The Truth (Un)Told

The Truth (Un)Told
The truth untold 31


__ADS_3

Dzaki menggenggam tangan Hana yang diikuti oleh tatapan Myesha juga Hana.


"Ah aku duluan.." Hana masih mencoba ramah meski dia tahu, ada rasa tidak suka pada Myesha yang ditujukan padanya.


Myehsa hanya menatap keduanya yang berlalu meninggalkannya.


Hana masih saja kebingungan. Bingung dengan Myesha yang selalu melihatnya dengan ekspresi tidak senang dan bingung dengan perlakuan Dzaki yang menurutnya itu sangat aneh.


Dzaki melepas genggamannya setelah beberapa langkah menjauh dari Myesha, seolah memperkirakan bahwa jangkauan penglihatan Myesha sudah tidak bisa melihat mereka lagi. Sikap Dzaki yang seperti menimbulkan banyak pertanyaan dibenak Hana.


Ada apa ini? Apa yang Dzaki lakukan? Dan kenapa dengan??.. Hana berbalik dan jangkauannya sudah tidak bisa melihat Myesha lagi. Apa ada sesuatu diantara mereka? Tapi bukannya perempuan itu adalah tunangan Danish??.


Hana kembali menyelaraskan langkahnya dengan langkah Dzaki. Sesekali melirik Dzaki, mencoba menebak-nebak apa yang Dzaki pikirkan melalui eskpresi wajahnya. Namun wajah yang ditekuk tak bereskpresi itu membuat Hana menyerah untuk menebak apa yang dipikirkan laki-laki yang tiba-tiba berubah menjadi dingin itu.


.


.

__ADS_1


.


Diawal hari, matahari begitu sombong memamerkan teriknya yang menyengat, namun entah mengapa saat hari semakin siang, matahari malah menjadi malu-malu dan hanya bersembunyi dibalik awan.


Hari ini adalah hari pertama Dzaki bersekolah kembali setelah tiga hari sebelumnya harus absen dikarenakan kesehatannya yang terganggu akibat kecelakaan. Hari ini juga merupakan hari pertama bagi Hana bersekolah. Hana tidak mengingat, apakah sebelumnya dia bersekolah disekolah umum atau kejuruan, yang dia lakukan sekarang hanya berusaha memulai hidup barunya yang sudah disiapkan Randi untuknya.


Kehadiran Hana yang mengekor dibelakang Dzaki sepanjang pagi tidak dapat membuat deretan pengagum Dzaki berhenti bertanya-tanya akan sosoknya yang tiba-tiba muncul dan jelas pertanyaan Siapa dia yang ditujukan untuk Hana juga tidak luput dari teman-teman Dzaki.


Dzaki memutuskan untuk tidak mengungkap jati diri Hana sebagai orang asing yang kini hidup bersamanya. "Dia orang yang dikenal Ayahku" Jawaban Dzaki dari pertanyaan semua orang tentang siapa Hana. Dzaki juga tidak menutupi bahwa dirinya dan Hana sekarang hidup bersama diatap yang sama.


Beberapa teman perempuan dikelasnya mendekati Hana. Hana menjadi lebih mudah mendapatkan teman sehingga cukup dipagi hari saja dia mengekor dibelakang Dzaki. Jam istirahat dan setelahnya, Hana sudah memiliki teman yang bisa menemaninya berkeliling sekolah untuk mengenal lebih dekat tempat yang akan dia habiskan waktunya untuk menempuh pendidikan.


.....


Ttok ttok ttok...


Ketukan jari Dzaki di meja Hana membuat perhatian Hana yang tengah merapikan barang-barangnya sebelum pulang sekolah teralihkan.

__ADS_1


"Kenapa?" Hana mendongkak agar bisa berbicara sembari menatap Dzaki.


"Kamu ada kegiatan lain sepulang sekolah?"


Hana menggeleng.


Memangnya aku bisa melakukan kegiatan apa? Aku yang tidak tahu apa-apa ini bisa berbuat apa?


"Yasudah, sepulang sekolah kita berbelanja.."


"Belanja?"


"Kita mau makan apa malam ini? Bukannya kamu yang bilang kalau persediaan dapurku tidak ada??"


"Ah iya aku lupa.."


"Yasudah, cepat bergegas..."

__ADS_1


Hana bergegas merapikan barang-barangnya, dan beranjak berjalan beriringan dengan Dzaki keluar kelas.


__ADS_2