
Grey segera duduk di kursi miliknya, dan tidak lupa Diego menundukkan tubuhnya untuk memberi hormat pada bangsawan di hadapannya saat ini.
"Salam Tuan, Saya Gin pengawal pribadi milik Nona Lora" ucap Diego memberi saran
Barong mengangguk sembari mengangkat satu tangannya, ia mempersilahkan Diego untuk kembali berdiri dari posisi hormatnya.
"Bagaimana perjalanan mu, Sayang?" Tanya Grey
"Semuanya baik-baik saja, Ayah. Bahkan kami tidak menemukan masalah sama sekali," senyum Lora sambil menatap ibundanya yang terlihat begitu kesal
Sementara itu seorang anak laki-laki nampak tiba di ruangan, ia baru saja tiba yang membuat Kara tersenyum bahagia menyambutnya.
Anak laki-laki itu merupakan adik Lora, namanya ada Kevin, seorang anak yang terlihat begitu berbeda dari ayahnya, dan lebih identik dengan ibunya.
"Salam, Ayah. Maaf jika Kevin terlambat datang dalam acara penyambutan." Ucapnya memberi salam
"Lihat siapa yang datang! Keponakan tercinta ku!" Seru Drake turun dari lantai atas
Kevin segera berlari kearah pamannya itu, memeluknya dengan erat yang membuat senyuman manis di wajah Kara terlihat.
Berbeda dengan Grey, Kevin terlihat jauh lebih dekat dengan pamannya, bahkan jika orang melihatnya orang-orang akan mengira jika Kevin itu anak dari Drake.
"Em! Karena Lora sudah tiba, sebaiknya mari kita mulai acara penyambutannya!" Ucap Grey meski dengan keadaan sakit
Diego sendiri pada saat itu memilih untuk menjauh, ia tak terlalu ingin tau urusan yang akan mereka lakukan, karena tugasnya hanyalah menjaga bukan ikut campur.
__ADS_1
Selagi menunggu acara selesai, Diego dengan sibuknya berkeliling area mansion yang terlihat sangat luas dan besar itu, ditambah dengan beberapa taman indah.
"Tuan, Gin!" Panggil Kesatria sebelumnya
"Hm? Kau..."
"Ah, perkenalkan nama ku Albert!" Ucapnya mengulurkan tangan yang di sambut oleh Diego
"Haha, ada apa Tuan Albert memanggil ku?" Tanya Diego.
"Hanya kebetulan, dan secara tidak sengaja aku melihat mu jalan-jalan," ucap Albert ikut bergabung
"Ngomong-ngomong sudah berapa lama kau bekerja disini?" Tanya Diego memulai topik
"Sudah sangat lama, bahkan sejak Nona Lora masih kecil!" Jelas Albert
Albert yang mendengar itu seketika langsung melihat sekeliling, matanya menatap sekitarnya takut jika ada yang mendengar pertanyaan Diego tadi
"Jangan terlalu keras membicarakan hal itu!" Ucap Albert menaruh ujung jarinya dibibir
Diego mengangguk paham sembari ikut melihat sekeliling juga.
"Sebenarnya, ada desas-desus yang mengatakan jika Nyonya Kara telah berselingkuh, namun berita itu masih menjadi desas-desus!" Albert hendak melanjutkan kembali ceritanya, namun tiba-tiba seorang prajurit memanggilnya m
"Tuan Albert!" Panggil prajurit itu
__ADS_1
"Ada apa?"
"Tuan Baron memanggil mu," ucapnya
"Baiklah aku akan kesana," Albert segera mengangguk menatap Diego dan berlalu pergi.
Sementara itu Diego hanya berdiri diam menatap kepergian Albert yang semakin jauh, sambil memikirkan tentang perkataan yang Albert katakan tadi.
"Rupanya menjadi bangsawan tidaklah terlalu enak..." Pikir Diego sembari menatap langit biru
***
"Dasar Monster!!" Teriak seorang utusan cahaya dengan kondisi terluka parah
Sementara itu seorang pria dengan ekspresi dingin nampak tidak perduli, ia dengan erat memegang dual Blade miliknya itu dengan sangat erat dan kuat.
Crack!
Satu tebasan yang sangat kuat hingga membuat bangunan di belakangnya ikut terbelah mengikuti arah tebasan.
Tangannya kembali menatap sebuah peta, ia mencoret sebuah lokasi yang telah dibersihkan, matanya nampak dingin seolah begitu tak perduli dengan kondisi di sekelilingnya.
Terlihat jelas di sekelilingnya tubuh orang-orang tergeletak, dan dapat diketahui jika yang menjadi korban merupakan orang-orang utusan Dewi kebajikan sebelumnya.
Dari balik kertas di belakang map, terdapat nama-nama yang telah ia coret, dan sebagian nama begitu jelas terdapat nama para pahlawan.
__ADS_1
Dengan tenang pria tersebut menusuk pedangnya ke tubuh pria yang telah ia bunuh, dan dengan santainya ia meneteskan darah itu di atas nama para pahlawan.
"Red Rose!" Ucapnya tersenyum tipis