The Monster!

The Monster!
59. Berani


__ADS_3

DUAR!!!


Haraga terpental keras menghantam tanah, membuat area sekitarnya hancur. Sementara itu Jack melompat di udara dengan kapak miliknya.


Dengan cepat Haraga segera menghindari serangan yang membuat tanah terbelah, bahkan sampai membuat kerusakan yang begitu besar.


"Hahaha! Kau manusia yang menarik!" Tawa Haraga sembari tangan miliknya perlahan pulih


Haraga kembali membuat segel aneh di sekitarnya, dan membuat lingkaran aneh muncul di langit kota yang kali ini tentunya lebih besar.


"Sedikit lagi!" Ucap Jack menyerang dengan membabi buta meski perlahan tubuhnya terbakar oleh kekuatannya sendiri


Sebuah tebasan kuat kembali membuat tangan Haraga terputus dari tubuhnya, dengan sekuat tenaga Jack mengarahkan putaran tubuhnya dan berusaha menebas leher Haraga.


"Segel iblis, lingkaran kematian!" Ucap Haraga yang membuat sinar terang selayaknya siang hari muncul


"Sial!" Kesal Jack saat tebasan miliknya hanya melukai leher Haraga dan meleset


SWOSHH!!!!!!!


DUAR!!!!


Ledakan yang amat sangat besar terjadi, bahkan kali ini dengan skala meliputi seluruh kota Anika membuat seluruh area hancur lebur tak tersisa.

__ADS_1


"Hah ... Aku datang, Rose!" Seru Jack yang perlahan menghilang terbakar api besar


***


"Jack..." Ucap Willy memandang dari kejauhan ledakan besar yang amat terang terjadi


Semua orang menyaksikan peristiwa itu, semuanya hanya terdiam dengan rasa takut yang amat sangat. Kekuatan yang mengerikan dan di luar perkiraan mereka


Apalagi kekuatan itu bahkan sampai membuat seorang Pahlawan sampai terpojok, serangan yang membuat banyak nyawa melayang dalam satu malam.


Ditambah kota Anika malam itu sampai lenyap, dan hanya menyisakan kastil yang masih berdiri kokoh dengan sihir pelindung yang telah hancur.


"Diego!" Seru Ellen berlari dan memeluk Diego


"Apa kau lagi-lagi melupakan ku?" Tanya Lisa yang ternyata juga ada di sana.


"Kau masih hidup rupanya.." jawab Diego mengelus kepalanya


"Hei apa kau pikir aku mati!" Kesal Lisa


***


"Kembalilah Haraga, kau sudah melakukan kerja yang bagus!" Sebuah suara terdengar menggema

__ADS_1


"Baik, Tuan." Ucap Haraga yang kehilangan sebagian tubuhnya dan perlahan pulih


Sementara itu di sana juga ada Goro yang berdiri menatap Haraga, melihat bagaimana rekannya itu bisa kehilangan separuh tubuhnya.


"Biarkan mereka, aku aka mengurusnya suatu saat.." ucap Haraga menepati janjinya


Goro hanya diam sembari menatap rombongan manusia yang bergerak meninggalkan kota, rombongan manusia yang merasakan putus asa dan ketakutan.


"Biarkan mereka, biarkan sampai mempunyai harapan kembali. Dan hingga saat itu tiba aku akan datang mengambilnya!" Ucap Haraga tertawa


Malam itu kota Anika telah lenyap dalam semalam, sementara itu pengungsi segera pergi menuju Kota Tora. Hal ini akan dijadikan ibu kota untuk sementara waktu bagi kerajaan Anika.


Terlebih berita lenyapnya kota Anika juga sampai terdengar di berbagai kerajaan, banyak orang yang bergidik ngeri mendengarnya.


Serangan kali merupakan serangan yang mengerikan dari kelompok Dewa kegelapan, pasalnya dalam beberapa tahun terakhir pertarungan Dewa kegelapan hanya terjadi serangan dengan skala kecil saja.


***


"Sial! Bajingan itu membuat banyak pengikut ku mati!" Kesal Dewi Maya yang nampak tengah duduk di singgah sana


Dari balik sebuah bola Dewi Maya dapat melihat bagaimana keadaan Anika yang hancur, terlebih ia tau jika iblis tersebut merupakan bawahan Dewa kegelapan.


Terlebih iblis tersebut juga merupakan bawahan dari Dewa terkuat saat ini, Dewa Kontrak. Dewa yang memiliki pasukan dan kekuatan dengan skala besar.

__ADS_1


"Rupanya dia telah menunjukkan taringnya! Baiklah, aku juga tak akan terus diam jika ia mulai berani seperti ini!" Kesal Dewi Maya mencengkram kursi miliknya hingga retak


__ADS_2