The Monster!

The Monster!
62. S2 Dewa


__ADS_3

"Bukankah seharusnya Dewa Saka mengetahui sesuatu?" Tanya Raga


"Mungkin, terlebih Dewa Saka sendiri adalah salah satu Dewa tertua saat ini."


"Aku sedikit pernah mendengar hal itu, keberadaan Dewa yang dulu dikatakan jika mereka telah mati. Namun aku tak tau apakah cerita itu merupakan kebenaran, atau hanya sebuah kebohongan."


Raga menaikan alisnya, menatap ragu sembari melihat taman bunga di hadapannya. Sementara itu Megi hanya tersenyum sembari berkata.


"Tidak, apa yang dikatakan itu bukan sebuah kebohongan. Dulu memang ada Dewa yang setingkat dengan Dewa Saka. Namun keberadaan mereka di habisi oleh seorang manusia dalam ramalan."


Beberapa ribu tahun yang lalu Dewa di dunia ini terbagi menjadi 5 entitas, dan tidak termasuk Dewa tertua. Keberadaan mereka sendiri merupakan penyeimbang bagi dunia ini.


"Ramalan?"


"Seorang Anak akan lahir menjadi pemimpin di dunia yang fana. Langkahnya akan menjadi kematian bagi para Dewa dan pengikutnya. Itu adalah kalimat yang ku baca"


"Pada akhirnya dunia masih sama. Orang-orang masih terikat dan terkurung dalam ambisi para Dewa!" Jelas Raga


Di tengah acara mengobrol yang cukup dalam itu, seorang prajurit tiba-tiba berlari cepat kearah Raga sembari mengatakan sesuatu.


"Tuan Raga!"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Daerah timur kerajaan, tepatnya di sebuah Desa. Terdapat serangan sekelompok iblis, para warga saat ini telah di evakuasi. Namun sebagian masih ada yang tertinggal dan bersembunyi di salah satu basemen!"


"Aku mengerti, aku akan segera berangkat!" Jawab Raga di susul anggukan prajurit itu dan berlalu pergi


"Kau ini cukup sibuk, ya?" Puji Megi terkekeh kecil


"Lantas bagaimana dengan mu?"


"Ya aku juga, banyak hal yang perlu aku cari.." jawab Megi berlalu pergi


***


Desa Hilmi


Beberapa monster terlihat berkeliaran dimana-mana. Namun Terdapat hal yang aneh dengan monster tersebut, dimana di setiap anggota tubuhnya terdapat lingkaran merah.


"Ibu ... Apa kita akan mati?" Tanya seorang anak


"Tenanglah, Pahlawan akan segera tiba menolong kita." Bisik sang ibu


Anak tersebut hanya mengangguk dan kembali diam, sembari membenamkan kepalanya dalam pelukan sang ibu dengan perasaan penuh akan ketakutan.


***

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Raga saat melihat dari kejauhan begitu banyak monster yang berkeliaran


"Kami tidak tau, terlebih beberapa kesatria juga di bantai habis oleh para monster. Dan yang anehnya kekuatan mereka tak seperti biasanya, dan terlihat lebih kuat."


Mendengarnya Raga menatap bingung, beberapa bangunan juga terlihat hancur berantakan. Dimana kepulan asap dapat terlihat dari kejauhan.


"Kita akan maju, segera lakukan operasi pembersihan! Sisir dari berbagai tempat! Utamakan untuk mengevakuasi warga desa yang tertinggal!" Perintah Raga segera bergerak menuju desa


"Baik!" Jawab seluruh prajurit


Dengan segera sebagian prajurit membagi tim, sebagian akan melakukan pembersihan, dan sebagiannya lagi akan melakukan evakuasi pada warga yang tertinggal.


Sementara itu Raga akan mengawasi proses nantinya, terlebih ia sendiri akan sebisa mungkin mencari sebab dan alasan mengapa semua ini bisa terjadi.


Sesampainya di depan desa, para monster sudah nampak siap menyambut kedatangan Raga begitu saja.


Namun dengan santainya Raga mengambil pedangnya dari lingkaran sihir kembali, dan dalam sekali tebasan para monster seketika tewas begitu saja.


"Lingkaran merah? Apa mereka adalah sebuah kelompok?" Pikir Raga saat melihat di setiap tubuh Monster memiliki lingkaran merah


Grrrrrrr!!!


Seekor monster melompat, di susul dengan beberapa monster juga yang melesat kearah Raga.

__ADS_1


Namun dengan santainya Raga berjalan dan melakukan tebasan kecil, membuat semua monster yang mendekat seketika tercincang habis.


__ADS_2