malam besok.


"kenapa aku gelisah seperti ini, apa kah nanti jeon juga akan datang" batin faira mengingat bahwa ayah rama adalah orang yg lumayan dekat dengan jeon karna ayah rama adalah produser dan sering mengerjakan project bersama dengan jeon.


bis pun tiba, faira meski sedikit ragu tapi langkahnya tetap berjalan maju menaiki bis, beberapa jam pun berlalu faira akhirnya tiba di hotel tempatnya menginap, ia tidak ke apartemennya karna ia sudah menyewakannya pada orang lain.


selesai menata barang barangnya faira memutuskan untuk membeli hadiah untuk ulang tahun pernikahan orang tua rama tidaklah mungkin hadir di acara ulang tahun pernikahan tanpa memberikan hadiah.


faira menyusuri beberapa toko mencari apa yg harus ia hadiahkan, ia begitu bingung apa yg di sukai orang tua rama, ia pun memutuskan menelpon jimmy.


mengambil ponselnya di tas, dan duduk di bangku yg ada di pinggir jalan.


"hallo jim, ganggu gak?"


"gak, ada apa" tanya jimmy yg saat itu sedang berada di london


"hadiah ulang tahun pernikahan bagusnya apa ya" tanya faira sambil menggaruk garuk kepalanya


"kau bisa membelikan sesuatu yg bersifat romantis, seperti gelang couple atau kalau ragu kau beli bunga saja"


"aahhhh kau benar, terima kasih ya"


"tentu, memang acara siapa yg akan kau hadiri?" tanya jimmy dari sebrang sana


"pak Hendrik winawan"


"ohhh, apa anaknya yg mengundangmu" tanya jimmy yg lumayan tau tentang rama


"iyaa, memang kenapa"


"bukan apa apa, aku dengar anaknya punya sifat yg sedikit arogan" ucap jimmy


"iya aku sudah tau, meskipun begitu dia adalah donatur tetap di beberapa yayasan"


"benarkah, tapi kau harus hati hati ya" ucap jimmy


"baiklah" langsung mematikan ponselnya


acara malam itu pun di mulai yg di gelar di salah satu hotel bintang lima banyak orang2 ternama yg hadir di acara tersebut tentu saja jeon dan beberapa artis lain juga hadir hanya untuk mengucapkan selamat, faira datang dengan maxy dress polos berwarna dusty pink lengan panjang namun dengan punggung yg terbuka memperlihatkan keindahan tubuh wanita itu, faira memang gadis biasa tapi dia paham cara untuk berpakaian.


faira yg berjalan sendiri di keramaian langsung di sambut oleh rama dan beberapa temannya yg sudah kenal dengan faira, meski awalnya tidak terlalu dekat tapi pada acara itu mereka berbincang bincang seperti sangat akrab, faira dan rama berdiri berdampingan sambil bicara dengan beberapa orang, di tengah perbincangan tiba tiba tangan rama dengan pelan memegang pinggang faira membuta tubuh faira reflek sedikit terkejut namun masih bisa di atasi, entah kenapa rama tiba tiba memegang pinggang faira.


namun dari kejauhan jeon melihat itu, meski sedang minum dan berbincang dengan beberapa orang mata jeon selalu mengarah ke faira.


"kenapa dia sangat dekat dengan pria itu, sampai sampai ia membiarkan pria itu menyentuh pinggangnya" batin jeon yg cemburu sambil meminum minumannya


di tengah perang batin yg di rasakan jeon tiba tiba clara datang sambil membawa minuman di tangannya clara juga ikut menatap faira dari kejauhan.


"sepertinya mereka dekat, apakah mereka pacaran" ucap clara sambil meminum minuman di gelasnya

__ADS_1


jeon sontak menoleh mendengar ucapannya, namun tanpa berkata jeon meninggalkan clara dan memutuskan untuk duduk di bangku yg tidak jauh dari faira.


melihat ekspresi jeon clara hanya tersenyum sinis, ia terlihat senang membuat jeon cemburu dengan ucapannya.


dengan sekilas faira melihat jika di belakangnya ada jeon tengah duduk memperhatikan dirinya namun ia berpura pura tidak melihatnya dan tetap mengobrol pada beberapa orang yg di depannya..


"mari kita duduk" ucap rama kepada beberapa orang yg mengobrol dengannya. faira dan beberapa orang itu pun duduk, lagi lagi rama menarik kursi dan mempersilakan faira untuk duduk lebih dulu.


"silakan" ucap rama sambil tersenyum


faira sejenak terdiam "oh terima kasih" dengan sedikit canggung faira duduk di kursi yg di sediakan rama.


lagi lagi jeon hanya melihat punggung faira, karna ia duduk di bangku belakang faira yg hanya di batasi meja makan bundar di depannya, karna menyadari jeon terus menatapnya faira merasa tidak nyaman dan pamit ke toilet.


"aku harus pergi sebentar" ucap faira sembari ingin berdiri


"kemana" tanya rama langsung menahan tangan faira


faira hanya mengode dengan bibirnya jika ia ingin ke kamar mandi dan membuat rama paham dan melepas genggamannya.


faira pun pergi dan harus melewati jeon. jeon terlihat ingin sekali menyapa faira bibirnya bergerak saat faira melewatinya tapi mulutnya terasa benar benar kaku.


selama faira pergi jeon dengan tidak sengaja mendengar percakapan rama dan orang orang di sampingnya, meski acara saat itu benar benar berisik jeon seakan punya pendengaran yg tajam, ia mendengar perbincangan mereka meski matanya melihat ke arah lain.


"wah apa wanita itu mangsamu yg baru" ucap seseorang yg semeja dengan rama.


"sstttt" rama menaruh telunjuknya di bibir sambil melirik jeon


"ada mantan suaminya kau harus diam" ucap rama dan tersenyum smirk.


faira masuk kembali ke acara tersebut, dan lagi lagi rama bertingkah seolah olah mereka sangat dekat.


"kenapa kau lama sekali" ucap rama dengan nada sedikit manja"


"maafkan aku" faira yg mulai merasa tidak nyaman tetap memberikan senyumnya pada rama.


di pertengahan acara saat para tamu undangan sedang menikmati pesta rama membisikkan sesuatu pada faira.


"ikutlah denganku sebentar" bisik rama di telinga faira


"kemana"


"ikut saja dulu" ucap rama langsung menarik tangan faira, fairapun mengikuti kemana arah rama membawanya yg keluar dari tempat acara. di sepanjang lorong hotel menuju lift rama memegang pinggang faira dengan sedikit merapatkan badan mereka, mereka masuk ke lift menuju lantai 14 saat itu acara ada di lantai 16 entah kemana rama membawa faira, faira sedikit bingung namun tetap mengikuti kemauan rama.


"kau mau membawaku kemana" tanya faira yg tidak ingin keluar dari lift


"ikutlah dulu aku akan menunjukkan sesuatu" ucap rama dan langsung menarik faira keluar dari lift


ramapun membuka salah satu kamar hotel di situ, terlihat jelas jika rama sudah memesan kamar itu karna dia mengeluarkan kuncinya dari bajunya.


karna tekanan dari rama yg memaksa menyuruhnya masuk faira menerima ajakannya dan ikut masuk ke kamar hotel itu, kamar itu sangat mewah sangat luas dengan berbagai fasilitas yg sudah tersedia, sepertinya 10 orang juga bisa menginap di situ.


"wah, hanya untuk kamar tapi sangat luas ya" ucap faira sambil melihat sekeliling

__ADS_1


"tentu saja, ini kan hotel bintang 5" ucap rama sambil memegang 2 gelas yg berisi minuman beralkohol sepertinya ia sudah menyediakannya sebelum mereka datang ke kamar .


"kau benar" ucap faira dan memutar badannya menghadap rama


rama pun memberikan satu gelas minuman itu untuk faira, faira dengan wajah bingung mengambil gelas itu dan tetap memberikan senyum.


"mmm, apa yg ingin kau tunjukkan?" tanya faira


"tidak ada apa apa, aku hanya ingin berdua denganmu" ucap rama dengan tatapan nafsu pada faira


faira yg mulai merasa tidak aman memikirkan cara untuk kabur "sebaiknya kita kembali ke acara saja orang tuamu pasti mencarimu, ini kan acara orang tuamu" ucap faira, dengan jantung yg berdetak kencang dan dingin yg tiba tiba terasa menusuk kakinya.


"biarkan saja" ucap jeon sambil menggigit bibirnya membuat faira tidak berani menatapnya, faira sedikit menjauh sebenarnya faira sangat gemetar ketakutan melihat tatapan rama saat itu, tapi ia berusaha berpikir kalau rama hanya bercanda dan berusaha mengontrol badannya.


"kau jangan takut seperti itu"melihat wajah takutnya rama malah mendekati faira, rama dengan tatapannya sambil sesekali menjilat bibirnya terus maju mendekati faira. faira sangat salah tingkah ia menundukkan pandangannya dan dengan cepat mengambil tas yg di taruhnya di atas meja.


"aku harus kembali" tanpa menatap rama faira bergegas menuju pintu ingin keluar, namun baru saja pintu itu terbuka faira di tarik oleh rama dan menyandarkan faira di dinding.


"ahhh" benturan yg lumayan keras saat menghantam dinding membuat faira memejamkan matanya menahan rasa terkejut dan sakit pada badannya. tanpa banyak bicara rama mencium leher faira dan menahan tangan faira di dinding, merasakan hal itu faira berusaha memberontak.


"ahh, berhentilah" ucap faira


namun rama tidak mempedulikan apa yg faira ucapkan ia lalu mencium bibir faira dengan kasar tanpa melepas genggamannya, faira berusaha melawan dan menendang bagian intim rama.


"aw, kurang ajar!!!!" teriak rama sambil memegang senjatanya namun faira tidak perduli dan berusaha keluar.


"berhentii!!!!" teriak rama kesakitan sambil memegang ***********.


"faira, aku tidak ingin melakukannya secara gratis, aku akan membayarmu" ucapan rama lagi dan menghentikan langkah faira yg saat itu sudah membuka setengah pintu kamar hotel, faira pun berbalik menatap rama


"jangan menghinaku seperti itu, saya punya harga diri, jika ingin membeli belilah dengan orang yg menyediakan jasa itu" ucap faira dengan wajah dan mata yg merah, saat itu faira ingin marah dan menangis namun harus ia tahan.


tanpa panjang lebar faira kemudian keluar namun baru beberapa langkah dari pintu kamar rama berhasil mengejar faira dan mencengkram kuat lengannya


"lepaskan saya, kalau tidak saya teriak" ucap faira sambil berusaha melepaskan cengkraman rama


"kau tadi bicara harga diri?, berapa yg kau mau, saya akan membayarnya" ucap rama ngotot


mendengar hal itu faira menampar rama dengan kerass


PLAAAAKKKKK


dangan sedikit miring karna menampar rama sekuat tenaga faira terengah engah menahan rasa marahnya, rama hanya memegang pipinya yg merah karna tamparan dengan tersenyum, faira yg melihat tingkah rama sangat muak dan mulai melangkah menjauhi rama, faira pikir dengan satu tamparan sudah cukup menyadarkan pria brengsek itu.


"aku akan memberikan dua kali lipat dari yg jeon berikan" ucap rama menghentikan langkah faira, namun kali ini faira tidak berbalik.


"hanya dalam satu malam kau akan mendapatkan uang sebanyak itu, kau tidak perlu melakukannya sampai setahun seperti yg kau lakukan dengan jeon"


"berhentilah bicara omong kosong" sahut faira dengan bibir bergetar dan terkejut


"ini bukan omong kosong, aku tau kau menikah kontrak dengan jeon dan di bayar untuk itu, aku menawar dengan fantastis bukan, hanya satu malam" ucap rama sambil menunjukkan angka satu dengan jarinya.


namun belum sempat di jawab faira seseorang menampar rama sampai rama terjatuh, namun rama tidak tinggal diam, ia membalas pukulan orang itu, dan terjadilah perkelahian di tempat itu.

__ADS_1


faira yg melihatnya berteriak memanggil siapapun yg bisa melerai perkelahian mereka, sampai seseorang pria keluar dari salah satu kamar dan melerai perkelahian mereka.


__ADS_2