
Beberapa masyarakat segera di evakuasi akibat serangan itu, dan beberapa anggota medis dikerahkan untuk mengobati pada prajurit yang terluka akibat serangan.
Namun di tengah-tengah pertarungan sebuah sebuah Golem tiba-tiba muncul menghantam kearah Gama, hingga membuatnya terpental cukup jauh.
"Nampaknya pahlawan muda kita sedikit kewalahan hah?" Ucap Glenn duduk santai di atap rumah dengan sebotol alkohol
"Tuan Glenn?" Ucap Willy
"Bukankah kalian harusnya bisa lebih cepat membereskan hal ini?" Glenn tertawa keras di atas sana sambil meneguk alkohol di tangannya
Secara tiba-tiba tanah kembali berguncang dan sebuah Golem tiba-tiba muncul dengan jumlah yang sangat banyak, Gama dan Hama yang melihat ini justru merasakan sebuah ancaman
Terlebih Glenn juga membawa beberapa Kesatria terlatih bersamanya saat ini, dan tanpa henti menembak anak panah sihir kearah Gama dan Hama
"Hancurkan mereka!"
Seluruh Golem segera bergerak dengan seksama mengincar Gama dan Hama, beberapa anak panah juga melesat dengan cepat menghancurkan area sekitarnya.
Beberapa Golem hancur lebur akibat perlawanan Gama dan Hama, namun begitu hancur Golem tersebut kembali lagi menjadi utuh seperti semula.
"Haha! Apa kalian sudah merasa lelah, iblis kecil?" Tanya Glenn
"Hm ... Nampaknya pertarungan ini sedikit berat untuk kami, karena itu sebaiknya kami pamit terlebih dahulu!" Ucap Hama yang menghilang perlahan dengan Gama
__ADS_1
"Tikus kecil!" Beberapa Golem melompat kearah Hama dan Gama namun terlambat karena keduanya telah menghilang bersama dengan Gerrard
"Hah, sepertinya mereka berhasil kabur kali ini," ucap Glenn menghela nafasnya
'Seorang Kesatria? Atau pahlawan?' tanya Willy menatap bingung pada Glenn
***
Sementara itu di sebuah singgah sana langit yang luas dan megah. Dewi Maya nampak duduk santai sembari memandang beberapa aksi orang-orang pilihannya, melalui sebuah bola kecil.
"Nampaknya anak-anak ku melakukan pekerjaannya dengan baik. Hah ... Sebentar lagi ... Elder God!" Senyum Dewi Maya nampak sumringah menghilangkan kecantikan alami miliknya
Sementara itu di sebuah tempat yang gelap pekat dan menakutkan, sepasang mata merah menyala nampak memandang dengan serius. Hingga akhirnya dua mata itu kembali tertutup lagi dengan perlahan
Dewi Maya nampak menutup wajahnya menggunakan tangan kirinya, ia tertawa terbahak-bahak tanpa tau apa alasannya.
***
"Si, sial! Siapa kau sebenarnya? Seorang pahlawan!" Tanya seorang pria terduduk dengan kondisi tak berdaya dan terluka parah di hadapan Diego
"Pahlawan? Hah, sungguh gelar itu terlalu baik untuk orang seperti ku," jawab Diego langsung menebas kepala pria di hadapannya.
Sementara itu pemandangan di belakang Diego nampak mengerikan, dengan banyaknya jumlah korban yang berjatuhan, entah ada berapa puluh orang yang terbaring tak berdaya.
__ADS_1
"Masih belum, ini masih belum!" Ucap Diego menatap tajam
SWOSHH!!
Sebuah pisau kecil tiba-tiba melesat kearah Diego, dan dengan sangat santai Diego menangkis serangan itu menggunakan pedang di tangannya.
"Apa tujuan mu datang kemari?" Tanya seorang wanita berjalan santai mendekat
"Hm?"
"Sepertinya kau bukan utusan Dewa cahaya? Lantas kau siapa?" Tanya wanita itu berjalan santai keluar dari kegelapan
"Dan kau? Apa kau pemimpin kelompok ini?" Tanya Diego menunjuk menggunakan pedang di tangannya
"Benar, dan kau?"
"Kematian mu!" Jawab Diego datar
"Heh ... Kau bukan seorang manusia bukan?" Tanya wanita tersebut dengan santainya sembari tersenyum
"Apa maksud mu?"
"Haha! Kau ini lucu sekali untuk sebuah entitas yang tidak diketahui?"
__ADS_1
Diego mendengarnya hanya bisa diam dan nampak bingung, ia sendiri tak faham apa yang wanita di hadapannya saat ini katakan padanya.
"Karena ... Bagaimana bisa manusia biasa membunuh seorang Dewa?" Tanya wanita itu sembari menunjuk koin di ganggang pedang Diego