The Monster!

The Monster!
51. Aneh


__ADS_3

"Kau sudah kembali?" Lisa memalingkan wajahnya menatap Diego yang nampak baru masuk


"Apa yang telah kau lakukan pada ku sebelumnya?" Tanya Diego berjalan mendekat


"Hm? Tentang regenerasi tubuh mu?" Tanya Lisa menyeruput teh hangat di tangannya


"Ya, dan mengapa perasaan ku begitu aneh. Aku merasa seperti bukan diriku sendiri?" Tanya Diego


Lisa menatap Diego dan berjalan ke belakang, lalu kembali lagi menuju arah Diego sembari memberikan baju ganti yang baru.


"Aku memberikan pil regenerasi pada mu, itu membuat tubuh mu akan berbeda dengan manusia pada umumnya. Karena tingkat pemulihan tubuh mu yang lebih cepat. Namun jika kau tanya mengapa kau bisa merasakan perbedaan lain dalam diri mu, akan ku jawab jika aku tidak tau."


"Apa perasaan ini karena mengkonsumsi pil itu? Terlebih aku merasa seperti seorang psikopat saat mengalahkan musuh ku!"


"Hah ... Itu bukan berasal dari pil tersebut, Diego. Namun dari dirimu sendiri, apa kau tidak sadar siapa yang mengalahkan iblis Gandi?" Tanya Lisa memiringkan kepala sembari menunjuk kearah Diego


Tentu jawaban itu membuat Diego terkejut, bagaimana mungkin ia tau sementara ia sendiri merasa waktu itu tengah tidak sadarkan diri.


"Tidak mungkin, aku jelas-jelas tidak sadarkan diri pada saat itu.."


"Kau tidak sadar? Namun ini adalah kenyataan Diego. Kau bertindak dan membunuhnya, ditambah aku merasakan kehadiran entitas asing di tubuh mu pada saat itu."


Diego berusaha mengingat setiap kejadian dalam hidupnya, ia tak pernah merasa jika memiliki kepribadian ganda.


Lagipula apa yang membuatnya seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya, dan jelas ini merupakan kejadian yang baru.


"Jadi ngomong-ngomong, apa kau ingin ikut?" Tanya Lisa


"Kemana?"


"Pusat kerajaan Anika. Aku berencana pergi kesana, karena ada beberapa urusan. Terlebih kau juga bisa mendapatkan beberapa hal berguna di sana.."


"Baiklah," jawab Diego tanpa ada niat menolak sama sekali


***

__ADS_1


"Iblis.." pekik seorang ibu memegang anaknya di tangan


Grrrr!!


Suara geraman terdengar menakutkan dari iblis Goro. Ia segera mencabik-cabik wanita di hadapannya tanpa ada belas kasihan sama sekali.


Seluruh Desa juga nampak hancur dan luluh lantah akibat serangan, beberapa orang terlihat tewas akibat Goro.


Sementara itu di pusat kerajaan Anika sebuah bayangan hitam nampak berdiri diam di atas kubah istana, matanya menatap nanar pada suasana malam kota Anika.


Dengan kekuatannya itu Haraga segera memanggil beberapa pasukan bayangannya, dan dengan cepat semuanya melesat keseluruhan penjuru kota Anika.


Malam itu suasana nampak tenang dengan kondisi malam yang begitu ramai oleh hiruk-pikuk kehidupan. Beberapa orang juga nampak sibuk dengan pekerjaannya dan ada yang sebagian hanya berjalan-jalan biasa.


***


"Wah! Ini benar-benar lezat!" Seru Ellen saat merasakan sebuah masakan enak di sebuah kedai stan.


"Benar kan? Karena itu aku selalu mengajak mu, namun kau selalu menolak, Ellen!" Ucap Karin menyilangkan tangannya dengan wajah bangga


"Ngomong-ngomong mengapa kau begitu giat belajar? Di tambah kau juga terkenal paling giat di antara pelajar yang lain?" Tanya Karin memiringkan kepalanya


Ellen yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa diam, wajahnya merona saat mengingat alasan ia mengejar pendidikan dokter.


"Aku ingin membantu orang-orang, aku juga tak ingin orang yang ku sayang terluka.." jawabannya dengan mata sayu


"Hm ... Orang yang kau suka?"


"Ya ... Eh ... Tidak!"


"Hehe! Kena kau! Katakan siapa dia?" Tanya Karin menyenggol tangan Ellen


"Ah itu, tidak.."


"Ayolah Ellen, coba katakan padaku!" Rengek Karin menggoyangkan tangan Ellen

__ADS_1


"Ah ... Seorang pria.."


"Aku tau, namun siapa dia?" Tanya Karin


"Dia tak ada di sini saat ini, lebih tepatnya jaraknya begitu jauh sekarang.." jelas Ellen dengan malu-malu


"Heh ... Kau sungguh lucu jika sedang malu. Jadi, bagaimana orangnya?"


"Em ... Cukup tampan, dia juga kuat.."


"Wow! Kuat?"


"Ah maksud ku dia kuat dalam melawan monster!" Jawab Ellen dengan wajah merah padam


Karin yang melihat tingkah Ellen seketika tertawa terbahak-bahak, ia menepuk-nepuk pundak Ellen.


"Aku tau, memangnya kau pikir kemana?"


"Ah..."


DUAR!!!


Sebuah ledakan dari kejauhan tiba-tiba mengejutkan keduanya, apalagi saat melihat ngala api yang besar menerangi kota malam hari.


"Ap- apa yang terjadi?" Tanya Karin


"Serangan? Nona sebaiknya kalian kembali, sepertinya terjadi penyerangan malam ini!" Ucap penjual makanan


Ellen mengangguk cepat dan segera membayar, ia segera menarik tangan Karin untuk segera pergi.


"Karin Ayo!"


Grrrr!!


Iblis Haraga berdiri gagah di balik api, ia menatap tajam kearah depan dengan niat membunuh yang begitu kuat, bahkan beberapa korban sudah mulai berjatuhan.

__ADS_1


__ADS_2