The Monster!

The Monster!
45. Pengikut


__ADS_3

Di sebuah gang sepi nan gelap di ujung kota Axio. Diego berjalan santai sambil menggunakan jubah hitam di tubuhnya. Beberapa orang nampak menatap asing pada pria tinggi besar yang tengah berjalan seorang diri.


Hingga sesampainya di sebuah pintu kecil Diego berhenti sejenak saat seorang pria mencegahnya. Dan tentunya ia menanyakan bayaran untuk menuju kedalam.


Dengan santainya Diego melemparkan sekantong uang penuh kepadanya. Dan setelah itu pria tersebut segera mempersilahkan Diego untuk masuk.


"Perlu sesuatu?" Tanya pria tua sambil mengelap gelas di tangannya


"Aku ingin masuk!" Ucap Diego tanpa menunjukkan wajahnya


Sontak ucapan itu menarik perhatian seluruh pelanggan di Bar. Terlebih mereka semua tau arti dari kalimat yang Diego ucapkan itu, tentu itu bukanlah kalimat biasa.


"Kau sudah di dalam, Tuan." Ucap pemilik Bar


"Apa kau lebih suka main kasar hah?" Tanya Diego


Beberapa orang yang mendengarnya seketika langsung berdiri mengerumuni Diego, tatapan mereka begitu bengis dengan tawa yang menakutkan seolah sedang mengintimidasi.


"Hey Bung, apa kau pikir tubuh besar mu itu dapat menakuti kami?" Ucap seorang pria mengarahkan pedangnya kearah leher Diego

__ADS_1


"Yo! Jangan membuatnya takut! Apa kau tega melihatnya nanti mengompol?" Ucap seorang lagi menimpali


"Jadi apa kalian melarang ku masuk?" Tanya Diego dengan santainya


Pemilik Bar tak menjawab selain diam tersenyum sambil kembali mengelap gelas di tangannya. Sementara itu beberapa orang juga bersiap menebas kearah Diego.


Namun dengan santai dan tersenyum Diego mengambil pedang di punggungnya, dan dengan begitu cepat Diego berputar dan kembali duduk seperti semula.


Crack!!


Beberapa orang disekitar Diego seketika terjatuh dengan seluruh tubuhnya yang terpisah. Ditambah pemilik bar tadi juga kehilangan kedua tangannya yang membuatnya menjerit kesakitan


"Ba baik! Kau boleh masuk!" Ucapnya dengan susah payah memutar engsel di belakangnya dengan mulutnya


Sesampainya Diego melangkah melewati pintu, sebuah ornamen mewah terlihat begitu jelas disana, yang menandakan jika tempat itu merupakan tempat suatu kelompok.


Sesampainya di pintu berwarna emas Diego segera membukanya dan melangkah masuk. Dimana terdapat banyak orang dengan pakaian hitam di dalam sana yang langsung menatap Diego.


Tak banyak bicara Diego segera menghunuskan pedangnya kearah orang-orang di hadapannya, dan dengan membabi buta Diego menghabisi seluruh utusan di sana.

__ADS_1


***


Persatuan Liga Dunia


Di meja bundar besar terdapat beberapa pria dan wanita yang terlihat seperti orang penting. Semuanya duduk berkumpul berdiskusi tentang kemunculan para utusan akhir-akhir ini.


"Sepertinya mereka sudah mulai menunjukkan taringnya!" Ucap Glenn pria berumur 42 tahun pemimpin angkatan bersenjata Anika


"Kita juga tak boleh berlama-lama menjadi seekor kucing saja, sekali-kali kita harus memperhatikan pada mereka bagaimana sang macan beraksi!" Lanjut Raya Wanita yang sudah berkepala tiga pemimpin regu rahasia


"Kemunculan mereka saja sudah menjadi bukti betapa mereka meremehkan kita! Eksistensi yang mereka hadirkan sudah cukup jelas begitu meresahkan masyarakat!" Jawab Berto Pria tua Kesatria tertinggi


Sementara itu beberapa petinggi yang lain hanya diam menyimak, dan masih belum menunjukkan pendapat mereka masing-masing.


"Kudengar semalam Iblis Gandi dikalahkan oleh Leo?" Tanya Raya


"Em! Apa yang orang itu rencanakan?" Ucap Berto


"Leo ... Sudah lama Liga Dunia mencarinya, namun entah mengapa manusia itu seperti belut yang sangat licin?" Ucap Greek pria muda yang nampak santai wajahnya

__ADS_1


__ADS_2