The Monster!

The Monster!
27. Siapa


__ADS_3

"Ini adalah area tempat tinggal keluarga, Baron. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Diego kembali dengan tegas


"Sudah kubilang, aku hanya lewat, kenapa kau begitu tidak mempercayai ku?" Tanya wanita tersebut dengan gaya manja


"Siapa dia? Aku sama sekali tak merasakan kehadirannya! Jelas dia adalah sebuah ancaman!" Ucap Diego dalam benaknya


"Hm? Kau ini tampan juga..." Ucapnya yang secara tiba-tiba berdiri di hadapan Diego dan menciumnya dengan tiba-tiba juga


"Diego apa kau di sana?" Tanya Lora keluar dari jendela


Diego yang terkejut segera memalingkan wajahnya sembari mendorong wanita di hadapannya, "maaf mengganggu mu, aku hanya sedang berjaga-jaga!" Ucap Diego meminta maaf.


Namun anehnya saat Diego kembali menghadap depan, wanita tersebut telah hilang tanpa bisa Diego sadari sama sekali keberadaannya.


"Hah! Dimana dia?" Tanya Diego sembari melihat area sekitarnya


"Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Lora kembali


"Ya, kau tenang saja!" Seru Diego


Merasa semuanya aman Lora kembali memasukkan kepalanya, sementara itu Grey nampak menatap bingung melihat Lora yang berbicara keluar jendela.


"Ada apa?" Tanya Grey


"Tidak, Diego kebetulan ada di atap karena sedang berjaga." Ucap Lora menenangkan


"Hm? Pengawal mu itu sedikit aneh ya," senyum Grey


Lora tertawa kecil saat mendengar Grey mengatakan Diego aneh, "selain aneh dia juga kuat!" Ucap Lora meyakinkan


Sementara itu dari kejauhan wanita tadi nampak tersenyum sembari mengusap bibirnya, terlihat jelas senyuman bahagia dari wajahnya yang cantik.


"Slurp! Pria yang menarik!" Ucapnya berlalu pergi hingga akhirnya hilang di kegelapan


***


"Bukankah hujan akhir-akhir ini semakin lebat?" Tanya Gina memandang dari kaca transparan di hadapannya

__ADS_1


Rose yang sedang duduk sembari meminum teh pun berkata, "benar, aku merasa akan ada kejadian besar yang terjadi"


"Aku merasa ada yang aneh, Rose." Jelas Gina nampak khawatir


"Ada apa?" Tanya Rose


"Apa kau pikir kita benar-benar bisa melawan raja kegelapan?" Tanya Gina menatap Rose dengan lekat


"Gina, bukankah Dewi Maya pernah berkata sebelum dia mengirim kita kemari? Dia berkata kita hanya perlu waktu untuk bisa mengalahkan raja kegelapan," jelas Rose sembari meminum kembali teh nya.


"Memang benar, hanya saja..."


"Penyusup!!!" Teriak seorang penjaga dari arah luar


Gina dan Rose seketika terkejut mendengarnya, dan dengan cepat keduanya segera berlari sembari memegang pedang Dewi milik mereka masing-masing.


"Siapa orang yang berani masuk di kediaman kami!" Seru Rose dengan ekspresi tegas


Namun baru saja Rose dan Gina tiba, keduanya dibuat terkejut setengah mati ketika seluruh penjaga di habisi hanya dalam beberapa saat sebelum terjadinya teriakan.


"Apa kau, Red Rose?" Tanya Gerrard sembari memegang pedang di kedua tangannya


"Benar! Aku Red Rose, apa kau tidak tau siapa aku sebenarnya!" Ancam Rose


"Hah! Aku lupa untuk memberikan hormat, pada dua Dewi pedang di hadapan ku saat ini!" Ucap Gerrard dengan senyuman yang nampak mengerikan


"Kau! Beraninya menyerang para penjaga kami!" Tegas Gina yang nampak tersulut emosi juga


"Ah! Nona Gina, tunggu sebentar..."


Gerrard segera membuka kembali lembar peta, ia membalik peta tersebut yang memperlihatkan urutan nama para pahlawan di daftarnya.


"Sayang sekali, hari ini bukanlah urutan mu! Jadi aku hanya akan mengambil Rose saja, dan kau bisa menunggu waktu mu!" Jawab Gerrard dengan tersenyum


"Kurang ajar!"


Gina dan Rose melesat dengan cepat, keduanya segera mengeluarkan sihirnya masing-masing, yang hal itu seketika membuat Gerrard terpukul mundur hingga keluar

__ADS_1


DUAR!!!


Ledakan yang begitu besar tentunya akan memancing beberapa prajurit yang mendengarnya, namun hal itu nampak aneh dimana tidak ada tanda-tanda pasukan yang datang.


"Haha! Kalian benar sesuai namanya, Dewi pedang!" Ucap Gerrard mengusap darah di bibirnya


"Dia masih baik-baik saja setelah menerima serangan tadi, mengejutkan!" Ucap Rose bersemangat


Rose perlahan berjalan hingga membuat sekitarnya tumbuh oleh bunga berwarna merah, sambil menyiapkan kuda-kudanya area sekitarnya mendadak menjadi turun salju.


Hal itu terjadi dikarenakan Gina yang juga ikut mengeluarkan kemampuannya, kemampuan yang telah membuat nyawa setiap musuhnya melayang sampai neraka.


"Bersiaplah!" Gertak Rose dengan tersenyum


"Datanglah! Perlihatkan pada ku bagaimana rasanya kekuatan kalian!" Ucap Gerrard yang membentangkan tangannya


Secara perlahan area sekitarnya mendadak jadi kering seketika, dan dengan perlahan pusaran api yang sangat panas muncul mengelilingi Gerrard.


"Sang utusan!" Kejut Rose melihatnya


"Mari kita mulai pestanya!" Teriak Gerrard yang membuat api semakin besar


"Ice Flower!!" Seru Rose dan Gina serempak


SWOSHH!!!!


Dua kekuatan besar itupun akhirnya bertabrakan, dan hal itu seketika membuat area sekitarnya menjadi terang benderang, bahkan langit yang mendung pun di atasnya terdapat pusaran yang seketika menghilang mendung sesaat.


DUAR!!!!


Ledakan besar yang amat sangat terjadi di kediaman milik Rose dan Gina, bahkan ledakan itu sampai dapat dilihat oleh semua orang di kerajaan.


"Apa yang terjadi!" Kejut ratu Silvia saat melihat ledakan besar ditempat Rose dan Gina


"Yang Mulia! Terjadi penyerangan di kediaman para pahlawan!" Teriak seorang prajurit


"Segera kirimkan para kesatria untuk membantu!" Perintah Silvia dengan raut khawatir

__ADS_1


__ADS_2