
Di tengah jalan sebuah kereta kuda nampak berjalan cepat. Di dalamnya terdapat Diego dan Lisa yang hendak menuju pusat kota Anika.
"Berapa lama kita akan sampai?"
"Sekitar 7 jam, perjalanan lebih cepat karena menggunakan kereta kuda. Namun jika berjalan akan memakan waktu seharian penuh," ucap Lisa menatap peta
Kereta kuda nampak terus melaju melintasi jalanan, seorang pemacu nampak memecut kudanya agar semakin cepat bergeraknya.
"Ngomong-ngomong, apa yang ingin kau lakukan di sana?" Tanya Diego
"Ada beberapa urusan dengan Pahlawan kerajaan Anika," jawab Lisa
"Hm? Oh, dan juga apa kau seorang pahlawan?" Tanya Diego mengingat Lisa seorang yang di panggil oleh Dewa Gaia
Lisa mengangguk tak menyangkal apa yang Diego sebut, karena itulah faktanya. Hanya saja Lisa berbeda dengan pahlawan lainnya yang lebih suka menghabiskan waktu di daerah kekuasaan saja.
"Ya, namun aku tak terlalu suka dengan gelar itu. Terlebih aku juga tak terlalu suka di agung-agungkan secara berlebihan. Bagiku hidup bebas adalah sebuah tujuan yang bagus.." ucap Lisa menatap luar Jendela
'Tak heran kekuatannya berbeda pada orang biasa.'
"Kenapa kau menatap ku? Apa aku cantik?" Tanya Lisa tersenyum menggoda
Diego tak menjawab dan dengan eskpresi datar ia memalingkan wajahnya, dan hal itu cukup membuat Lisa kesal melihatnya.
__ADS_1
***
Hari telah nampak gelap kembali, dan Lisa kembali melihat peta di tangannya yang mana keberadaan kota Anika sudah semakin dekat.
"Api?!" Seru pria pembawa kereta kuda
"Ada apa?" Tanya Lisa melihat luar jendela
Lisa menatap arah depan, dan sontak ikut terkejut saat melihat kepulan asap dan api menerangi kota Anika malam itu.
"Kebakaran?" Tanya Diego
"Tidak, skalanya terlalu besar. Sepertinya terjadi penyerangan!" Jawab Lis menatap tajam kedepan.
"Hm? Mengapa akhir-akhir ini sering terjadi seperti ini? Bukankah beberapa waktu yang lalu kota Axio?" Tanya Diego
"Maaf hanya bisa sampai sini, aku takut jika nanti akan terkena oleh serangan."
"Tidak apa-apa, terimakasih karena telah mengantarkan kami." Lisa memberikan bayaran pada penunggang tersebut
"Iblis.." lirih Diego saat ia merasa perasaan aneh dalam dirinya
'Sepertinya efek pil tersebut juga membuat indra miliknya semakin tajam?' tanya Lisa dalam benaknya
__ADS_1
***
"Apa? Bagaimana bisa pusat kerajaan terjadi penyerangan seperti ini?" Kejut Willy mendengar ucapan seorang prajurit
"Sepertinya mereka mulai berani menunjukkan taring-taringnya!" Sambung Jack segera berdiri mengambil kapaknya
"Semuanya! Segera evakuasi para warga, dan segera lakukan serangan balik dan pertahankan kota!" Perintah Willy
Semuanya serempak menjawab dan segera berlari keluar untuk melakukan perintah, sementara itu Willy dan Jack segera berjalan keluar untuk melihat.
"Apa menurut mu kali ini seorang utusan?" Tanya Jack
"Entahlah, namun aku punya firasat buruk kali ini.." jawab Jack bergegas keluar
***
Sementara itu di sebuah ruangan yang nampak gelap, sebuah siluet nampak menatap tajam dari balik kaca menatap suasana kacau kota.
"Yang Mulia! Terjadi serangan di ibu kota!" Ucap seorang pengawal berdiri di belakang Raja Anika dengan armor emas.
"Hm ... Segera lakukan evaluasi, dan pertahankan kota sebaik mungkin!"
"Baik!"
__ADS_1
Melihat suasana kota Raja nampak menghela nafasnya, ia menatap sayu pada kondisi kota yang seperti ini.
"Apa ini sebuah hukuman?" Tanya sang raja berucap sendiri sembari menatap langit malam