The CURSE : Deadly Game

The CURSE : Deadly Game
● PROLOG ●


__ADS_3

- MONSTER -


Mungkin banyak yang bertanya, apakah monster itu nyata? Apakah ia menakutkan? Apakah ia menyeramkan? Apakah ia membunuh? Apa kau pernah melihat monster secara langsung? Yah, monster. Monster yang seperti kau lihat di film-film maupun yang seperti kau dengar dari dongeng anak-anak.  Kau pasti langsung membayangkan tentang hal-hal mengerikan begitu kau mendengar kata 'MONSTER'. Apakah kau percaya kalau monster itu nyata? TIDAK ADA YANG PERCAYA!! Ada yang mengaku kalau ia pernah melihat monster. Tapi, apa kau percaya dengan ucapan mereka?


Aku punya satu pertanyaan untukmu. Apakah kau mau hidup sebagai monster? Lebih tepatnya setengah monster dan setengah manusia. Tentu saja jawaban kamu tidak, bukan? Mungkin itu adalah jawaban yang mutlak untuk pertanyaan itu.


Bisakah kau membayangkan bagaimana kamu akan menjalani kehidupanmu sebagai seorang manusia sekaligus monster? Bukankah hidupmu akan menjadi sangat malang dan suram? Bukankah kau akan menjadi sangat ketakutan? Bukankah kau akan takut untuk memberitahu siapapun karena takut dijauhi orang-orang?

__ADS_1


Itulah yang dirasakan oleh Eleanor Devacio, seorang gadis cantik yang memiliki warna kulit putih bersih, hidung mancung, bola mata berwarna abu-abu, warna rambut hitam pekat, dan tinggi semampai. Bentuk fisiknya sangat ideal dan banyak dikagumi orang. Namun, orang-orang hanya melihat penampilan fisiknya saja tanpa mengetahui latar belakangnya, tanpa mengetahui segala keanehan yang ada pada dirinya.


Saat masih kecil, Eleanor adalah seorang anak yang sangat ceria, selalu tertawa setiap waktu. Ia memiliki banyak teman dan hidupnya terasa sempurna, meskipun ia merupakan seorang anak piatu. Ibunya sudah meninggal saat melahirkannya. Namun, ia tidak pernah merasa iri kepada teman-temannya karena tidak memiliki ibu. Eleanor bersyukur karena memiliki seorang ayah yang sangat menyayangi dan mencintainya.


Semua pertanyaan yang dilontarkan tadi juga pernah menjadi pernyataan Eleanor saat masih kecil, hanya saja tidak pernah dijawab oleh ayahnya. Yah, hal itu wajar saja, bahkan orang dewasa sekalipun juga akan bingung dengan hal itu, tidak tahu tentang kebenarannya di balik misteri dunia. Perlahan-lahan, semua pertanyaan itu terjawab satu per satu saat ia beranjak dewasa, lebih tepatnya saat ia berusia 18 tahun, dan hidupnya mulai berubah. Semua pertanyaan itu pun mulai berubah.


Apakah monster dapat berubah? Apakah monster harus dikucilkan? Apakah monster sangat ditakuti orang-orang? Bagaimana? BAGAIMANA CARANYA MONSTER DAPAT BERUBAH?!

__ADS_1


Hari itu, ia memiliki janji dengan Baylor, sahabatnya, untuk bersama-sama melihat hasil ujian masuk mereka ke sebuah universitas pada pukul 11 siang. Seperti biasanya, ia sudah mulai bersiap-siap 1 jam 15 menit sebelum waktu janjian. Eleanor adalah seorang gadis yang sangat tepat waktu. Sehabis mandi, ia mengenakan legging hitamnya dan sebuah hoodie croptop, lalu mengepang rambut panjangnya dan merias wajahnya sedikit, dan tak lupa, sepatu Nike dan tas Gucci kesayangannya. Lalu, ia sudah siap untuk berangkat dan menjalani harinya.


Ia kemudian segera berlari kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil. Saat ia mengulurkan tangannya untuk mengambil kunci mobil, ia terkejut bukan main. Ia baru menyadari kalau tangan kanannya berbeda, berubah menjadi tangan monster. Kemudian, secara perlahan-lahan, ia merasakan panas yang luar biasa di tubuhnya, sama seperti panas yang membangunkannya tadi pagi. Ia menekuk lutunya jatuh, tak kuasa menahan panas api yang sangat dahsyat itu. Lalu, perlahan-lahan semua bagian tubuhnya berubah menjadi monster, monster yang berukuran sangat besar, seperti Beast dalam film Beauty and The Beast.


Tak lama setelah itu, mungkin sekitar 6 atau 7 menit, ia merasa kalau tubuhnya sudah membaik, sudah kembali ke ukuran normal, ia juga sudah tak lagi merasakan panas di tubuhnya. Ia kemudian mengamati tubuhnya di kaca. Anehnya, tubuhnya sama seperti semula, tidak ada satupun bagian yang berbeda.


Seribu pertanyaan kemudian berputar di benaknya. Apakah ia bermimpi? Apakah ini semua nyata? Apa yang telah terjadi? Bagaimana ini semua bisa terjadi? Ia benar-benar hampir kehilangan akalnya memikirkan ini semua. Ia menghabiskan waktunya seharian duduk termenung di kamarnya seperti manusia batu. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Jam menujukkan pukul 5 sore, dan ia telah menghabiskan hampir 7 jam untuk memikirkan segala kemungkinan, namun ia tetap belum mendapat jawabannya. Tiba-tiba, ia kembali merasakan panas yang luar biasa di tubuhnya. Semua kejadian yang terjadi tadi pagi kembali terulang, terulang sama persis layaknya de javu. Ia menatap jam di dinding bercat putihnya sembari menahan dan merintih kesakitan. Tepat 5 menit!


Ia benar-benar tak habis pikir apa yang terjadi dengan dirinya. Ia bingung sekali, ia frustasi, dan sempat berpikir untuk bunuh diri. Ia bisa dikatakan hampir kehilangan akal sehatnya. Ia lalu memutuskan untuk tidur, ia benar-benar lelah , lelah sekali. Ia berusaha tertidur dengan memejamkan matanya di atas tempat tidur, sesekali ia terhempas ke udara, terkejut akan mimpi buruknya. Namun, ia tetap berulang kali berusaha tidur , berusaha membohongi dirinya sendiri, berharap bahwa hari ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang sangat panjang dan semuanya akan kembali seperti semula esok hari.


__ADS_2