The Monster!

The Monster!
50. Hilang Kendali


__ADS_3

Di sebuah gang sempit Diego nampak muntah dengan rasa tak percaya pada dirinya sendiri, terlebih saat aksinya tersebut ia lakukan dengan kesadaran penuh atas dirinya.


"Sial ... Ada apa dengan ku!" Pekik Diego mengusap mulutnya dengan rasa begitu jijik.


Dengan begitu sempoyongan Diego segera berjalan keluar dari gang sempit, sambil memegang perutnya yang terasa begitu mulas dan mual.


"Aku perlu bertanya pada Lisa!"


***


"Hm? Kalian terluka?" Tanya sebuah sosok hitam dengan simbol bulat merah di wajahnya, ia duduk dengan santai di sebuah singgah sana.


"Maaf Tuan Ku, sepertinya kami terlalu menurunkan kewaspadaan.." jawab Hama dengan cara berlutut patuh di susul dengan Gama dan Gerrard yang tergeletak


Sosok mengerikan tersebut hanya diam dan berdehem, hingga beberapa saat kedua iblis tersebut kembali pulih dengan kondisi yang sangat baik kembali.


"Terimakasih Tuan Ku!" Ucap Hama dan Gama sembari bersujud pada sosok nan tinggi itu


[Dewa Kontrak]


"Pergilah, bawa dia dan biarkan dia pulih!" Perintah sang Dewa

__ADS_1


Gama dan Hama mengangguk dan segera membawa Gerrard pergi, yang mana kondisi Gerrard juga sudah pulih pada kondisi semula.


"Belum cukup, aku masih perlu lebih banyak lagi!" Ucapnya menatap pada sebuah layar yang memperlihatkan sebuah dunia yang hancur berantakan


"Aku perlu lebih banyak! Lebih banyak nyawa lagi!" Ucapnya dengan penuh ambisi nan kuat


Tangannya ia kepalkan, tekadnya begitu kuat dengan aura yang mengerikan mengelilinginya tubuhnya.


"Goro!" Panggilannya


Dari balik kegelapan seorang iblis dengan banyak tangan muncul, di tangannya nampak jelas memegang beberapa pedang yang mengerikan.


Iblis Goro pergi meninggalkan sang dewa seorang diri dalam singgah sana miliknya. Sementara itu ia kembali memanggil sebuah nama lagi.


"Haraga!" Panggilannya dan dengan sekejap sebuah bayangan muncul di hadapannya dengan aura hitam menyelimuti


"Turunlah, dan bereskan para pahlawan itu!"


Haraga mengangguk dan dengan cepat menghilang dalam kegelapan, membuat sang dewa hanya duduk diam dengan menumpukan kakinya.


***

__ADS_1


"Bagaimana menurut mu?" Tanya Glenn yang tengah berdiri bersama Willy menatap luar kaca


"Ya, beberapa hari terakhir nampaknya serangan para utusan dan iblis mulai terlihat lebih sering," jawab Willy


"Namun faktanya, mereka hanyalah orang-orang kecil di antara pengikut Dewa Kegelapan. Kita belum tau bagaimana iblis dan utusan tingkat atas milik Dewa Kegelapan!" Sambung Glenn


Willy hanya diam setuju dengan pendapat itu, ia juga nampak khawatir bagaimana selanjutnya. Terlebih dengan kemunculan beberapa utusan yang lebih sering.


"Aku merasakan firasat buruk, Tuan Glenn" ucap Willy


"Huh! Sepertinya sesuatu yang besar akan segera terjadi. Aku tak tau apa itu, hanya saja peramal mengatakan jika sesuatu yang mengerikan Akan segera hadir di dunia ini.." jawab Glenn


"Sesuatu?" Tanya Willy memiringkan kepalanya


"Hah ... Seminggu yang lalu, peramal mengatakan jika dunia ini akan mengalami sebuah bencana besar. Dimana sebuah kehadiran mengerikan akan muncul, dan itu membawa dampak buruk pada dunia." Ucap Glenn dengan sedikit berkeringat


"Namun begitu, aku yakin para Dewa Cahaya akan membantu kita.." jawab Willy


"Hahaha! Kau terlalu naif jika percaya semuanya pada mereka. Apa yang mereka lakukan saat ini kira-kira? Bukankah dunia sedang tidak baik-baik saja, dan mengapa mereka hanya diam saja di langit sana?" Tanya Glenn tersenyum


Willy hanya diam tak bisa menjawab, ia juga merasa aneh mengapa para Dewa terlihat diam saja selain memberikan perintah, terlebih mereka juga nampak acuh dengan kondisi dunia.

__ADS_1


__ADS_2