The Battle Heart

The Battle Heart
episode 9 terbongkarnya kebohongan


__ADS_3

setelah sampai di apartemen faira dan jeon ingin segera beristirahat, namun jeon mendapatkan telpon yg membuatnya harus keluar lagi.


"aku harus pergi, jangan menungguku tidurlah" ucap jeon pada faira sembari mengecup keningnya.


faira benar2 bingung dengan perasaannya di sisi lain dia benar2 curiga dengan jeon tapi di sisi lain jeon terkadang bersikap hangat padanya.


"apa sikapnya ini hanya topeng, apakah akan baik2 saja jika aku tetap mencari tahu?" gumam faira.


di tempat lain ternyata jeon kembali ke apartemennya di sana asistennya sudah menunggunya.


"hey kau sebaiknya menentukan keputusanmu sebelum terlambat" ucap asisten jeon pada jeon yg baru saja masuk.


"jelaskan perlahan aku sedang pusing ini" sahut jeon sambil memegang kepalanya


"sepeertinya faira sudah curiga denganmu dia sedang berusaha mencari tau sesuatu" ucap asistennya


"kau tau dari mana" ucap jeon


"tadi pagi faira ke sini, dia menanyakan tentang dokter dengan bibi(art)" bukan kah aneh


"apa..." jeon terkejut


"kali ini kau berbohong apa lagi?" tanya asistennya.


"sebaiknya kau diam, jika tidak bisa membantu" ucap jeon bergegas pulang ingin menemui faira.


jeon masuk ke apartemen mencari faira, dia melihat gadis yg di dinikahinya itu sudah tertidur di atas kasur dengan buku di atas dadanya, jeon mengambil buku itu dan menyelimuti tubuh faira dengan selimut.


"aku akan mengatakan padamu besok tentang kebenarannya fay, akan banyak yg terluka jika aku melanjutkannya terus meenerus" gumam jeon.


jeon keluar dan minum minuman keras, hingga dia tidak sadar dan tertidur di atas sofa.


faira yg pagi2 sudah bangun bersiap untuk lari pagi terkejut melihat jeon.


"aku pikir dia tidak pulang" ucap faira sembari meninggalkan jeon


ketika sedang berlari faira. berhenti untuk istirahat tiba2 seseorang memanggilnya.


"hey fay" jimmy mengejutkan faira


"jim, kau juga joging" ucap faira


"iya, aku butuh olahraga" ucap jimmy sambil tersenyum


"lumayan jauh banget lo dari tempat mamah kesini" ucap faira sambil menatap jimmy


"aku sengaja sekalian mau ketemu kamu" ucap jimmy sambil mengelap keringatnya


"kenapa" tanya faira


"aku mau nyari apartemen yg strategis deket sama rumah sakit, bibi nyuruh aku nanya jeon tapi jeon gak angkat telponku" jelas jimmy

__ADS_1


"aku bantu deh nanti, ya udah pulang ke tempatku aja dulu" ajak faira


faira dan jimmy pun menuju apartemen faira setibanya di sana ternyata jeon sudah bangun dan tengah sarapan sendiri,


"kenapa kalian bisa bareng" tanya jeon


"ketemu di jalan...oh ya jimmy bilang kamu gk ngangkat telponnya, dia mau minta tolong temenin cari apartemen sekitar sini" ucap faira.


"banyak kok tinggal cari" jawab jeon judes


"aku mandi dulu ya jim, nanti aku temenin" ucap faira pada jimmi yg membuat jeon menoleh.


selesai bersiap faira dan jimmy pun meninggalkan jeon yg sedang membaca koran,


hari itu faira dan jimmy pulang sangat sore.


"kamu gak mampir jim?" tanya faira


"langsung pulang aja, besok mau langsung pindahan soalnya" tolak jimmy yg sebenarnya tidak nyaman dengan jeon


"oh oke, nanti kalo perlu bantuan telpon aku aja" ucap faira menawarkan diri


"oke... byee " jimmy melambaikan tangan begitu juga faira


sesampainya di atas


"kamu seharian di rumah?" tanya faira yg terkejut melihat jeon sedang bermain game


"kenapa gk nelpon, nanti dulu ngomongnya aku mau mandi dulu" ucap faira dan bergegas mandi.


.tiba2 jeon mendapat pesan dari clara yg mengatakan kalau clara ada di apartemen jeon yg satunya, jeonpun tanpa pikir panjang langsung pergi menemuinya.


"dia kemana lagi, bukan kah dia ingin bicara" ucap faira yg baru selesai mandi.


tidak lama berselang jeon sampai di apartemennya melihat clara tengah duduk sambil minum minuman keras.


"apa suasana hatimu tidak baik" tanya jeon


"tidak, aku hanya ingin minum saja" sahut clara


jeon pun langsung duduk dan clara tiba2 berpindah dan duduk di pangkuan jeon.


"boleh kah aku tinggal di sini untuk malam ini" rayu claraa sambil mengelus rambut jeon.


"tentu, tidurlah di kamar denganku" ucap jeon sambil menggendong clara menuju kamar


mereka menikmati malam dengan hasrat mereka meski sudah menjalin hubungan bertahun- tahun tapi nafsu itu terus menggebu-gebu setiap mereka bertemu.


"apa jeon tidak pulang" gumam faira yg baru bangun, pagi itu faira merasa benar2 gelisah.


"kenapa aku merasa gelisah ya, sebaiknya aku keluar saja" gumam faira.

__ADS_1


di sebuah cafe faira tidak sengaja melihat clara berjalan sendiri,


"bukankah dia clara,? kenapa dia ada di sekitar sini" faira yg merasa curiga pun mengikuti clara, yah benar saja seketika faira terhenti melihat langkah clara menuju gedung apartemen jeon, faira tetap mengikutinya sampai di lift faira melihat di lantai mana clara berhenti, benar saja dugaan faira dia berhenti di lantai 10.


faira sempat terdiam namun tetap melangkah menuju apartemen jeon sampailah di depan pintu apartemen, dia hanya diam menarik nafas panjang, dalam pikirannya berkecamuk tidak karuan tapi tangannya tetap memencet bell tersebut.


tiiiiiiinnngg, jeon membuka pintu dengan wajah sembab baru terbangun dari tidur terkejut melihat faira, faira hanya menatapnya dan langsung masuk tanpa bicara matanya mencari sesuatu berharap dia mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya selama ini.


benar saja, clara keluar dari kamar jeon dengan memakai drees sexy.


"sayang suka gak, aku baru beli tadi" ucap clara menatap jeon tapi tidak sadar faira tengah melihatnya dari samping.


clarapun menyadari keberadaan faira dan mereka sejenak terdiam, jeonpun menarik faira keluar.


"ayo bicara di luar" ucap jeon panik


"apa ini yg ingin kau bicarakan tadi malam" ucap faira


"ayo diluar saja" paksa jeon


"di sini saja sebaiknya kau jelaskan di sini saja" ucap faira sembari menangkis tangan jeon.


"pernikahannmu hanya kontrak, kenapa kau bereaksi berlebihan" ucap clara yg membuat faira terkejut


"apaa" sontak faira langsung menghampiri clara dan menamparnya


"bukan kah reaksimu berlebihan, bukankah tingkahmu juga sudah melebihi pelacur" savage faira membuat clara terdiam


"jeon, apa kau menikahinya tanpa tanda tangan kontrak" tanya clara sambil memegang pipinya.


"maafkan aku clara, aku akan menyelesaikannya" ucap jeon yg langsung menarik tangan faira mengajaknya keluar.


"kenapa hanya bicara di depan pintu kenapa tidak kita bicarakan di stasiun tv saja, biar semua orang tau busuknya kamu" ucap faira yg benar2 marah.


"aku mohon fay, pulanglah kita akan bicara di rumah" jeon memohon


"tidak perlu bicara, aku sekarang benar2 paham apa yg sedang terjadi, smrik faira sambil meninggalkan jeon.


jeon benar2 kehabisan kata2 dan kembali masuk melihat clara menangis


"kau mencintainya" tanya clara


jeon hanya menggeleng


"kalau begitu selesaikan secepat mungkin" ucap clara dan bergegas meninggalkan jeon.


sesampainya di apartemen faira sangat marah dia menghancurkan semua barang,


"bodoh bodoh bodoh" faira marah dengan dirinya yg merasa begitu bodoh.


"ini kah alasanmu tidak bisa menyentuhku, bukan karna trauma tapi karna kamu gak bisa menyentuh orang yg tidak kamu cintai" seketika air mata faira yg di tahan keluar bercampur rasa marah.

__ADS_1


"kau membuatku sebagai alibimu, aku akan menghancurkanmu jeon, aku akan membuatmu hancur" amarah faira tidak henti hentinya terlontar dari mulutnya. malam itu bukanlah pertama kalinyaa faira tidak bisa tidur karna rasa sedih yg di buat jeon, faira yg tidak bisa tidur hanya duduk termenung.


__ADS_2