
"kya!!!" Teriak Lora saat melihat sebuah belati di dada Grey
"Ada apa!" Ucap Diego yang segera berlari masuk menuju arah teriakan
Diego juga tak kalah terkejut melihatnya, apalagi saat melihat Grey yang tewas mengenaskan, jelas hal ini merupakan pembunuhan berencana.
"Ayah! Siapa yang melakukan ini!" Teriak Lora
Sementara Lora nampak bersedih, beberapa pelayan malah tersenyum tipis dengan eskpresi pura-pura bersedih, hal itu jelas menjadi keanehan bagi Diego melihatnya
"Sayang!" Kara tiba-tiba masuk dengan ekspresi terkejut
"Kenapa ini bisa terjadi!" Ucap Kara sembari memeluk jasad Grey yang tak berdaya
"Kakak..." Drake juga nampak hadir seolah sedang bersedih
Sementara itu Kevin datang hanya nampak diam, ia sama sekali tak menunjukkan rasa sedih sama sekali di wajahnya, malahan ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku tau ini rencana kalian!" Ucap Lora menatap Drake dan Kara dengan tatapan benci
"Apa maksud mu, Lora? Bagaimana mungkin kami tega melakukan hal ini!" Ucap Kara nampak menangis
"Tega? Bukankah dari dulu kau sudah tega mengkhianati ayah?"
Plak!
Sebuah pukulan melayang di wajah Lora, menerima pukulan itu Lora justru tertawa terbahak-bahak sambil menatap nanar Kara.
"Ada apa, Kara? Apa kau tau selama ini aku mengetahui semua rahasia mu!" Ucap Lora
"Lora! Dimana sopan santun mu, memanggil nama ibu mu seperti itu!" Ucap Kevin
"Ah, Kevin! Kau nampak biasa saja di depan kematian Ayah bukan?"
"Aku..."
__ADS_1
"Tentu saja karena kau bukan anak Ayah! Kau adalah anak haram dari hubungan Ibu dan Paman!" Ucap Lora menatap tajam
"Kau!" Drake segera mencabut pedang miliknya bersiap menyerang
Namun dengan cepat Diego menahan tangan Drake bahkan sampai membuatnya tak bisa bergerak kesakitan.
"Lepaskan! Berani sekali orang rendahan seperti mu mengganggu ku!" Ancam Drake
"Tugas ku adalah melindungi Lora, apapun yang mengancamnya harus dihentikan!" Ucap Diego mematahkan tangan Drake dan melemparkannya
"Agh!! Penjaga!" Teriak Drake kesakitan
"Lora! Kau sudah kurang ajar!" Ucap Kara
"Kau yang kurang ajar pada ayah! Kau telah mengkhianati nya selama ini!" Ucap Lora menahan tangisannya
Sementara itu Kevin hanya bisa terduduk takut saat melihat Drake di patahkan tangannya, bahkan hal itu sampai membuat gemetar ketakutan.
Beberapa penjaga segera masuk tidak lupa dengan senjata lengkap, ditambah dengan seorang tangan kanan milik Drake yang terlihat kuat.
"Apa kalian semua telah berkhianat selama ini?" Tanya Lora dengan tatapan emosi
"Haha! Benar! Kau pikir berapa lama kami telah menahan diri di bawah kekuasaan Ayah mu? Kau pikir dengan dia yang memimpin keluarga akan membuat kita semakin kuat? Jelas kami tidak menyukai itu, orang baik hati harusnya tak jadi pemimpin!" Ucap Drake yang bersembunyi di belakang Adam
"Nona Lora menyerah lah, ikutlah bersama kami untuk kehidupan Baron yang lebih baik!" Ajak Adam
"Kau hanya seorang kesatria Adam! Apa hak mu berbicara seperti itu?" Tanya Lora
"Kau memang naif seperti ayah mu, Lora!"
Beberapa pengawal segera bergerak maju untuk menangkap, namun dengan cepat Diego menebas pedangnya hingga membuat pengawal itu tewas seketika.
Bahkan akibat tebasan itu sampai membuat seluruh ruangan berantakan dan retak, hal itu juga sampai membuat Kara dan beberapa orang yang melihatnya ketakutan.
"Ka-kau monster!!" Teriak Drake
__ADS_1
"Nona Lora, apa yang harus kulakukan dengan mereka?" Tanya Diego
Lora menahan amarahnya sampai mengigit bibir bawahnya hingga berdarah, raut cantik dan anggun sudah tidak ada lagi terlihat selain ekspresi kebencian.
"BUNUH MEREKA SEMUA!!!" Teriak Lora penuh penekanan
"Lora!" Teriak Kara
"Serang dia!" Perintah Adam
Seluruh penjaga segera menyerang dengan bersama-sama, namun ketika Diego melayangkan pukulannya seketika seluruh area menjadi hancur.
Bahkan Adam dan Drake sampai terpental keluar rumah sampai pekarangan, Kevin yang terduduk di samping Diego sampai hampir pingsan melihatnya.
"Aku hanya menjalankan pekerjaan, jangan dendam pada ku ok!" Ucap Diego tersenyum ramah
Diego segera melompat dan berdiri tepat di hadapan Adam, sementara itu Adam segera menarik pedangnya dengan tubuh bergetar hebat.
"Kau cukup berani untuk berkhianat?" Tawa Diego yang membuat Adam semakin gemetar ketakutan
"Bunuh dia! Bunuh monster itu!" Ucap Drake yang mengalami patah kaki setelah terpental tadi
SWOSHH!!
Dalam sekali tebas tubuh Adam seketika terpisah menjadi dua, bahkan sampai membuat Drake menganga melihatnya.
"Hentikan... Jangan mendekat!" Teriak Drake yang merasa terpojok
Diego segera mengangkat pedangnya keatas, dan dengan wajah tersenyum Diego bersiap menebas Drake yang nampak pasrah dan ketakutan setengah mati.
KRANG!!
Sebuah panah tiba-tiba menyerang Diego, dan dengan cepat Diego menangkisnya dan mundur beberapa langkah menjaga jarak.
"Beraninya seorang perusuh datang ke kota ini!" Ucap wanita tersebut dengan panah perak miliknya
__ADS_1