The Monster!

The Monster!
42. Siapa kau


__ADS_3

Akibat serangan kemarin beberapa korban berjatuhan sangat banyak, terlebih Iblis tersebut juga mampu memanggil bawahnya yang membuat para kesatria kewalahan.


"Siapa yang melakukannya?" Tanya Willy menatap bingung pada tubuh Gandi yang terbakar habis


"Iblis ini mati terbakar!" Jelas Jack menyentuh abu tubuh Gandi


"Itu, sebelumnya kami melihat Leo bertarung dengan Iblis ini. Bisa jadi itu disebabkan oleh Leo!" Ucap seorang prajurit


"Mengapa? Bukankah ia merupakan musuh bagi Dewi Cahaya?" Tanya Willy


"Soal itu kami tidak tahu, Tuan." Jelas prajurit


Dengan penuh kebingungan Willy nampak berusaha mendalami apa yang tengah terjadi, terlebih aneh rasanya jika Leo melawan iblis, terlebih sang Dewi pernah mengatakan jika Leo adalah seorang iblis.


"Apa ada kebohongan di sini?" Tanya Willy dalam benaknya


***


Cahaya pagi kembali bersinar seperti biasa, burung nampak berkicau dengan bahagia di pepohonan. Dan Diego kembali sadar dari pingsannya.


Pupil hitamnya perlahan terlihat melihat sekitarnya, terlebih keadaan Diego saat ini benar-benar tanpa menggunakan sehelai kain sama sekali.


Ditambah Lisa juga nampak tengah terduduk lemas di samping Diego, dan yang Diego terakhir ingat adalah saat ia dikalahkan oleh iblis Gagan semalam.


"Kau sudah bangun?" Tanya Lisa

__ADS_1


"Em, maaf merepotkan mu," jawab Diego


"Tidak, semalam kau justru membantu ku..."


"Bukankah aku semalam kalah?" Tanya Diego


"Seperti yang kuduga kau tidak ingat!" Ucap Lisa


Lisa segera bangkit dari duduknya berjalan ke dapur untuk membuat segelas kopi, dan berjalan kembali kearah Diego memberikan kopi hangat tersebut.


"Terimakasih..."


"Ngomong-ngomong, darimana kau mendapatkan koin kematian ini?" Tanya Lisa menatap bingung pada koin di ganggang pedang Diego


Diego sendiri sebenarnya ragu untuk menceritakannya, terlebih jika ia memberi tau hal itu bisa membuat dirinya diketahui jika ia merupakan orang buangan oleh Dewi.


"Apa itu mungkin?"


"Em ... Ya! Karena bagus aku menggantungnya di ganggang pedang hehe!"


"Wajah mu terlihat bodoh ketika berbohong!" Ucap Lisa menatap pedang Diego


"Ah ... Maaf"


"Tak apa, kau tak perlu menceritakannya."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong ... Tangan ku kembali?" Bingung Diego menatap tangan kirinya yang telah kembali pulih


"Ya, mulai sekarang setiap luka yang kau terima akan kembali pulih. Atau bisa dibilang kau ini sekarang adalah seorang mutan?" Jelas Lisa


"Apa! Bagaimana bisa? Apa aku terinfeksi oleh serangan iblis kemarin?"


"Tidak tidak, justru itu karena ku. Jika saja aku tidak melakukannya kau pasti akan mati!" Jelas Lisa


Diego yang mendengar itu hanya bisa terdiam bingung tak mengerti. Terlebih Diego merasa semalam ia telah melakukan sesuatu yang tak ia sadari.


"Terimakasih telah menolong ku..."


"Aku hanya balas Budi atas tindakan mu sebelumnya."


***


"Hah ... Mari kita lihat siapa selanjutnya?"


Dari balik kegelapan Gerrard melangkah sembari memegang kepala seorang wanita di tangannya. Matanya kembali memandang pada kertas daftar di tangannya saat ini.


Bibirnya yang diselimuti oleh cairan merah nampak tersenyum lebar, tubuhnya telah kembali pulih setelah peristiwa yang terjadi sebelumnya.


"Tunggu lah haha!" Tawa Gerrard yang menggema di seluruh ruangan yang nampak dipenuhi oleh anggota tubuh seseorang


Setelah itu Gerrard berjalan mengenakan pakaian jubahnya, dan berjalan keluar meninggalkan rumah seseorang yang sebelumnya telah menolongnya.

__ADS_1


Tak ada rasa balas Budi dalam diri Gerrard, iba atau pun kasihan jelas tidak ada. Karena perasaan ini adalah perasaan yang hanya dimiliki oleh seorang iblis.


__ADS_2