
"Siapa dia?" Tanya Ellen
Bruk!
Lisa segera melompat turun, tangannya dengan elegan mengibas rambut di kepalanya. Dan dengan tersenyum manis ia berjalan mendekat.
"Kau yang siapa?" Tanya Lisa menyilangkan tangannya
"Lisa tenanglah, dia kenalan ku.." jawab Diego menjelaskan
"Dan Diego, dia siapa?" Tanya Ellen menatap tajam
"Sama, dia kena-"
"Aku istrinya!" Jawab Lisa menatap tak suka
"Apa! Diego!" Tatap Ellen
"Lisa, jangan membuat perkataan yang mengundang salah faham orang!" Jawab Diego
"Diego!" Panggil Ellen kembali
"Kami tak mempunyai hubungan khusus, Ellen."
"Ya, tapi sekarang. Namun entah nanti!" Jawab Lisa tiba-tiba
Melihat pertengkaran keduanya Diego hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tak mengerti mengapa keduanya bisa seperti ini.
"Sudahlah, lebih baik kita segera membawa, Ellen terlebih dahulu.." ucap Diego
"Hm ... Sepertinya ada cinta segitiga hehe.." ucap Karin menutup mulutnya
***
(Rumah Sakit Anika)
__ADS_1
"Istirahatlah," ucap Diego membaringkan Ellen di ranjang
"Diego, siapa wanita tadi?" Tanya Ellen kembali yang membuat Diego menghela nafasnya
"Hanya teman, kebetulan dia pernah menolong ku." Jawab Diego tenang
"Bukan istri mu?" Tanya Ellen
"Hah ... Mana mungkin, terlebih aku masih belum memikirkan hal itu, Ellen." Jawab Diego kembali
Mendengar penjelasan Diego, perlahan membuat Ellen mengerti dan bahkan sampai membuatnya tersenyum malu.
"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Diego kembali
"Em ... Aku sedang belajar, aku ingin menjadi seorang tenaga medis!" Jawab Ellen
"Sungguh?"
Ellen mengangguk, matanya nampak berbinar dengan senyuman di wajahnya. Sementara itu dari balik pintu Lisa nampak menatap kesal.
"Sayang! Sampai kapan kau berada di dalam! Bukankah dia butuh istirahat?" Panggil Lisa membuka pintu
"Sudahlah, apa bisa kalian Berdua dua akur saja?"
"Tidak!" Jawab keduanya serempak
"Huh ... Lisa keluarlah dulu, aku akan menyusul mu."
Lisa mengangguk dengan terpaksa setelah itu ia melangkah keluar, sementara itu Ellen masih menatap tak suka.
"Aku harus pergi dulu, ada urusan yang harus ku selesaikan.."
Belum sempat Diego berdiri, Ellen tiba-tiba menahan tangannya. Matanya menatap sayu seolah tak ingin di tinggalkan.
"Tenanglah, aku akan kembali jika sudah membereskan masalah di luar.."
__ADS_1
"Untuk apa? Di sini ada Pahlawan, terlebih yang kau lawan iblis, Diego!" Ucap Ellen menolak
Dengan pelan Diego tersenyum, ia usap pelan puncak kepala Ellen berharap wanita itu tenang dengan kekhawatirannya.
"Aku tau, tapi aku tak selemah itu."
"Kalau begitu kau harus tetap di sini saja. Pahlawan akan membereskan mereka!"
"Aku tau, namun bagaimana jika monster lain menyerang orang tak bersalah? Mana mungkin Pahlawan bisa menanggung semaunya sendiri."
Ellen terdiam sejenak, ia tau jika sekarang ia tak boleh egois. Namun karena perasaan cemburunya tak boleh ia biarkan hingga membuat orang lain terluka.
"Setelah beres kau harus mengunjungi ku.." jawab Ellen memalingkan wajahnya
"Aku berjanji"
"Kemari lah.." panggil Ellen melambaikan tangannya
"Ada apa? Kita hanya berdua, tak perlu takut-"
Dengan tiba-tiba Ellen menarik lengan Diego, dan dengan sangat cepat ia mendaratkan bibirnya di milik Diego.
"Emh." Lirih Ellen melepaskan ciuman itu
"Ellen,"
"Penyemangat untuk mu.." jawab Ellen memalingkan wajahnya malu
***
Krek!!
"Ada apa dengan wajah mu?" Tanya Lisa menatap Diego yang merona
"Tidak ada, sebaiknya kita pergi."
__ADS_1
Diego segera berjalan terlebih dahulu, sementara itu Lisa hanya menatap bingung dan segera melangkah mengejar Diego yang mulai jauh.
"Hei, mengapa wajah mu memerah?" Tanya Lisa berlari kecil