
Kultus Iblis, merupakan bawahan langsung Dewa Kontrak. Mungkin terdengar seperti penyembah Raja Iblis, namun sebenarnya bukan seperti itu.
Mengorbankan manusia, dan bertindak secara hati-hati adalah ciri khas mereka. Apa yang mereka lakukan? Ya, jiwa manusia yang di korbankan.
Jiwa itu akan di berikan pada Dewa Kontrak, jelas untuk memperkuat kekuatanya. Memang jika dilihat Dewa Kontrak itu kuat, namun dia masih bisa lebih kuat dengan memakan jiwa.
Lalu apa hubungannya dengan Dewi Maya? Sebenarnya tidak ada, keduanya memiliki urusan yang berbeda. Hanya saja Dewi Maya begitu benci dengan Dewa Kontrak.
Dewi Maya juga mempunyai sebuah alibi pada para pengikutnya. Yaitu membunuh anggota kultus dengan kata kedamaian dunia, namun nyatanya itu tidak benar.
Dewi Maya memerintahkan pengikutnya membunuh anggota kultus, alasannya untuk merebut jiwa mereka. Jika di tanya kenapa harus anggota kultus, jawabnya cukup sederhana.
Ini jelas untuk memperlancar kebohongannya, apa yang terjadi saat ini merupakan sebuah kebohongan. Pahlawan dan kesatria serta pengikut Dewi Maya, adalah sebuah perantara.
Ketika seorang pengikut membunuh satu anggota kultus, maka jiwa anggota itu akan pergi mendatangi Dewi Maya, dan di ubah menjadi sebuah kekuatan.
Ya, para dewa dan Dewi mengkonsumsi jiwa sebagi sumber kekuatannya. Ada alasan mengapa mereka harus seperti ini, hal ini tidak lain karena sebuah kutukan.
Yang mana kutukan itu melarang para Dewa Dewi menggunakan kekuatannya di dunia ini, atau jika tidak mereka akan di segel selama seratus tahun.
Lantas apa tujuan Dewi Maya selama ini? Yaitu membangkitkan Yang Satu, sumber dari segala hal yang terjadi.
Tentunya untuk melepaskan kutukan tersebut, agar para Dewa dan Dewi mampu berkuasa lagi di muka bumi dengan kekuatannya.
***
__ADS_1
Diego menganggukkan kepalanya mendengar cerita yang Argo katakan padanya. Diego sendiri baru mengerti akar permasalahan sekarang ini.
"Jadi begitu, tapi ngomong-ngomong bukankah itu artinya kau belum mati selama ini?" Tanya Diego di sebuah ruangan putih atau di sebut alam bawah sadar
"Itu benar, Aku memang belum mati. Lagipula saat kau melawan ku, kekuatan ku masih tersegel saat itu."
"Hooh, lantas kenapa kau menjadi sebuah koin?"
"Soal itu karena aku sedang bingung ingin menjadi apa. Namun sebelum itu, bukankah kau seharusnya tidak terlalu banyak bicara?"
"Huh?"
Diego kembali sadar, seekor ular raksasa nampak sudah semakin dekat kearahnya, bersiap hendak memakan Diego hidup-hidup.
"Keparat!"
Satu tebasan, membuat leher ular tersebut terpisah dengan tubuhnya. Diego segera melompat, dan di sekitarnya begitu banyak mayat para monster.
"Yah kau sudah semakin hebat saja." Puji Argo
"Eh? Bagaimana bisa kau berbicara? Dimana kau?"
"Aku ada di ganggang ini bodoh, apa kau lupa yang kukatakan?"
"Oh, jadi kau di sini selama ini?" Tanya Diego menatap datar
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, kau bisa menggunakan kekuatan ku kau tau?"
"Benarkah?"
"Ya! Terlebih jika kau mengatakan ingin membunuh Dewa, kau perlu kekuatan seorang Dewa juga!"
"Hooh, bukankah kekuatan mu 90 persen sedang di segel?" Tanya Diego bingung mendengarnya
"Aku tau hal itu, namun kau harus ingat. Aku perlu mengalahkan para Dewa untuk mengambil kembali kekuatan ku. Terlebih bukan hanya para Dewa, kekuatan ku sebenarnya tersebar di suatu tempat."
"Tersebar?"
"Ya itu benar, terdapat sembilan bola kekuatan milik ku yang tersebar. Di antaranya dua dengan Dewi Maya dua dengan Dewa Gaia dan dua dengan Dewa Saka."
"Kedengarannya rumit, aku tidak mengerti?" Bingung Diego
"Dasar bodoh, itu artinya tiga kekuatan ku berada di suatu tempat. Dan berarti kau perlu menemukan tiga bola itu. Apa kau mengerti?" Tanya Argo
"Ah ya baiklah, lalu apa yang terjadi?".
"Jika kau sudah menemukannya, kau bisa menggunakan kekuatan tiga kekuatan itu. Dan untuk sekarang, kau hanya bisa menggunakan satu kekuatan saja, yaitu yang kumiliki sekarang."
"Woah! Bukankah Aku terlihat seperti orang yang memiliki berkat, hehe."
"Tidak juga, ini hanya kekuatan pinjaman saja. Dan jika kau bertarung tanpa menggunakan pedang ini, atau koin ini hilang, kau tidak akan bisa menggunakannya, apa kau paham?"
__ADS_1
"Iya Aku paham, jadi bagaimana menggunakan kekuatannya?"
"Haha, menarik sekali. Baiklah, biarkan Guru mu ini mengajarkan mu!"