The Battle Heart

The Battle Heart
akhir cerita bahagia


__ADS_3

faira tengah bermain dengan kedua anaknya di kamar. kini faira mulai menikmati hubungannya dan kehidupannya, jeon sangat memperhatikan faira setiap detail.


"sayangku, apa kalian senang mami di sini" sambil mengelus elus rambut kedua putranya, dan putranya yg baru berusia 5 bulan itu hanya tersenyum manis.


"aku rasa tentu" jawab faira sendiri.


tok tok tok


salah satu pelayan membuka pintu kamar dan membukanya.


"bu di minta tuan jeon untuk turun sebentar" ucap pelayan itu dengan nada yg sangat sopan.


"oh ya,,,, kalau begitu tolong panggil pengasuh zoan dan zein dulu untuk segera kemari"


"baik bu" ucap sang pelayan lalu berjalan mundur keluar kamar, tak berselang lama kedua pengasuh anak faira datang dan faira lebih tenang meninggalkan anaknya untuk turun ke lantai bawah menemui jeon. saat baru setengah menuruni tangga faira keheranan karna ada banyak orang yg tengah sibuk sedang menata beberapa barang dan ada yg berbincang bincang dengan jeon. meski sedikit bingung faira tetap melangkah mendekati jeon yg saat itu sedang bicara dengan seorang perempuan yg memegang pulpen dan buku di tangannya.


"jeon,,," panggil faira dengan nada halus membuat jeon berbalik ke arahnya.


"ini dia wanitaku" ucap jeon memeperkenalkan faira pada wanita yg tengah bicara dengannya ia lalu menarik lengan faira agar lebih dekat dengannya membuat faira tertunduk malu


"baiklah, kesini biar saya ukur badannya" ucap perempuan itu lalu merentangkan tangan faira mengukur setiap inci badan faira. faira hanya dia mengikuti setiap perintah perempuan itu, tak lama berselang perempuan itu selesai mengukur badan faira.


"bolehkah aku meminjam toilet kalian sebentar" ucap wanita tersebut


"silahkan kesana" sahut jeon sambil menunjukkan arah ke toilet khusus tamu.


setelah perempuan itu ke toilet faira lantas menarik jeon dan sedikit menjauh dari tempatnya berdiri tadi.


"jeon ada apa ini kau sedang menyelenggarakan acara apa?" wajah faira kebingungan sambil melihat kesibukan banyak orang sedang merias rumahnya.


"akan ada acara kecil2an lusa nanti"


"acara kecil2an apa?,,,, lalu untuk apa orang itu mengukur badanku"


"acara karna aku bersyukur kembalinya kamu, dan,,,"


"dan apa,,,?" faira mengerutkan dahinya karena penasaran


"untuk mengumumkan bahwa kita akan menikah minggu depan"


"menikah?" faira terkejut jeon pun terkejut melihat wajah kaget faira


"kenapa?, bukankah kembali yg kita maksud adalah menikah lagi?" tegas jeon memperjelas pertanyaannya


faira tertunduk diam, "aku hanya terkejut, kau melakukan semuanya tanpa membicarakannya padaku lebih dulu"


jeon yg awalnya tegang kini menarik nafasnya lega, lalu menghampiri faira kedua tangannya memegang tangan faira dan menatap mata faira. "dulu aku berpikir pernikahan hanyalah perjanjian di atas kertas, aku juga berpikir bukanlah hal sulit untuk mengakhiri sebuah pernikahan." jeon sejenak terdiam faira lalu mengangkat kepalanya dan membalas tatapan jeon "tapi, tuhan merubah gambaranku tentang pernikahan, dulu aku bermain main dengan hal yg sakral itu, hingga tuhan memberiku rasa cinta yg besar padamu dan hukuman perpisahan yg menyakitkan" lanjut jeon lalu jeonpun memeluk faira satu tangannya mengelus rambut faira "aku tidak ingin kita terluka dan aku yakin pernikahan ini awal dari obat luka kita" ucap jeon sambil tetap merekatkan pelukannya pada faira.


faira hanya diam dan mengangguk matanya terpejam menikmati hangat tubuh jeon yg mendekapnya.


"tapi jeon,,,," faira melepaskan pelukan jeon

__ADS_1


"apa?"


"bisakah kita melakukan pernikahan secara tertutup, aku tidak ingin siapapun datang, hanya keluarga"


"bukankah seharusnya kita membuat kenangan yg bahagia di hari pernikahan kita nanti" sahut jeon


"kita sudah melakukannya, meskipun saat itu keadaannya berbeda tapi yg kita perlukan sekarang hanya mengesahkan hubungan kita saja." lanjut faira yg sebenarnya tidak ingin bertemu siapapun.


"baiklah,, aku menghargai keinginanmu" jawab jeon lalu kemudian memeluk faira lagi.


faira dan jeon pun akhirnya menikah kembali, acara pernikahan di gelar tertutup hanya keluarga yg datang dan orang terdekat. banyak artikel yg memberitakan tentang rujuknya jeon namun jeon tidak mengatakan apapun karna permintaan faira.


selesai acara pernikahan itupun jeon dan faira akhirnya menuju hotel untuk menginap dan besoknya akan terbang keluar negeri untuk honeymoon, terbilang ini adalah honeymoon pertama mereka.


setibanya di hotel "kau tidak mandi" tanya jeon sambil melepaskan baju pengantinnya


"kau duluan, aku ingin berbaring sebentar" jawab faira yg berbaring di atas kasur dengan baju pengantin yg masih melekat di badannya.


beberapa menit kemudian jeon keluar dari kamar mandi ia berniat menyuruh faira mandi namun saat mendekat ia melihat ternyata faira tertidur dengan make up dan baju pengantin.


"hey sayang apa kau tidak mandi dulu" menyentuh punggung faira namun wanita yg masih memakai gaun putih itu terpejam sangat pulas.


jeon pun memanyunkan bibirnya ia sedikit kecewa karna berpikir malam pertamanya akan jadi malam yg panjang, namun ia tidak tega membangunkan faira.


dengan sedikit kesal karna hasratnya tidak bisa ia keluarkan jeon dengan raut wajah masam tetap berbaring di samping faira.


pagi harinya ponsel jeon berbunyi membuat jeon dan faira yg masih terlelap terkejut.


kring kring kriiiiiiiiiinnnng


"jeon kalian dimana ibu sudah di loby menunggu kalian ini" ucap ibu jeon dari sana.


"kenapa pagi banget sih" sahut jeon sambil mengucek matanya


"bukankah pesawat kalian akan terbang 2 jam lagi, kenapa begitu terlambat"


"HAAAAHHHH" jeonpun terkejut


"ada apa?" tanya faira yg sedari tadi berada di samping jeon.


"kita kesiangan, cepat mandi sebelum ketinggalan pesawat" menyuruh faira untuk mandi


dengan cepat faira dan jeon bersiap siap lalu keluar dari hotel untuk menuju bandara.


"sayang mami akan merindukan kalian" faira mencium kedua putranya dan pamit kepada ibu dan ayah mertuanya.


"bersenang2 lah kalian, jangan khawatirkan zoan dan zein kami pasti menjaganya" ucap ayah jeon sambil menggendong cucunya zein.


"kami pergi dulu" jeon merangkul faira lalu berjalan masuk ke bandara.


"JEOOONN," teriak ibunya membuat jeon dan faira menoleh.

__ADS_1


"kabari ibu jika sudah sampai di penginapan" sambil melambaikan tangannya dan di balas senyum oleh jeon dan faira..


pesawat yg di tumpangi jeon dan faira kini telah terbang, sudah hampir 3 jam mereka mengudara tapi semenjak lepas landas jeon faira dan jeon jarang bicara namun tangan mereka masih saling menggenggam satu sama lain, faira memperhatikan jeon yg menatap keluar jendela.


"apa kau sakit" menatap jeon


"tidak"


"kenapa kau terlihat seperti ini"


"seperti ini bagaimana" jeon lalu berbalik menatap faira


faira hanya diam ia lalu melepas genggaman tangan jeon lalu beralih menatap lurus kedepan "bukan apa apa" di satu sisi faira curiga ada sesuatu tapi di sisi lain ia berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tidak mudah terluka lagi.


melihat wajah faira jeon langsung memahami jika ia telah bersikap salah, meski sebenarnya ia hanya diam, tapi ia sadar jika faira tidak menyukai itu dan berusaha menahan dirinya untuk tidak terlalu posesif. jeon lalu meraih tangan faira lagi lalu menggenggam dan menciumnya "aku sangat lelah, mari kita tidur sejenak" ucap jeon lalu menaruh lengan faira di dadanya dan tertidur.


faira pun menarik nafasnya dalam dalam dan berusaha untuk tetap tenang ia pun mengikuti jeon dan tertidur.


sesampainya di swiss jeon dan faira pun langsung menuju penginapan. faira terheran melihat tempat penginapan itu yg terlihat Sangat mewah.


jeon ikut senang dan tersenyum melihat faira "aku sengaja memilih penginapan ini yg langsung menghadap ke bukit dan air terjun di sana, mungkin sedikit berisik karna ada suara air tapi besok siang kau akan lihat keindahan alamnya" karna sudah malam jadi pemandangannya kurang jelas terlihat.


faira hanya mengangguk ia lalu menaruh tasnya dan pergi ke kamar dan jeon mengikutinya.


"aku mandi duluan ya" faira lalu bergegas memasuki kamar mandi, karna merasa badannya sangat kotor.


faira pun keluar dari lamar mandi dengan dress mini dan handuk di kepalanya, jeon yg tengah bermain ponsel di atas kasurpun terhenti lalu menatap faira dari atas hingga kebawah.


"apa yg kau lihat, cepatlah mandi" ucap faira menyadarkan jeon dari lamunannya, faira lalu meraih pengering rambut yg berada di atas meja rias dan mulai ingin mengeringkan rambutnya, namun tiba tiba jeon mencabut colokan pengering rambut itu, ia lalu memeluk faira dari belakang faira sedikit terkejut sambil melihat bayangan mereka di balik cermin yg berada tepat di depan mereka.


"jangan di keringkan, kamu sangat cantik dengan rambut basah" jeon masih dalam kenyamannnya memeluk faira


"tapi aku ingin tidur, tidak mungkin tidur dengan rambut basah" faira mulai gugup ia seperti tau apa yg ingin jeon lakukan padanya.


"kau mandilah dulu, sementara kau mandi aku harus mengeringkan rambutku" ucapnya lagi.


"aku tidak mau mandi," rengek jeon seperti anak kecil "nanti jika aku selesai mandi kau malah sudah tidur seperti kemarin" sambil mencium bahu faira.


mata faira membulat, kini ia menyadari kenapa sikap jeon di bandara sedikit berubah.


"apa karna itu kau banyak diam tadi" tanya faira


jeon hanya mengangguk dan tetap mencium bahu dan pundak faira, jeon lalu menurunkan tali dress faira dan mencium bahu faira hingga sampai kelehernya..


"ahhh, jeonnnn,,,, rambutku masih basah" faira lalu berbalik dan menahan badan jeon. namun jeon seakan tidak mendengarnya ia langsung mencium faira hingga faira tersandar pada meja rias di sana.


faira awalnya memberontak karna terkejut, tapi jeon menahan pinggangnya dan mulai mencium bibir faira dengan pelan "aku mencintaimu, tolong kali ini nikmati saja" ucap jeon terengah engah, belum sempat faira menjawab omongannya ia langsung mencium faira lagi dan mengangkatnya lalu membaringkan badan faira di kasur tanpa melepaskan ciumannya.


jeon mulai melepaskan baju faira dan bajunya faira hanya diam memperhatikan jeon yg mulai meraba tubuhnya, faira tidak bisa mengendalikan dirinya ia langsung menutup matanya dan mulai terengah engah saat jeon mencium setiap inci tubuhnya.


beberapa menit kemudian jeon pun menghentikan aktifitasnya dan terbaring di atas badan faira, jeon selalu mencium faira namun faira juga nampak kelelahan ia lalu menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan tertidur dalam pelukan jeon.

__ADS_1


untuk pertama kalinya mereka melakukan honey moon, faira tidur lelap dalam pelukan jeon, mereka melepaskan semua beban dan rasa lelah saat itu, bahkan saat tidurpun mereka tersenyum seolah olah rasa bahagianya tidak bisa hilang sejenak saat tidur.


end


__ADS_2