
Di malam harinya kota Axio nampak ramai dengan berbagai acara, apalagi hari ini merupakan hari peringatan terbangunnya kota Axio. Dan tentunya pesta akan sangat meriah di setiap penjuru kota.
Apalagi dengan sebuah mansion mewah yang nampak tengah mengadakan pesta juga, pesta yang diselenggarakan oleh wali kota Axio, yaitu Donny.
"Apa kita tidak salah tempat?" Tanya Diego ragu yang melihat tempat ini merupakan pesta bangsawan dan orang-orang kaya
"Tidak, sama sekali tidak." Jawab Lisa tersenyum
Keduanya pun segera melangkah menuju arah pesta, dimana saat di depan pintu keduanya sempat di berhenti oleh sepasang penjaga yang meminta surat undangan.
"Tolong surat undangannya," ucap penjaga tersebut
Dari baik bongkahan gunungnya Lisa mengeluarkan sebuah surat undangan, yang mana aksi itu cukup membuat kedua penjaga itu terkejut melihatnya, apalagi Diego.
"Silahkan, apa sekarang kami boleh masuk?" Tanya Lisa
"Si-silahkan!" Jawab penjaga itu gelagapan
Lisa tersenyum dan segera masuk sambil memeluk erat tangan kekar Diego, sementara itu Diego hanya mengikuti dengan wajah merona.
Sesampainya di dalam pesta, Lisa seketika di sambut oleh beberapa orang yang nampaknya merupakan seorang kenalan, terlebih orang-orang tersebut terlihat seperti seorang bangsawan.
"Ah, Nona Lisa!" Sapa seorang pria
"Halo Tuan, Brayan!" Jawab Lisa
__ADS_1
"Sepertinya sudah cukup lama kita tidak bertemu!" Sapa Brayan sambil sesekali menatap Diego
"Ah, perkenalkan!" Lisa segera mendorong pelan pinggang Diego
"Diego!" Jawab Diego singkat
"Jadi apa hubungan mu dengan Nona, Lisa, Tuan Diego?" Tanya Brayan sembari tersenyum miring
"Rekan ku, kau tau beberapa kali terakhir aku cukup kesulitan dalam mengerjakan tugas," sambung Lisa
Di tengah percakapan itu walikota tiba-tiba datang dan berdiri di sebuah podium di hadapan semua orang. Sambil membentangkan tangannya ia mengatakan jika acara akan dimulai sebentar lagi.
Melihat orang-orang mulai teralihkan, dengan cepat Lisa segera membawa Diego pergi untuk menjauh dari kerumunan dan ketempat yang lebih jauh dari pandangan orang-orang.
"Kau tunggu lah di sini, aku akan pergi sebentar," ucap Lisa beranjak pergi sebelum Diego sempat bertanya
Terowongan bawah kota...
Lisa berjalan perlahan mengikuti jalan di bawah terowongan, tempat yang akan mengantarkannya pada suatu tempat yang akan menjadi pekerjaannya.
Tap tap tap
Di sebuah pintu besi nampak dua orang berbadan besar tengah berdiri berjaga, keduanya segera menghentikan Lisa melarangnya untuk masuk lebih.
"Berhenti-"
__ADS_1
Bruk!
Belum sempat menyelesaikan ucapannya Lisa terlebih dahulu melakukan serangan yang membuat kepala penjaga tersebut jatuh.
"Sial-"
Bruk!!
Hal yang sama Lisa lakukan pada penjaga yang satunya lagi, terlebih menghabisi musuh bukanlah hal yang sulit dengan kecepatan yang Lisa miliki.
Krek!!
Pintu besi pun terbuka yang memperlihatkan sebuah ruangan luas, ditambah dengan sebuah mahluk mengerikan yang nampak terkurung di dalamnya dengan rantai mengelilingi.
Melihat mahluk di hadapannya sempat membuat Lisa khawatir sesaat, terlebih aura yang di rasakan begitu jelas di sekitar ruangan saat ini
Gagan mahluk setinggi dua meter dengan dua tanduk itu nampak mengerikan, terlebih dengan fisiknya yang serupa dengan manusia, terlebih ia merupakan iblis yang tertidur.
"Aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga!" Lisa bersiap dengan serangnya
WOSHH!!
KRANG!!
Sebuah belati kecil tiba-tiba melesat cepat kearah Lisa dan hampir saja mengenainya, namun beruntung Lisa dengan cepat menahan serangan itu.
__ADS_1
"Oh ya? Rupanya rubah kecil ada di sini?" Ucap Seorang wanita dengan tersenyum manis sambil memegang segelas Wine