
Dengan cepat Diego segera menghindar serangan petir tersebut, namun kali ini bertambah sulit akibat Gagan yang selalu melempar tanduknya itu seperti bumerang yang selalu kembali.
"Aaah!!!"
Dengan segenap kekuatannya Diego segera menghantamkan pedangnya kearah tanah, dan dengan cepat tanah seketika terbelah dan hancur yang membuat Gagan harus menghindar.
"Segel iblis, sayap kematian!"
Sebuah sayap tiba-tiba muncul di belakang Gagan, namun belum sempat ia terbang Diego segera melesat dan melompat kearah Gagan dan menghajarnya.
Buk!!
Sebuah pukulan menghantam wajah Gagan dan kembali membuatnya terpental jauh, namun kali ini Gagan nampak lebih serius dan langsung kembali melompat
Sayap Gagan seketika terbuka dan menembak bulu hitam kearah Diego, dan hal itu jelas begitu menyulitkan Diego ditambah dengan keadaan Gagan yang berada di udara saat ini.
"Sial aku tak bisa menjangkaunya!" Kesal Diego
Namun ditengah kebingungan itu tiba-tiba sebuah bola api menghantam tubuh Gagan, dan hal itu jelas membuatnya terjatuh dan dengan kesal menatap kearah orang yang melakukannya.
"Iblis! Bersiaplah untuk mati hari ini!!" Ucap seorang kesatria dengan beberapa bawahannya
__ADS_1
"Beraninya kalian!"
Gagan yang murka kembali menyatukan kedua telapak tangannya, dan seketika sebuah gerbang aneh mulai muncul yang mengeluarkan beberapa mahluk mengerikan.
Dengan cepat Diego melesat kebelakang Gagan bersiap memotong kepalanya, namun sayang Gagan terlalu cerdik untuk trik seperti itu, dengan sayapnya ia menembak bulu hitam kearah Diego.
Srak!!
Beberapa bulu hitam tajam seketika menancap di seluruh tubuh Diego, dan hal itu seketika Gagan manfaatkan untuk menebas Diego dengan sangat kuat.
Diego berusaha menahan serangan yang begitu dekat itu, namun akibat bulu hitam itu gerakan Diego terasa begitu berat untuk di kendalikan.
Crack!!
"Ini belum berakhir!"
Gagan kembali merapatkan kedua tangannya membuat petir kembali menyambar kearah Diego dan para kesatria, namun dengan susah payah Diego bangkit sambil menahan sakitnya.
"Cih! Tubuhku semakin lemah!"
Dengan santainya Gagan menunjuk kearah Diego sambil tersenyum, dan tiba-tiba dari ujung kukunya sebuah petir besar muncul kearah Diego dan menyambar membuat ledakan.
__ADS_1
Diego yang tak sempat menghindar segera menangkis hal itu dengan pedangnya, namun sama seperti sebelumnya Diego kembali terkena sambaran yang lebih kuat itu.
"Aghh!" Pekik Diego yang merasa tubuhnya tercincang
Petir berhenti menyambar menyisakan Diego yang terduduk diam dengan keadaan tak. Sadarkan diri, ditambah dengan luka yang semakin memperparah keadaan.
Gagan berjalan pelan kearah Diego, namun beruntung para kesatria melakukan serangan yang membuat Gagan teralihkan.
"Manusia sialan!" Kesal Gagan berjalan menghampiri
Namun dengan cepat saat Gagan mengalihkan pandanganya, tubuh Diego seketika menghilang dari pandangannya.
***
"Kau bodoh sekali, sudah kukatakan kau akan mati melawannya!" Kesal Lisa yang bersusah payah membopong tubuh Diego keatas kasur
Wajah Diego yang tak sadarkan diri nampak begitu pucat, terlebih dengan keadaan lengan Diego yang telah hilang sebelah membuat Diego mengeluarkan banyak darah.
"Bertahanlah!"
Dengan begitu tergesa-gesa Lisa segera mengambil beberapa obat dan pembalut, dan dengan hati-hati Lisa segera mencabut bulu hitam yang menancap di tubuh Diego saat ini.
__ADS_1
"Sial, tubuhnya terkena racun!"
Di tengah ambang kematian, Lisa nampak begitu ragu jika Diego akan bisa selamat, ditambah dengan bulu hitam yang begitu mematikan itu menempel di tubuh Diego sangat banyak.