The Monster!

The Monster!
37. Kembali


__ADS_3

"em?"


Kepulan asap semakin memudar, namun tak terlihat tubuh Iblis Gagan di sana selain tubuh Rinie yang tergeletak tak berdaya.


"Kekeke!" Suara tawa seketika terdengar di samping Lisa yang begitu mengerikan


"Aapa-"


DUAR!!!


Sebuah pukulan melesat membuat Lisa seketika terpental dan menghantam dinding terowongan, dimana tepat saat itu Diego tengah berada.


"Uhuk!!" Lisa batuk


"Lisa! " Diego segera berlari menghampiri berusaha menolong, namun dari arah samping terasa begitu jelas aura yang begitu mengerikan


"Kekek!!!" Tawa Gagan yang nampak semakin mengerikan


Entah apa yang terjadi dengan sang iblis, bukanya menyerang seseorang di hadapannya ia malah melompat keatas, yang langsung mengantarkannya pada pesta meriah orang-orang.


Dan sontak hal itu seketika membuat kepanikan masal orang-orang yang melihatnya, terlebih Gagan hanya tertawa dan mencabik-cabik seluruh mangsanya.


Melihat kesempatan itu Diego segera menggendong Lisa dan membawanya pergi, terlebih Diego sendiri tak bisa berbuat banyak karena pedangnya saat ini tengah tertinggal.


"Aku akan kembali!" Ucap Diego menatap lekat pada lubang besar bekas Gagan melompat


***

__ADS_1


Setelah selesai membaringkan Lisa di atas kasur Diego segera mengambil pedangnya dan kembali pada setelan awalnya, dimana hal ini akan lebih nyaman dalam pertarungan.


"Hei..." Panggil Lisa


"Istirahat lah, kau masih terluka!" Jawab Diego bersiap pergi


"Kau akan mati melawannya, bodoh..." Ucap Lisa


"Aku sudah lama mati, jangan khawatir..." Balas Diego menatap pelan Lisa yang tengah terbaring lemas


"CK! Jangan terlalu percaya diri dengan tubuh besar mu!" Timpa Lisa lagi


"Terimakasih, aku memang akan selalu percaya pada diriku sendiri!!"


Krek!!


Pintu tertutup meninggalkan Lisa seorang diri sambil menghela pelan nafasnya. Lisa menatap lekat pada sebuah kotak kecil di tangannya yang memperlihatkan sebuah benda kecil berwarna hitam pekat, namu di tengahnya terdapat warna merah yang nampak bergerak.


***


"Kekek!!" Tawa Gagan yang tengah berjalan santai keluar mansion sembari menenteng kepala manusia


Diego berdiri diam menatap Gagan di hadapannya, pedangnya sudah siapkan untuk melakukan serangan. Pupil hitamnya nampaknya menatap lekat iblis di hadapannya.


"Manusia? Tanpa berkat?" Ejek Gagan memiringkan kepalanya


Diego tak menjawab dan hanya diam memfokuskan dirinya, karena setelah ini ia akan melakukan sebuah serangan.

__ADS_1


"Hm? Apa kau tuli? Oh! Bagaimana jika kau menjadi bawahan ku?" Ucap Gagan tertawa


WOSHH!!!


DUAR!!!


Dengan sangat cepat Diego melesat dan menghantamkan pedangnya, hingga membuat area sekitarnya hancur dan berdebu.


Namun anehnya serangan tersebut terasa berat seperti sedang di tahan oleh sesuatu, dan benar saja saat debu menghilang Gagan nampak menahan serangan Diego dengan satu tangannya.


"Kau! Rupanya keras kepala juga!!" Gertak Gagan yang langsung menghempaskan Diego


Namun tak ingin merasa lemah Diego kembali melesat melemparkan pedangnya, dan dengan cepat berpindah melayangkan pukulannya kearah iblis Gagan.


Buk!!


DUAR!!!


Kombinasi serangan yang bagus, karena serangan itu mampu membuat Gagan terpental jauh oleh pukulan Diego saat itu juga.


"Kekek!! Menarik! Tanpa berkat mampu membuat ku terhempas?"


Diego tak menjawab dan mengambil pedangnya, ia bersiap kembali melayangkan serangan selanjutnya pada iblis di hadapannya.


"Hei ... Apa kau benar-benar seorang manusia?" Tanya Gagan memiringkan kepalanya tersenyum lebar


Diego tak menjawab dan kembali melesat, namun dengan cepat Gagan melakukan serangan yang membuat area sekitarnya hancur hanya dengan sebuah cabikan.

__ADS_1


"Hei!!! Apa kau tuli!!!" Pekik Gagan semakin kesal


"Diam lah brengsek!!" Seru Diego menghantamkan sikunya ke wajah Gagan


__ADS_2