The Monster!

The Monster!
23. Bangsawan


__ADS_3

"Hah ... Aku lelah," ucap Diego sembari menyeka keringat


Diego yang merasa lelah setelah ia berjalan tanpa henti selama dua hari ini, memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon besar yang rindang dan nyaman.


Diego kembali menggeledah makanan di kantong tasnya, dan tidak lupa meminum minuman yang telah dibuat Ellen kemarin, meski rasanya sudah mulai aneh.


Berdasarkan peta yang diberikan serta ucapan Gio, maka bisa disimpulkan jika Diego hanya perlu berjalan selama sehari lagi untuk sampai di kota Tora.


Tempat yang menjadi pusat industri dan tujuan orang-orang, tempat itu juga tempat dimana sebuah guild berkumpul.


Tentunya alasan Diego menuju tempat itu adalah untuk mendapatkan izin lisensi. Izin lisensi yang berbentuk seperti plat kecil, dimana dengan plat itu membuat Diego bisa pergi kemana saja.


Dan pastinya hal itu akan sangat memudahkan, ditambah dengan plat lisensi Diego juga tak perlu membayar uang gerbang jika berpergian ketempat kerajaan atau kota.


Setelah merasa cukup dengan istirahat, Diego kembali melanjutkan perjalanannya, ia tak ingin terlalu banyak istirahat agar waktu tidak terbuang banyak dan bisa segera sampai.


Sebenarnya jika menggunakan kuda, akan lebih cepat untuk sampai kota hanya perlu waktu satu setengah hari saja. Namun dikarenakan Diego berjalan maka diperlukan waktu sekitar 3 hari untuk sampai.


KRANG!


Dari kejauhan Diego dapat mendengar suara pertarungan, dan dari jumlah suara yang di hasilkan itu jelas sebuah penyerangan berkelompok.


"Hm? Sepertinya terjadi pertarungan!" Dengan cepat Diego segera berlari menuju arah suara


Dan begitu sampai, Diego dapat melihat jelas prajurit kerajaan nampak tengah bertarung dengan sekelompok bandit.


Namun jika dilihat lebih jelas, hal ini nampak aneh dimana sebagian dari prajurit kerajaan bertarung sesama mereka sendiri.


Di samping itu Diego juga melihat seorang wanita yang tengah ketakutan dari baik kereta kuda, sudah pasti ini merupakan pengkhianatan jika dilihat.


"Beraninya kalian berkhianat!" Ucap seorang kesatria


"Tentu saja! Lagipula kita akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi dari pada sekedar menjadi pengawal!" Ucap kesatria yang berkhianat

__ADS_1


"Apa kalian lupa dengan sumpah kalian! Apa kalian tidak takut melanggarnya akan mendapatkan karma dari Dewi!" Ucapnya dengan keadaan terluka


"Hah! Untuk apa aku perduli dengan itu? Lagipula ada atau tidaknya Dewi tidak akan perduli dengan itu!" Jawabannya mengejek


Diego yang melihat itu sebenarnya sedikit ragu untuk menolong, mau bagaimana pun itu bukan urusan dia, ditambah Diego juga tidak ingin terlibat dengan hal merepotkan.


Namun nyatanya tidak, Diego masih kalah oleh hati nuraninya, dan melihat kondisi kesatria yang terpojok entah mengapa membuat Diego iba melihatnya.


"Sial, sungguh merepotkan punya hati yang baik!" Ucap Diego langsung melompat


BRAK!


Diego segera melompat di tengah-tengah kerumunan, yang hal itu membuat kedua belah pihak terkejut melihatnya.


"Siapa kau?" Tanya kesatria yang berkhianat


Tanpa pikir panjang Diego segera melayangkan pukulannya yang membuat kesatria tadi terpental cukup jauh, bahkan sampai membuat kumpulan bandit nampak terkejut.


"Sial! Apa kau ingin mati!" Ancam pemimpin kelompok yang memiliki tubuh super besar


BRAK!


Tubuhnya seketika terjatuh dengan mata melotot, namun dengan nyawa yang sudah berpindah alam.


Melihat pimpinannya yang tewas dalam sekali serangan, seluruh kelompok segera lari ketakutan dan tak perduli dengan tujuan utama mereka sebelumnya.


Namun dengan sangat cepat Diego berdiri di hadapan salah seorang bawahan bandit, dan dengan terkejut bandit tersebut sampai terjatuh hingga mengompol.


Dengan santainya Diego menyeret bawahan itu, ia segera melemparnya ke hadapan kesatria yang melindungi wanita di dalam kereta kuda


Bruk!


"Apa kau tak ingin mengintrogasi dia?" Tanya Diego

__ADS_1


Kesatria tersebut segera sadar dari lamunannya, dan dengan segera ia bertanya maksud dan tujuan para bandit melakukan hal itu.


"Apa tujuan kalian melakukan ini!" Tanya sang kesatria


"Itu ... Karena kami telah dibayar oleh, Tuan Drake!" Ucapnya takut sembari melihat Diego


"Apa!" Ucap kesatria terkejut


"Ada apa?" Tanya Diego


"Tuan Drake merupakan paman dari, Nona Lora!" Ucapnya terkejut


Saat menyebutkan nama Lora, seorang wanita dari kereta kuda keluar, nampak jelas cantik dan anggun wajahnya yang menyimbolkan seorang bangsawan.


"Salam Tuan, Saya adalah Lora." Ucapnya memberikan salam


"Salam, nama ku..." Diego diam sejenak ragu menyebutkannya


"Nama ku, Gin!" Ucap Diego berbohong


"Salam Tuan, Gin. Perkenalkan dia adalah Nona Lora anak dari Tuan Grey!" Ucap kesatria itu


Diego hanya mengangguk, ia sendiri juga tidak tau siapa itu Grey, terlebih Diego selama ini telah menghabiskan waktunya di dalam neraka, jadi wajar ia tidak tau.


"Jadi, apa tujuan kalian?" Tanya Diego


"Kami sedang dalam perjalanan pulang, menuju Kota Tora." Ucap kesatria itu


"Oh! Kebetulan aku juga hendak kesana!"


"Sungguh kebetulan Tuan, bagaimana jika kau menumpang di kereta kuda milik ku?" Tawar Lora


Tentunya Diego menerima itu dengan senang hati, dengan begitu akan mempercepat ia sampai di kota tujuannya saat ini.

__ADS_1


"Baiklah jika kalian tidak keberatan!" Ucap Diego


Kesatria setuju begitu juga dengan Nona Lora, apalagi keduanya berterimakasih karena telah diselamatkan dari bahaya yang mengancam nyawa sebelumnya.


__ADS_2