The Monster!

The Monster!
41. Pemanggilan


__ADS_3

"Jangan meremehkan ku sialan!" Kesal Gagan


Dengan seluruh kekuatannya Gagan kembali menyatukan telapak tangannya, dan anehnya tiba-tiba seluruh area menjadi bergetar hebat, bahkan tanah pun ikut terbelah.


"Hm?" Bingung Leo


Grrrrrrr!!!


Dari arah tanah dan retakan sebuah tangan asing mulai muncul, bahkan tangan tersebut mampu memanjang mengejar mangsanya, bahkan sampai menyapu habis pasukan kesatria.


"Apa lagi sekarang?" Bingung Leo


DUAR!!


Dari bawah tangan seketika ledakan besar terjadi, bahkan hal itu sampai membuat sebuah lubang besar dan perlahan terlihat sebuah sosok yang keluar.


Sosok wanita dengan penampilan mengerikan setinggi 3 meter keluar dari tanah. Rambutnya nampak aneh seperti sebuah tangan, dan benar saja tangan tadi merupakan rambut dari mahluk yang muncul itu.


"Ibu! Akhirnya Ibu datang!" Ucap Gagan menyembah sujud


Tanpa menjawab ucapan Gagan mahluk bernama Gandi itu mendekap kuat tubuh Gagan, dan bukanya merasa takut Gagan justru nampak bahagia dan tertawa lepas.


"Ibu ... Biarkan aku menyatu dengan mu!" Teriak Gagan


Gandi nampak tersenyum lebar mendengarnya dengan mata merah menyala, ia mengangkat tubuh Gagan dan memakannya mulai dari kepala hingga kaki.


"Oy! Kau ibu yang jahat, menjijikan!" Ucap Leo nampak jijik


"JIJIK? MAHLUK RENDAHAN!!" Teriak Gandi mengerang keras


Hanya dengan teriaknya saja seluruh area di sekitarnya seketika hancur lebur, bahkan hal itu semakin menambah banyaknya korban yang berjatuhan.


Dan anehnya tubuh Gandi mulai mengalami perubahan dengan munculnya sebuah tanduk, terlebih rambut tangan miliknya pun mulai di tumbuhi oleh beberapa duri hitam.

__ADS_1


"HAHA!! LIHATLAH SAYANG! INILAH CINTA!"


WOSHH!!


Beberapa tangan tersebut meluncur kearah Leo, dan dengan cepat Leo menghindari beberapa serangan tersebut, bahkan sampai melakukan serangan balik.


"Cih! Rambut aneh mu ini begitu menyebalkan!" Dengan kekuatannya Leo segera membakar beberapa tangan yang mengarah kepadanya.


Namun saat beberapa tangan tersebut terbakar, Gandi nampak merintih kesakitan dibuatnya, terlebih teriakan Gandi sampai membuat tanah bergetar dan memekakkan telinga.


SWOSHH!!


Crack!!


Sebuah tebasan yang begitu cepat tiba-tiba mengenai wajah Gandi, dan hal itu menyebabkan luka sobek yang cukup besar.


"WAJAH CANTIK KU!! BERANINYA KAU!!"


"Tunggu, bukan aku yang melakukannya!" Ucap Leo membela diri


SWOSHH!!


Sekali lagi sebuah pukulan menghantam wajah Gandi hingga membuatnya terbaring, dan dengan santainya seorang pria tinggi besar tersenyum lebar dengan pedang besar di pundaknya.


Dengan santainya Diego mengangkat sebelah kakinya, dan menghantamkan kearah wajah Gandi hingga membuat seluruh area bergetar hancur dibuatnya.


"Orang gila lagi?" Bingung Leo


Dengan kedua tangannya Diego segera mengangkat pedangnya hingga lewat kepala, dan bersiap untuk melakukan sebuah serangan lanjutkan.


SWOSHH!!


Crack!!

__ADS_1


Namun serangan tersebut gagal karena dengan cepat rambut tangan milik Gandi menusuk seluruh tubuh Diego hingga menjulang di udara.


"BERANINYA KUTU SEPERTI MU MELUKAI WAJAH KU!!" Amuk Gandi penuh amarah


Bruk!!


Gandi segera melemparkan tubuh milik Diego yang nampak tak berdaya ke tanah, dan Leo yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dibuatnya.


Namun yang mengejutkannya adalah, Diego kembali bangkit dengan senyuman sumringah ditambah seluruh tubuhnya yang mengeluarkan asap, memulihkan setiap luka di tubuhnya.


"Hah ... Kau ini tidak sabaran sekali ya?" Tawa Diego yang nampak menggema


Dengan santainya Diego menjulurkan tangannya kearah pedang miliknya yang berada tak jauh darinya, dan dengan ajaibnya pedang tersebut terbang kearah Diego.


"Kalau begitu, mari kita mulai!" Ucap Diego dengan mata merah menyala.


Sekali lagi Diego mengangkat pedang miliknya, dan secara ajaib api hitam mulai menyelimuti setiap sisi pedang tersebut, api yang membuat Gandi terkejut melihatnya.


"Kau!!"


"Death Fire!" Diego segera menebas pedangnya yang membuat tanah terbelah membuat awan seketika berputar di atasnya


"Argo-"


DUAR!!!


Serangan yang kuat sampai membuat mansion walikota kehilangan sebagian bangunannya, bahkan tanah pun ikut terbelah sebagian.


Dan secara perlahan tubuh Gandi yang terkena serangan itu mulai terbakar secara perlahan, bahkan sampai area sekitarnya pun ikut terbakar oleh api tersebut.


"Api hitam? Apa mungkin..." Ucap Leo terkejut


"Pahlawan tiba!! Semuanya tenang!!" Ucap para prajurit

__ADS_1


Mendengar itu Leo segera pergi dari tempat tersebut, begitu juga dengan Diego yang berjalan santai sambil menenteng pedang di pundaknya.


__ADS_2