
Tidak ada? Apa benar Dzaki tidak memiliki pembantu??
"Ka kamu tinggal sendiri??" Hana mencoba mencari tahu daripada terus-terusan memikirkannya tanpa bisa mengambil kesimpulan
"Ayahku apa tidak bilang kalau aku tinggal sendiri??"
"Bu bukan, maksudku seperti pembantu rumah tangga.."
Dzaki menggeleng.
"Terus, pekerjaan rumah? Makanmu? dan.."
"Aku kerjakan sendiri.." Potong Dzaki.
"Waahh.. Dia masih muda dan lagi kelakuannya tidak terlihat seperti kalau dia adalah orang yang mandiri. Tapi sepertinya dia orang yang lebih baik dari dugaanku" Hana berdecak kagum
"Aku tidak suka barang-barangku disentuh oranglain.." Sambung Dzaki.
"Ck.. Baru saja aku mengaguminya. Ternyata alasan dia tidak mengambil pembantu rumah tangga karena terlalu sombong dalam merawat barang-barangnya. Huuhh, hanya barang dapur juga.." Gerutu Hana sambil memandangi Dzaki dengan ekspresi kesal.
"Tapi tidak denganmu.." Lanjut Dzaki
"Denganku? Apa?"
"Jangan karena aku gak suka barang-barangku disentuh oranglain, itu kamu jadikan alasan untuk tidak bersih-bersih.." Tatap Dzaki.
__ADS_1
Ck aku juga tahu.
"Aku juga tidak mungkin tinggal disini kalau tidak melakukan apa-apa.." Jawab Hana sedikit kesal.
"Baguslah kalau kamu tahu.."
Menyebalkan.
Tatapan kekesalan Hana tidak putus dia tujukan pada Dzaki yang tampak enteng-enteng saja melahap sarapannya.
"Kenapa tidak makan?" Tegur Dzaki yang mendapati Hana terus-terusan menatapnya.
Anak kecil ini kenapa sih? Apa dia masih mikirin hal yang terjadi tadi pagi. Ck.. Tatapannya seperti mau menerkamku.
Hana mengalihkan pandangannya. Meski dia masih saja menggerutu dalam hati, namun dia sudah menghentikan aktifitasnya menatap Dzaki dengan kesal.
"Hey anak kecil..."
Dzaki memecah keheningan yang sempat terjadi.
"Hana.." Tegas Hana memperjelas namanya, dia begitu kesal mendengar Dzaki memanggilnya dengan sebutan anak kecil.
"Ah ya Hana.."
Hana kembali menatap Dzaki, menuggu kalimat apa yang akan dikatakan Dzaki selanjutnya.
__ADS_1
"Aku akan memperlakukanmu dengan baik.. Jadi, aku minta.. Minta maaf dengan sikapku sebelumnya.."
WHAATT??? Dia bilang apa barusan??
"A apa???" Hana seolah tidak percaya kata-kata seperti itu akan keluar dari mulut seorang Dzaki yang menyebalkan.
Dzaki mengangkat wajahnya, menatap Hana yang memperlihatkan ekspresinya yang kebingungan.
"Aku akan memperlakukanmu sebagaimana mestinya, tidak akan jahat lagi dan menjagamu.."
Menjagaku?? Apa hanya karena aku menyiapkan sarapannya pagi ini bisa membuatnya jadi baik begini?
"Ke kenapa tiba-tiba??"
"Kenapa? Kamu gak suka kalau aku baik sama kamu?" Nada bicara Dzaki yang tiba-tiba ketus, menyadarkan Hana kalau dia masih saja Dzaki yang menyebalkan, sebelumnya dia hanya membual dengan kata-katanya saja.
"Maksudku bukan begitu.." Hanapun tidak segan-segan menjawab dengan nada yang sama ketusnya dengan Dzaki. "Aku kaget saja, kenapa tiba-tiba mau baik sama aku.."
"Ya karena aku mau.. Aku rasa, gak enak kan kalau kita tinggal bersama tapi aku jahat.."
Sekarang juga kamu lagi jahat Dzaki.
"Yah pokoknya begitu lah.. Aku bakal berusaha baik.." Lanjut Dzaki
Hana hanya terdiam. Dia cukup terkejut mendengar perkataan Dzaki.
__ADS_1
"Makanmu sudah selesai??"
Pertanyaan Dzaki mengejutkan Hana yang sempat melamun sejenak berusaha mencerna perkataan Dzaki sebelumnya.