
Seperti ada yang hilang, begitulah yang Dzaki rasakan. Ada beberapa keadaan dimana Dzaki tidak mengingat apa yang terjadi. Dzaki sampai dibuat bingung sendiri dengan ingatannya.
"Aku gak ingat.." Jawab Dzaki pada Nara yang masih sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
"Kok bisa gak ingat.."
"Ya aku mana tahu, tiba-tiba saja jadi gak ingat begitu. Yang aku ingat mobilnya gak bisa dikendalikan sama kak Danish dan akhirnya terjadilah kecelakaan.." Jelas Dzaki.
"Ck kamu ini, hal penting begini kenapa tidak ingat sih.." Gerutu Nara.
"Ya bukan mauku juga untuk lupa.."
__ADS_1
Nara sibuk mendebati anak tirinya itu yang entah apa yang terjadi padanya sampai tidak bisa mengingat kejadian yang baru berlalu tiga hari itu. Perdebatan keduanya akhirnya terhenti setelah seseorang masuk dalam kamar rawat inap Danish.
"Selamat pagi Ayah, Mami..." Sapa Myesha sambil membawa keranjang buah.
"Pagi Yes.." Nara balas menyapanya dengan tersenyum.
Dzaki hanya menatap Myesha sejenak kemudian mengalihkan pandangannya. Myesha tahu, Dzaki belum bisa menerima fakta yang ada sekarang tentang dirinya yang sudah menjadi tunangan Danish.
Berbeda dari Danish, Dzaki yang seusia dengan Myesha membuat keduanya sangat akrab, mereka menempuh pendidikan dari kecil hingga remaja di sekolah yang sama, langkah kaki mereka selalu beriringan hingga tidak ada lagi yang disembunyikan dari keduanya.
Sedari SMP teman-temannya sering menganggu Dzaki dan Myesha dengan ejek-ejekan sebagai pasangan dan itu sudah menjadi konsumsi biasa bagi telinga Dzaki maupun Myesha.
__ADS_1
Awalnya semua baik-baik saja dengan kata-kata gurauan teman-temannya yang seperti itu, sampai akhirnya Myesha menyadari perasaannya bahwa Dzaki yang selama ini dilihatnya sebagai teman masa kecilnya ternyata sudah memiliki tempat istimewa di hatinya. Ada perasaan cemburu di hati Myesha saat melihat beberapa anak perempuan mendekati Dzaki, meski Dzaki tidak merespon namun tetap saja ada perasaan tak senang di hatinya melihat Dzaki yang terus-terusan diincar oleh anak-anak perempuan di sekolahnya.
Meski melibatkan ragu, Myesha akhirnya jujur pada perasaannya dan dia ungkapkan semua kerisauan hatinya pada Dzaki. Jelas saja Dzaki tidak menanggapi serius perkataan Myesha. "Ck.. kamu ini ada-ada saja, kamu ngerasa cemburu itu karena kamu terbiasa, aku cuman buat kamu saja. Kamu juga tahu kan kalau aku tidak suka dengan anak-anak perempuan itu.." Kata Dzaki waktu itu. Namun ketegasan Myesha dalam menyampaikan perasaannya membuat Dzaki sadar, bagaimana Myesha melihatnya selama ini bukan lagi sebagai temannya sedari kecil, melainkan seperti laki-laki yang layak untuk dia cintai.
Kesungguhan Myesha dalam menyampaikan perasaannya membuat Dzaki tersentuh. Perlahan tapi pasti Dzaki juga mulai memiliki perasaan yang sama pada Myesha, tidak lagi melihat Myesha sebagai teman sedari kecil melainkan wanita yang dia cintai.
.
.
.
__ADS_1
Jangan bosan baca novel Lina ya.. Semoga kalian suka.. Terlebih dari itu, aku mau ucapin banyak makasih karena sudah singgah dan mambaca..