
Setelah satu Minggu kejadian yang membuat kita Axio luluh lantah, akhirnya kota ini perlahan kembali bangkit dari keterpurukannya, terlebih Raja Anika yang memberikan bantuan untuk hal itu.
"Bukankah kau terlihat lebih tampan?"
Lisa menatap kagum pada Diego yang menggunakan baju putih lengan pendek ketat dan celana hitam panjang, terlebih hal lebih membuat tubuh Diego terekspos setiap ototnya.
"Ya, ini lebih baik agar bisa memudahkan ku bergerak!" Ucap Diego mengayunkan pedangnya
"Jadi apa kau akan tetap melakukannya?"
"Tentu, terlebih para Pahlawan juga sudah kembali ke ibukota. Apalagi yang tersisa hanya para iblis kecil," jelas Diego
"Mereka memang Iblis kecil, tanpa kau dapat menemukan banyak informasi dari mereka..." Jelas Lisa
"Aku tau, karena itu akan ku gunakan sebagai tempat pencarian informasi. Terlebih beberapa orang yang duduk kursi kekuasaan kelihatannya sudah terlalu lama..."
"Wah ... Apa kau berniat menghabisi para pejabat juga?"
"Entahlah, selagi mereka terhubung dengan para iblis maka akan kulakukan!"
Mendengarnya Lisa sekali lagi nampak tersenyum manis, entah apa yang Lisa pikirkan namun ada rasa suka saat melihat Diego mengatakan hal itu.
"Jadi ... Apa kau berniat menjadi seorang pahlawan?" Tanya Lisa berjalan mendekat dan memeluk erat Diego dari belakang
__ADS_1
"Pahlawan? Itu gelar yang terlalu baik untuk manusia seperti ku. Tujuan ku tak segampang itu, karena ada hal yang lebih besar yang harus ku lakukan." Jawab Diego melepaskan pelukan Lisa di tubuhnya
"Ngomong-ngomong, informasi apa yang kau butuhkan, hm?" Tanya Lisa menatap tajam Diego
"Apa Dewi Maya akan turun ke bumi?" Tanya Diego nampak serius
"Hm, apa kau tertarik dengan Dewi itu?"
"Tidak, aku hanya ingin tau kapan ia turun?"
"Hah ... Jika ia turun pun belum tentu kau akan bertemu dengannya. Namun kau bisa saja bertemu dengannya dengan memasuki sebuah portal kerajaan, ya namun kemungkinan bertemu sangatlah kecil, karena itu menjadi ruang percakapan antara Raja dan Dewi."
"Hm, sepertinya jika melakukan itu akan menjadi tindakan kriminal?"
"Hanya ingin melepaskan rindu. Terlebih apa kau bukan pengikut Dewi Maya?"
"Haha! Aku ini pengikut Dewa Gaia!" Jawab Lisa tanpa ada niat berbohong
Mendengarnya Diego hanya diam, ia sendiri tak tau ada berapa banyak Dewa di dunia ini. Namun yang Diego tau adalah para Dewa memiliki pengikutnya masing-masing.
"Ngomong-ngomong bagaimana bisa kau terlihat kenal dengan Dewi Maya? Apa kau pengikutnya? Tapi kau tidak memiliki berkat?"
"Haha! Anggap saja aku adalah orang yang mengidolakan Dewi Bodoh itu!"
__ADS_1
"Hah ... Kau pria aneh! Tapi aku akan membantu mu!"
"Benarkah?"
"Tentu!" Jawab Lisa menarik leher Diego agar bisa mencium bibirnya
"Kau!"
"Ini adalah bayarannya!"
***
Di pusat kerajaan Anika Ellen nampak berjalan dengan setelan rapi, hal ini karena Ellen saat ini tengah menempuh pendidikan untuk bisa menjadi seorang dokter.
Ini adalah keinginan Ellen sebelumnya, ia berniat dan bertekad untuk menjadi seorang dokter agar bisa menolong orang banyak. Terlebih hal yang memicu hal ini karena kekagumannya pada Diego.
"Ellen!" Panggil seorang wanita seumuran
"Della? Ada apa?" Tanya Ellen bingung
"Kepala perawat memanggil mu, katanya ada yang ingin ia bicarakan!"
Mendengarnya Ellen seketika nampak tersenyum, hal ini menandakan ia akan naik ketingkat selanjutnya, dan itu berarti impiannya menjadi dokter akan semakin dekat meski perlu beberapa tahun lagi.
__ADS_1
"Baiklah aku akan kesana!"