The Battle Heart

The Battle Heart
episode 7


__ADS_3

beberapa hari setelah liburan singkat itu nenek jeon jatuh sakit, ibu jeon menelpon jeon dan menyuruh jeon untuk datang karna ada sesuatu yg ingin di bicarakan.


jeonpun sampai di rumah sakit tempat neneknya di rawat.


"bagaimana kondisi nenek bu?" tanya jeon yg panik


"sepertinya asam lambungnya meningkat lagi" ucap ibu jeon.


ibu jeon menarik tangan jeon untuk masuk melihat neneknya


"nenekmu ingin sekali kau menikah jeon" ucap ibu jeon menatap anaknya


"bu kenapa membahas ini lagi" keluh jeon


"bukankah memang pantas ini di bahas, sekarang kan kamu punya kekasih, jika kekasihmu clara ibu tidak akan membahas ini" ucap ibu jeon sedikit kesal pada jeon.


ibu jeon memang tidak menyukai clara karna ibunya merasa clara hanya seperti memainkan jeon saja. mendengar itu jeon terdiam sambil melihat neneknya yg tengah tersadar namun terlihat sangat lemah.


"usiamu itu sudah kepala 3 jeon, lagi pula faira itu gadis yg baik, apa adanya dan terlihat sangat tulus, bukankah kau juga mencintainya." ucap ibu jeon memaksa anaknya setuju


"seandainya ibu tau apa yg sebenarnya aku lakukan ibu pasti akan membenciku" gumam jeon. tiba tiba nenek jeon memanggil jeon "menikahlah dengan faira secepat mungkin, sebelum nenek meninggal" ucap nenek jeon terbata bata.


jeon yg tidak sanggup menahan kesedihan melihat neneknya langsung mengIyakan permintaan neneknya.


persetujuan jeon itu pun sontak membuat ibu dan ayah jeon yg berada di situ tersenyum lega dan bahagia.


zzzzz zzzz zzz faira yg tengah membaca proposal pun mengangkat telponnya.


"hallo" ucap faira yg sambil bekerja


"setelah pulang bisakah kau ke rumah sakit" ucap jeon


"apa kau sakit" ucap faira yg terkejut


"bukan tapi nenek, kebetulan aku ingin membicarakan sesuatu juga denganmu" ucap jeon yg saat itu tengah duduk di samping neneknya


"nenekmu di rumah sakit?, baiklah aku segera kesana" ucap faira


faira pun bergegas menyelesaikan tugasnya dan menemui jeon ke rumah sakit.


sesampainya di sana dia melihat nenek jeon terbaring lemas di temani jeon dan ibunya sedangkan ayah jeon ada urusan.


faira saat itu tidak bisa menahan air matanya melihat nenek yg ceria itu lemah tak berdaya di atas kasur, jeon yg melihat ke tulusan faira itu menyadari kenapa orang tuanya begitu menyukai faira.


setelah beberapa saat jeon pun menghampiri faira dan mengatakan untuk berhenti bersedih jeon pun melamar faira dengan cincin yg sedari tadi dia pegang. faira tentu saja menerima lamaran tersebut,.


atas permintaan keluarga jeon faira pun mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mulai mempersiapkan pernikahannya.


di sisi lain berita pernikahan ini pun tersebar membuat clara terkejut. clara pun menelpon jeon yg saat itu sedang fitting baju pengantin dengan faira, jeon berpura2 ke toilet untuk mengangkat telpon clara.

__ADS_1


"hey JEON, apa kau benar2 menyukai wanita itu hingga kau akan menikahinya." ucap clara yg terdengar sangat marah,


"aku tidak bisa menjelaskannya sekarang nanti sore aku akan menemuimu" ucap jeon yg langsung mematikan ponselnya.


jeon pun kembali dan dia terpana melihat kecantikan faira menggunakan gaun pengantin "bukan kah itu sangat cantik tuan" ucap seorang karyawan di butik itu,


jeon terdiam dia benar2 terpana melihat faira yg saat itu perlahan menghampirinya.


"apa tidak bagus" tanya faira pada jeon


jeon terdiam sebentar "ini sangat bagus ini saja" ucap jeon yg sambil mengalihkan pandangannya dari faira.


"apakah sudah selesai untuk hari ini" tanya jeon ada faira


"sepertinya sudah" ucap faira yg terlihat sangat bahagia


"ooh, bisa kah kau pulang sendiri aku ada beberapa urusan mendesak" ucap jeon


"tentu saja pergilah" ucap faira yg tersenyum sembari menyuruh jeon pergi


jeonpun pergi menemui clara dan membahas masalah mereka, saat itu clara terlihat sangat marah, jeon menjelaskan semuanya pada clara


"tenanglah sayang ini kan hanya kontrak," ucap jeon sambil mengelus rambut clara.


"baiklah tapi setelah 3 bulan kau harus sudah menceraikannya" ancam clara.


"iya" ucap jeon yg langsung memeluk clara.


"wah kau benar2 merahasiakan ini fay" ucap livy yg saat itu tersenyum berbeda dengan nedim yg seperti tidak menyukai pernikahan faira,.


selesai resepsi jeon dan faira pun akan pergi ke apartemen jeon, tapi jeon tidak ke sana melainkan ke apartemen yg baru.


"jeon kenapa ke sini" tanya faira yg heran


"di sana tempat ku beristirahat kau akan tinggal di sini" ucap jeon sinis.


"tapi..." belum selesai faira berbicara jeon langsung turun, faira pun mengejarnya.


setelah masuk ke apartemen itu faira melihat sekeliling yah apartemen itu memang sudah di isi perlengkapannya faira tidak akan kebingungan.


"di mana kamar kita, aku ingin mandi" tanya faira dengan polos


"terserah kau saja" ucap jeon sambil mengecek hp nya


faira pun memilih kamar dan mandi ketika dia selesai mandi dia mendengar jeon keluar dan berlari menghampiri jeon


"kau mau kemana?" taanya faira yg sambil menggosok rambutnya.


"aku ada urusan" ucap jeon singkat sambil memakai jaketnya.

__ADS_1


"kenapa harus sekarang bukankah ini malam pertama kita" ucap faira yg menahan rasa sedihnya.


jeon tanpa bicara pun langsung meninggalkan faira, malam itu faira tidak bisa tidur menunggu jeon namun hingga pagi jeon pun tidak datang.


tiiinnnggg faira bergegas membuka pintu apartemen dia berpikir itu adalah jeon melainkan seorang wanita yg di tugaskan jeon untuk bersih2 membantu faira,.


"ada apa dengan jeon ya kenapa dia belum pulang" ucap faira sambil memegang ponselnya, iya ingin sekali menelpon jeon tapi dengan tingkah jeon semalam membuatnya merasa malu untuk menelpon jeon.


hari berikutnya keluarga jeon menghubungi faira.


"faira kau dimana kenapa tidak ada di apartemen?" tanya ibu mertuanya.


"ahh, sebenarnya kami tidak di apartemen itu bu," ucap faira yg dia sendiri juga bingung.


tak berselang lama keluarga jeon menghampiri faira di apartemennya.


"aisshhh, kenapa harus membeli apartemen baru, bukankah disana sudah bagus dan luas, di sana kan tidak ada siapa2 juga" celoteh ibu jeon sambil membawa beberapa makanan. faira yg mendengar pun hanya bisa diam karna dia tidak mengerti kenapa jeon menyuruhnya di sana,.


"jeon sekarang dimana" tanya ayahnya


"dia ada urusan mendadak" jawab faira yg juga tidak tau jeon dimana setelah malam pertama.


"seharusnya pengantin baru itu setidaknya 3 hari tidak boleh kemana mana" ucap nenek jeon.


"apa yg kau bawa ibu" faira mengalihkan pembicaraan dengan mengambil barang yg di bawa mertuanya.


"makan lah, aku memasak banyak untuk kalian" ucap ibu mertua sambil membuka bungkusannya.


jeon yg sedang berada di tempat clara mendapatkan pesan dari faira "apa kau masih sibuk, pulang lah orang tua mu ada di sini" jeon yg melihat pesan faira pun bergegas pergi.


"kau kemana" teriak clara namun tidak di jawab jeon karna sudah jauh.


setibanya di apartemen jeon baru saja masuk "pekerjaan mendesak apa yg membuatmu meninggalkan istrimu di hari2 pertama pernikahan,"tanya nenek jeon


"jeon hanya pergi sebentar nek, itu bukanlah masalah" faira langsung menjawab omongan nenek jeon.


tidak berselang lama keluarga jeon pun pulang fairapun menutup pintu dan berbalik menghadap jeon "mari bicara" ucap faira yg terlihat marah sambil melangkah ke meja makan. jeon pun mengikutinya seperti tau apa yg akan terjadi.


"aku rasa kau sudah memikirkan jawaban dari semua pertanyaan di kepalaku ini" ucap faira tanpa basa basi


jeon terdiam sementara "aku hanya belum siap" ucap jeon yg masih ingin menyembunyikan kebenarannya.


dengan wajah smrikk "apaaa, apa aku tidak salah dengar, belum siap tentang apa?" tegas faira.


"aku sangat gugup denganmu beberapa hari belakangan ini, hubungan kita benar2 terlalu cepat" ucap jeon yg terbata bata.


"kau awal dari semuanya jeon kau yg mengajak ku pacaran, kau juga yg mengajak menikah tapi kenapa aku yg seolah olah dalang kesusahanmu" ucap faira sangat marah.


"bukan begitu aku punya rasa trauma tentang wanita, aku menyukaimu aku berusaha melawan trauma itu bersama dirimu tidak ada yg tau tentang ini, aku mohon mengertilah" ucap jeon memohon pada faira berusaha meyakinkannya.

__ADS_1


faira yg merasa tidak yakin pun pergi ke kamar dan meninggalkan jeon sendiri, di sisi lain jeon juga bingung dengan dirinya sendiri yg seolah2 ingin mempertahankan faira tapi tidak ingin berbohong terus menerus.


"aaakkhhh seharusnya aku jujur lebih awal" teriak frustasi jeon.


__ADS_2