The Monster!

The Monster!
40. Lahir Kembali


__ADS_3

Dengan begitu ragu dan berat, Lisa segera mengambil kotak kecil miliknya itu yang mana terdapat sebuah benda bulat kecil berwarna hitam pekat dengan noda merah di tengahnya.


"Hah, pada akhirnya aku melakukannya," keluh Lisa dengan ragu memegang benda tersebut


"Setelah ini, kau sudah bukan manusia normal lagi..." Lirih Lisa memasukan benda tersebut kedalam mulut Diego


Beberapa saat setelah benda tersebut masuk, suasana nampak hening namun beberapa saat kemudian tubuh Diego bergerak sendiri seperti ikan yang kepanasan.


Dan dengan susah payah Lisa menahannya agar Diego tak terjatuh dari atas kasur, dan secara anehnya tubuhnya Diego secara perlahan mengeluarkan asap hitam pekat


Apalagi di bagian tangan Diego yang buntung juga mengeluarkan asap yang lebih banyak dan tebal, dan secara ajaibnya tangan Diego perlahan mulai tumbuh kembali.


"Bertahanlah!" Seru Lisa


Beberapa menit kejadian itu berlangsung, hingga akhirnya tangan Diego kembali pulih seperti biasanya, dan seluruh luka juga telah sembuh seperti sedia kala.


Dengan perlahan Diego kembali sadar dan dengan perlahan membuka matanya, yang mana hal itu sudah cukup jelas memperlihatkan perubahan dari diri Diego.


Secara perlahan Diego kembali membuka matanya setelah seluruh kesadarannya terasa kembali, dan terlihat jelas warna mata merah menyala dengan ambisi yang begitu kuat.


Bruk!!


Diego yang berdiri mendadak seketika membuat Lisa terduduk karena terkejut, terlebih dengan aura asing yang berada di tubuh Diego saat ini.


"Siapa kau!?" Tanya Lisa

__ADS_1


Diego tak menjawab selain tersenyum lebar yang memperlihatkan jika saat ini ia bukanlah seorang Diego, melainkan entitas asing yang bersemayam.


***


Sementara itu Kota Axio malam ini begitu terang oleh lautan api yang membara, akibat serangan Gagan yang begitu kuat, terlebih dengan beberapa mahluk panggilan.


Bahkan akibat serangan ini cukup membuat para kesatria kewalahan melawan, apalagi mahluk yang datang seolah tidak ada habisnya dan terus muncul.


"Sial! Mereka tidak ada habisnya!" Ucap pemimpin kelompok


"Lapor Pak! Pesan yang kita kirimkan terganggu!" Ucap seorang bawahan


"Apa!? Bagaimana bisa? Apa mereka di serang?"


"Benar, dan rupanya salah satu orang yang kita utus untuk meminta bantuan adalah seorang Utusan Dewa kegelapan!"


DUAR!!


Ledakan kembali terjadi dengan orang-orang yang terlihat melambung di udara dan terjatuh ketanah, dan nampak jelas sang Gagan yang tertawa senang dengan aksinya.


"Hah! Betapa indahnya langit yang penuh darah ini!"


SWOSHH!!


DUAR!!!

__ADS_1


Sebuah bola api tiba-tiba melesat dengan cepat hingga membuat tanah terbelah, bahkan serangan itu cukup membuat Gagan terluka akibatnya.


"Siapa itu! Kurang ajar!" Kesal Gagan menatap sekitarnya


"Siapa? Orang tampan ini ingin tampil juga!" Seru Leo berjalan santai dengan bola api di tangannya


"Kau! Demin God?" Tanya Gagan memiringkan kepalanya


"Heh! Jangan samakan aku dengan para dewa brengsek itu! Sialan!" Kesal Leo melemparkan bola apinya yang langsung menjadi sangat besar


"Apa!" Kejut Gagan yang berusaha menggunakan sihir pelindungnya


"Kau ... Rupanya lemah ya?" Ejek Leo tertawa


"Lemah? Kau bilang aku lemah!" Kesal Gagan mengepalkan tangannya


"Kau tuli?" Tanya Leo yang sudah berdiri di samping Gagan dengan tangan terkepal


Bruk!!


DUAR!!


Satu pukulan masuk oleh sang Leo! Dan dengan bangganya Leo kembali mengejek Gagan bahkan memakinya.


DUAR!!

__ADS_1


"Itu Leo! Habisi dia!" Teriak para pasukan sembari menembak sihir


"Kalian! Tidak tau diri juga!" Kesal Leo


__ADS_2