The Monster!

The Monster!
20. Pekerjaan


__ADS_3

"Tuan, apa Anda yakin ingin melakukan pekerjaan ini?" Tanya pelayan tersebut


"Tentu, ada apa?" Tanya Diego


"Begini, monster yang menguasai pertanian bukanlah monster biasa. Banyak sudah para kesatria sudah mencobanya, namun berakhir gagal dan melarikan diri."


"Itu sudah pasti, dikarenakan kesatria adalah manusia biasa bukan?" Jawab Diego yang tak ingin ambil pusing


"Kau salah Tuan, kesatria itu bukanlah kesatria biasa sebagian. Dikarenakan mereka merupakan kesatria dari dunia lain!" Jawab pelayan itu


"Kesatria..."


Tentang kesatria Diego sendiri sedikit paham, mereka pasti adalah orang-orang dengan sinar coklat sebelumnya saat pemanggilan, dimana kata sang Dewi sinar coklat merupakan pahlawan tingkat rendah, yang bisa disimpulkan sebagai kesatria.


Bahkan Diego sendiri hampir lupa dengan keberadaan mereka, yang Diego cuma ingat yaitu pahlawan dengan cahaya kuning. Lagipula wajar jika ada pahlawan cahaya coklat di sini, dikarenakan mereka sendiri juga dikirim acak oleh Dewi di tempat terpencil.


Setelah perjalanan yang lumayan lama itu, akhirnya keduanya tiba di pertanian yang dimaksud. Dan benar saja ada banyak monster yang tinggal di pertanian itu, jadi wajar saja jika kesatria sampai tidak mampu.


"Aku akan menunggu di sini, Tuan." Ucap sang pelayan yang tidak bisa berjalan lebih jauh lagi


"Baiklah, aku akan mulai membersihkan pertanian ini!" Ucap Diego berjalan santai


Saat langkah Diego semakin dekat, perhatian beberapa monster mulai tertuju padanya, yang sebagian dari monster itu ada yang melangkah mendekat kearah Diego.

__ADS_1


Hingga akhirnya Diego dan salah satu monster saling berhadapan, yang mana di hadapan monster setinggi 3 meter itu, Diego sama sekali bukanlah apa-apa.


SWOSHH!!


"Kau terlalu tinggi untuk di ajak bicara!" Ucap Diego yang dengan cepat menebas kaki Orge di hadapannya


Bahkan hal itu sampai membuat orge yang lain terkejut, dikarenakan sama sekali tak melihat gerakan yang dilakukan oleh Diego


"Jadi, siapa selanjutnya?" Tanya Diego sumringah


Seluruh orge yang melihat itu seketika berlari cepat kearah Diego, dengan senjata yang begitu besar para Orge membabi buta menyerang Diego.


Namun dengan tenangnya Diego menghindari serangan itu, bahkan melakukan serangan balik dengan begitu santai.


"Apa-apaan ini? Mereka lemah sekali dibandingkan mahluk di neraka?" Ucap Diego sembari menghindari serangan para orge


SWOSHH!!


Diego kembali menebas kepala orge itu, bahkan sampai membuatnya hanya tersisa beberapa saja, yang mana melihat kelompoknya habis terbabat membuat orge yang tersisa kehilangan niat bertarungnya.


Bahkan sebagian dari orge yang tersisa berlari pergi meninggalkan pertanian, namun dengan cepat Diego mengejarnya hingga membantai habis orge yang tersisa.


"Huh, lumayan!" Ucap Diego mengusap keringat di keningnya

__ADS_1


Sementara itu pelayan tadi yang melihat dari kejauhan dibuat melongo, ia tak percaya bagaimana bisa Diego menghabisi orge raksasa itu dengan cepat.


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa?" Ucapnya terkejut sedari tadi


***


"Apa! Kau membunuh habis semua orge itu!" Kejut Ben yang tak menyangka


"Benar Tuan, Saya sendiri yang menyaksikannya!" Kagum Pelayan itu


Sementara itu Diego hanya duduk dengan ekspresi malu, ia tidak tau jika monster itu sangat kuat bagi orang-orang desa ini.


"Em! Terimakasih atas kerja kerasnya Tuan!" Ucap Ben menundukkan kepalanya


Di samping itu seorang pelayan pun datang sembari membawa kantong uang, yang mana itu terlihat lebih banyak dari kantong uang sebelumnya.


"Terimalah, Tuan! 80 koin perak sebagai ungkapan terimakasih Saya!" Ucap Ben senang


"Eh! Apa ini tidak masalah?" Tanya Diego ragu sembari mengambil uang tersebut


"Tentu saja tidak, lagipula kami begitu berterimakasih, karena setelah ini aku bisa kembali menjalankan pertanian ku!" Ucapnya dengan wajah senang


"Kalau begitu aku akan menerimanya!" Balas Diego

__ADS_1


Setelah pekerjaan selesai Diego segera berjalan kembali menuju tempat tinggalnya, ia merasa pekerjaan kali ini cukup ringan dan tidak terlalu merepotkan.


"Wow! Tak ku sangka pekerjaannya cukup mudah! Ditambah tuan tanah nampaknya orang yang suka bersyukur." Ucap Diego sembari berjalan senang dengan kantong uang di tangannya.


__ADS_2