
Grrrr!!
Kota malam itu nampak begitu mencekam, semua orang berlarian kesana-kemari, apalagi dengan banyaknya jumlah pasukan iblis bayangan yang menginvasi kota Anika.
"Maju! Jangan biarkan mereka menghancurkan kota!" Teriak kepala keamanan
"Tuan! Jumlah musuh semakin banyak!" Ucap seorang prajurit datang
Semakin banyak yang mati, semakin banyak juga iblis yang muncul. Tentu karena sang inti masih hidup, membuatnya bisa membangkitkan lebih banyak pasukan lagi.
"Willy, sepertinya mereka tak akan ada habisnya!" Kesal Jack sembari menebas iblis di hadapannya
"Cih! Kita harus segera menemukan sumbernya! Atau jika tidak, hal ini tak akan bisa selesai!" Jawab Willy melontarkan serangan juga
DUAR!!
Sebuah ledakan dari arah timur terlihat, api besar nampak berputar selayaknya tornado yang membuat area sekitarnya hancur berantakan
***
Bruk!!
Sebuah bangunan tiba-tiba runtuh, dan tanpa sengaja membuat Ellen terjatuh dan terhimpit pergelangan kakinya.
"AW! Kaki ku tersangkut!" Ucap Ellen khawatir sembari berusaha menarik kakinya
"Astaga, akan ku coba bantu!" Jawab Karin berusaha mengangkat batu besar yang nampak berat
Namun beberapa kali Karin berusaha mengangkatnya, hal itu sama sekali tak berubah dan berpindah. Sementara itu Ellen nampak meringis kesakitan akibat kakinya yang terjepit.
Grrrr!!
__ADS_1
Suara geraman terdengar, 2 iblis nampak bergerak mendekat kearah Ellen, keduanya melompat dari atap ke atap dengan tatapan tajam.
"Karin, pergilah. Sepertinya percuma!" Ucap Ellen nampak pasrah
"Tidak! Bagaimana bisa kau menyerah semudah itu!" Tolak Karin
"Jangan bodoh, Karin. Kedua iblis itu mulai kemari!" Ucap Ellen melihat dua iblis berjalan mendekat
"Tidak-tidak! Aku tak akan meninggalkan mu!" Tolak Karin berusaha sekuat tenaga mengangkat benda berat tersebut
Bruk!!
Batu sedikit tergeser, dan dengan kuat Ellen menarik kakinya meski terasa sakit dan perih. Hingga akhirnya kaki Ellen berhasil keluar, namun luka di kaki membuat Ellen kesulitan untuk berjalan.
"Biar ku bantu!" Tawar Karin segera membopong Ellen
SWOSHH!!
"Karin maaf.." lirih Ellen saat Karin bersusah payah menahan tangan Ellen
"Jangan berbicara seperti itu, kita pasti akan selamat!" Ucap Karin
DUAR!!
Tanah seketika retak dan dengan tiba-tiba Ellen dan Karin seketika terpental jatuh, sementara itu dua iblis tadi segera melangkah mendekat.
Roar!!!
Slash!!
Sebuah tebasan yang sangat cepat tiba-tiba melesat membuat satu iblis terpenggal, dan sontak membuat iblis yang satunya lagi terkejut.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja, Ellen?" Tanya Diego menatap sayu
Setelah perpisahan yang cukup lama, Ellen tersenyum melihatnya. Ia tak kuasa menahan air matanya merasa kembali aman setelah Diego tiba.
"Diego!" Panggil Ellen
Slash!!
DUAR!!!
Satu tebasan santai membuat iblis yang satunya lagi terbelah, bahkan sampai membuat tebasan itu membelah bangunan di sampingnya.
"Hm, apa yang sedang kau lakukan di sini, hm?" Tanya Diego menghampiri Ellen yang terduduk dan segera membantunya berdiri
"Wow!!" Kagum Karin yang segera berdiri dan lupa akan sakitnya
"Hm? Kau, tak apa-apa?" Tanya Diego khawatir ketika melihat kepala Karin yang berdarah
"Karin, kepala mu!" Kejut Ellen
"Ah haha, hanya luka kecil!" Jawab Karin menyentil kepalanya
"Diego, mengapa kau ada di sini?" Tanya Ellen tak percaya
"Ah sedikit urusan, terlebih kaki mu terluka. Sebaiknya kita pergi terlebih dahulu, terutama teman mu.." Diego menatap bingung pada Karin yang masib terkagum-kagum tanpa henti
Ellen mengangguk setuju, namun saat ingin melangkah tubuhnya seketika kehilangan keseimbangan. Apalagi dengan luka di kakinya yang membuatnya kesusahan.
"Biar ku bantu.." ucap Diego menggendong Ellen seperti seorang putri
"Te terimakasih.." jawab Ellen malu-malu
__ADS_1
"Heh ... Apa kau melupakan ku, sayang?" Tanya Lisa yang muncul di atas atap menatap tajam