The Monster!

The Monster!
58. Pengungsi


__ADS_3

"Ellen.." panggil Karin berusaha menarik tangan Ellen yang melamun kearah ledakan


"Karin..." Jawab Ellen dengan mata sayu


"Kita harus pergi, kita harus tetap hidup!" Ucap Karin memberikan nasihat


***


Dengan tubuh penuh luka Willy berusaha bangkit berdiri, sementara itu juga Jack dengan seluruh luka di tubuhnya ia kembali mengangkat kapak di tangannya.


"Kita tak bisa melawannya, kita harus mundur!" Ucap Willy


"Kita tak akan bisa lari, ia pasti tak akan membiarkan hal itu!" Jawab Diego


'Pemulihan?' kejut Willy saat melihat luka di tubuh Diego perlahan sembuh


"Aku akan menahannya, kalian segera pergi dari sini!" Ucap Jack


Willy yang mendengarnya terkejut, ia tau jika Jack berniat mengobarkan dirinya sebagai tumbal di sini.


"Jack! Apa yang kau katakan!"


"Willy! Bukan saatnya bersikap seperti itu! Kau perlu hidup untuk memikirkan balasan selanjutnya! Kau adalah harapan kita!" Jawab Jack


"Kau tak akan bisa melawannya, jelas kau pasti mati!" Sambung Diego mendekat


"Hah ... Pertama kali aku melihat mu aku terkejut, aku pikir kau hanya orang biasa. Namun ternyata aku salah, kau orang kuat" ucap Willy berjalan perlahan kearah Haraga


Diego yang melihatnya hanya terdiam bingung, ia bingung darimana keberanian yang Jack miliki, bahkan tanpa takut ia berjalan dengan kapak di tangannya.

__ADS_1


"Pergilah, aku tak akan menyesal melakukannya!" Ucap Jack


Sementara itu Haraga nampan tersenyum kuat menatap Jack, ia membentangkan tangannya dan menundukkan kepala kagum dengan keberanian Jack.


"Baik, namun sebelum itu biarkan kami membantu mu yang terkahir kalinya!" Ucap Willy di susul anggukan kepala Diego


"Tak masalah, setelah itu pergilah sejauh mungkin. Hiduplah, dan buat perubahan di dunia ini. Dan satu lagi, aku kecewa dengan Dewi bodoh itu!" Ucap Jack


Ketiganya bersiap sekuat mungkin, Diego segera memasang kuda-kuda dan menahan pedangnya sekuat mungkin. Sementara itu Willy mengeluarkan tombak besar di langit dengan cahaya emas.


Jack juga nampak bersiap dengan kuda-kuda miliknya, ia berdiri tegap dengan pose siap menerjang kapan saja.


"Aghhhh!" Teriak tiga pria itu mengeluarkan serangan terkuatnya


"Hahaha!! Datanglah pada ku, akan ku tunjukkan sebuah perbedaan!!" Ucap Haraga membentangkan tangannya menatap langit yang pekatnya


Ditambah dengan tombak emas Willy yang turun dan membuat angin bertiup kencang, dan juga Serangan Jack yang juga ikut melempar aura kapak miliknya


DUAR!!!!!


"Pergilah ... Aku percayakan dunia ini pada kalian.." lirih Jack tersenyum


Keduanya mengangguk cepat, Diego segera berlari dengan sangat cepat hingga tak terlihat sementara Willy segera melesat terang pergi menjauh.


Ledakan besar terjadi yang membuat sebagian kota tiba-tiba rata, sementara itu Jack masih berdiri diam menatap langit malam sembari tersenyum.


"Sebentar lagi, aku akan kembali ... Rose..." Lirihnya tersenyum


Kembali Jack memasang kuda-kuda miliknya, setelah ledakan bilang Haraga terlihat masih berdiri kokoh meski tubuhnya sedikit tergores.

__ADS_1


"Tehnik terakhir, kapak Dewa!" Sebuah tanda aneh mulai muncul di tubuh Jack, membuat sebuah tanda panjang yang muncul di setiap tubuhnya.


Kapak Jack juga perlahan memunculkan api biru yang begitu panas, sementara itu pupil mata Jack juga ikut berubah menjadi biru terang.


"Ku akui keberanian mu di hadapan kematian. Karena itu akan ku berikan kau sebuah penawaran?" Tanya Haraga


"Huh! Kau sangat baik untuk seorang iblis.." jawab Jack tersenyum


"Hahaha! Katakan! Kecuali kematian!"


"Jangan ganggu orang-orang ku!" Ucap Jack tersenyum


"Hahaha! Aku tak akan menganggu, namun akan kuberikan senggang waktu sesuai dengan kekuatan mu!" Tawa Haraga senang


"Heh! Aku tak akan mengecewakan mu!" Jack melesat dengan sangat cepat membuat tanah yang ia pijak seketika hancur lebur.


Dan satu serangan kuat Jack layangkan kearah Haraga, membuat api besar meledak mengelilingi keduanya.


Ditambah suara dentuman juga terdengar hebat dan kuat. Bahkan sampai membuat tanah terbelah sejauh 200 meter akibat serangan itu.


Sementara itu Haraga juga melakukan perlawanan yang sangat kuat, begitu juga dengan Jack yang tubuhnya telah diselimuti api biru.


KRANG!!


SWOSHH!!


Pertarungan keduanya begitu sengit malam itu, bahkan sampai membuat seluruh area hancur berantakan. Ditambah Jack juga memberikan serangan kuat untuk melawan.


"Sungguh, aku tak akan mengecewakan!" Seru Jack menebas tangan Haraga hingga terputus dan terpental jauh

__ADS_1


__ADS_2