The Monster!

The Monster!
57. Iblis Kegelapan


__ADS_3

"Hahaha! Rasa sakit, dan kesedihan adalah hal yang begitu dekat dengan manusia! Ya! Begitu dekat!" Tawanya yang menggema sembari kembali berdiri.


Suara tangisan dan rintihan orang-orang terdengar jelas di setiap penjuru kota, apalagi korban yang berjatuhan pun tak memandang usia dan jenis.


Untuk kastil tentunya masih aman, hal itu dikarenakan sebuah sihir pelindung yang membuat sebuah serangan tak bisa masuk. Namun berbeda dengan bangunan masyarakat yang hancur lebur tak tersisa sama sekali.


"Ibu ... Sakit!!"


"Anak ku!!"


"Tidak-tidak jangan!"


"Sayang bangunlah!!"


"Tolong..."


"Dewa tolong kami!!"


Suara putus ada dan rasa sakit terdengar dimana-mana. Hal itu terbayang jelas di kepala Willy melihat rasa sakit yang orang-orang rasakan saat ini.


KRANG!!


Satu tebasan kuat Diego berhasil di tahan oleh Haraga menggunakan kuku jarinya, tatap mata Diego nampak membara dan penuh akan kebencian yang amat sangat.

__ADS_1


"Kau pikir serangan seperti itu-"


Slash!!


Sebuah tebasan Jack layangkan kearah tubuh Haraga yang membuatnya sedikit tergores, namun dengan santainya Haraga menatap Jack dan menendangnya.


DUAR!!


Tombak emas Willy kembali melesat yang membuat ledakan besar mengenai Haraga, namun lagi dan lagi iblis itu kembali pulih tanpa rasa lelah sedikit pun.


"Hahaha!!! Apa kalian sudah mulai merasa putus asa? Jika begitu baguslah! Karena hal seperti akan sangat aku butuhkan!" Ucapnya membentangkan tangannya sekali lagi


"Segel iblis, lingkaran kematian!" Ucapnya yang membuat sebuah lingkaran aneh muncul di langit


WOSHH!!!


DUAR!!!!


Willy segera menggunakan kekuatan perisainya, sementara itu Diego segera bersembunyi di balik sebuah bangunan dan pedangnya.


Trak!!


Pelindung Willy perlahan hancur dan ledakan besar itu tiba-tiba mengenainya, dan sangat kuat ia terpental jauh hingga menghancurkan beberapa bangunan.

__ADS_1


Cahaya terang perlahan meredup, sebuah kawah besar terlihat jelas di tengah kota. Lagi dan lagi korban berjatuhan semakin banyak, terlebih beberapa Kesatria dan prajurit juga menjadi korban.


"Dia terlalu kuat, kota ini akan hancur!" Lirih Diego menahan luka bakar di tubuhnya yang mengeluarkan asap


***


"Yang Mulia!"


"Evakuasi para warga! Pindahkan mereka menuju kota terdekat! Laksanakan secepat mungkin!" Perintah raja yang nampak khawatir


"Baik!!"


Seluruh pasukan di kerahkan, semuanya bergerak untuk mulai memindahkan para warga yang masih selamat. Hal ini menjadi aksi darurat mengingat musuh yang berada di luar kemampuan mereka.


Beberapa pro dan kontra sempat terjadi, beberapa warga enggan untuk mengungsi dan malah melakukan protes, namun hal itu berhasil di cegah oleh para prajurit.


"Dengarkan Aku! Kita tidak bisa mementingkan ego di saat seperti ini! Kita harus hidup untuk hari esok, kita harus hidup membalaskan keluarga kita! Apa kalian mau berakhir mati seperti mereka? Kita jelas harus hidup dan membalas hal ini!!" Seru Glenn berusaha memberikan suara


Semua orang terdiam mendengarkannya. Mereka sadar jika mereka tak boleh mati agar bisa membalas hal ini, namun tetap saja hal itu masih sulit di terima. Mengingat keluarga dan rumah mereka yang hancur lebur.


"Dengarkan Aku, anak-anak ku! Kita harus hidup! Kita harus bersatu! Jangan sampai rasa sedih membuat kita terbunuh!" Serunya


DUAR!!!

__ADS_1


Suara ledakan besar kembali terjadi. Dan hal itu jelas membuat orang-orang yang mendengarnya seketika terkejut dan ketakutan setengah mati.


"Jangan takut! Aku akan melindungi kalian! Seluruh prajurit dan kesatria akan mengorbankan nyawanya untuk hidup kalian!!" Teriaknya kembali memberikan semangat


__ADS_2