The Monster!

The Monster!
63. S2 Cerita


__ADS_3

Di sebuah tempat yang gelap, jeruji emas tinggi dan besar terlihat tengah mengurung sesuatu di dalamnya. Sementara itu di hadapannya, Dewi Maya nampak memandang sambil mengusap pelan sebuah segel di hadapannya.


Segel lingkaran, yang memiliki garis-garis aneh di tengahnya. Sebuah segel yang saat ini tengah mengurung entitas tak di kenal di dalam sana.


"Hanya perlu sedikit waktu lagi. Aku yakin jiwa-jiwa ini akan cukup untuk membuka segel ini."


Dengan wajah tersenyum manis, Dewi Maya nampak mengelus-elus pelan sebuah segel di hadapannya, nafasnya tak beraturan dengan ekspresi aneh di wajahnya.


"Ah ... Aku tak sabar melihatnya lagi, sesuatu yang luar biasa!" Ucapnya menempelkan wajahnya pada jeruji emas di hadapannya


"Terlebih orang-orang itu, mereka terlihat bodoh karena berpikir semuanya akan nikmat. Apa mereka pikir harta dan kekuasaan itu akan bertahan lama?"


"Benar kan, Yang Mulia, Elder?"


Sepasang mata merah menyala kembali terbuka, membuat Dewi Maya kembali tersenyum dan bahagia.


Wajahnya sumringah tak dapat di jelaskan, seperti seorang wanita malam yang begitu haus akan belaian.


***


Sementara itu setelah melakukan evakuasi pada Desa Hilma. Raga akhirnya memutuskan untuk menemui Megi, ia juga nampak penasaran sebenarnya dengan arti simbol itu.


Apalagi saat melakukan pembersihan, para monster juga terlihat berbeda dari biasanya, terlebih dengan simbol lingkaran merah itu.


Tok tok tok!

__ADS_1


"Masuklah, pintu tidak di kunci."


Krek!


Pintu terbuka, dengan segera Raga melangkah masuk menatap sekitarnya, yang saat ini di penuhi dengan buku-buku.


"Jadi, ada apa?" Tanya Megi sembari memilih buku di dalam rak


"Ada yang ingin ku tanyakan," balas Raga segera duduk di salah satu kursi


"Katakan."


"Apa kau tau tentang simbol lingkaran merah?" Tanya Raga sembari menatap sekitarnya yang nampak begitu berantakan


"Lingkaran merah, nampaknya aku ingat sesuatu."


"Benarkah?"


"Ya, dan sepertinya hal itu tertulis dalam buku ... Ini!" Megi mengambil sebuah buku


Tangannya segera membuka setiap halaman, mencari sesuatu yang sebelumnya pernah ia baca.


"Ini dia!"


Megi meletakkan buku tersebut di atas meja di hadapan Raga.

__ADS_1


Simbol Lingkaran Merah. Sebuah simbol kekuatan dari penguasa jiwa, dialah mahluk yang memegang jiwa setiap mahluk di bawah kekuasaannya.


Simbol ini dulunya berada tepat di kanan ketiga Dewa Elder, tentunya sebelum sang Dewa memutuskan untuk membagi kekuatannya dalam beberapa bagian.


Namun itu dulu, sekarang simbol ini merubah dirinya dalam bentuk sebuah kekuatan, yang saat ini manusia sebut sebagai Dewa.


Dewa Kontrak, sang pengendali dan penguasa jiwa mahluk hidup. Mahluk yang mau menyerahkan jiwa di bawah kekuasaannya.


"Sebatas itu?" Keluh Raga saat penjelasan buku tersebut berakhir


"Memang seperti itu, karena itu lah dunia ini penuh dengan misteri."


"Jadi, apa monster yang ku lawan sebelumnya merupakan bawahan Dewa Kontrak?" Tanya Raga


"Hm? Darimana asumsi itu? Bukankah Dewa Monster adalah pimpinan tertinggi para Monster?"


"Ya aku berpikir begitu sebelumnya, hanya saja simbol merah aku melihatnya dengan jelas di tubuh para monster."


Megi yang mendengarnya terdiam kembali sejenak. Ia kembali berpikir dengan apa yang tengah terjadi sebenarnya.


"Hm ... Nampaknya hal ini semakin menarik. Aku memiliki asumsi jika sebenarnya monster-monster itu berada di bawah kekuatan Dewa Kontrak?"


"Bisa jadi, namun mengapa?"


"Alasannya bisa saja untuk menambah jumlah pasukan mereka. Kau sendiri tau Dewa Kontrak adalah penguasa jiwa, jadi selama seekor makhluk memiliki jiwa, mereka bisa saja menjadi bawahannya."

__ADS_1


__ADS_2