
Dzaki menoleh mendengar namanya disebut seseorang. Myesha memberinya senyuman manis pagi ini saat menyapanya.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Myesha sembari melirik toilet perempuan yang ada dibelakang Dzaki.
"Nunggu seseorang.." Perasaan yang belum bisa Dzaki kendalikan sepenuhnya pada Myesha membuat Dzaki sering kali kebingungan menghadapi Myesha.
Dzaki sendiri bingung harus mengambil tindakan seperti apa. Dia sadar, dia harus menghindari Myesha untuk bisa menyelesaikan perasaan pribadinya pada Myesha, namun sikap Myesha yang masih saja terus-terusan berlaku baik dan terkadang manja pada Dzaki membuatnya tidak tahu harus bagaimana lagi.
Dzaki selalu terkesan menolak untuk didekati oleh Myesha, namun dilubuk hatinya yang terdalam dia masih sangat senang ketika Myesha ada disekitarnya, dia masih saja rindu memanjakan Myesha seperti biasanya. Tapi kembali lagi dia tersadar, bahwa Myesha wanita yang dicintainya itu sekarang adalah milik orang lain.
"Siapa??"
Belum Dzaki menjawab pertanyaan Myesha, Hana sudah muncul dari belakang Dzaki.
"Sudah??" Tanya Dzaki pada Hana, mencoba mengabaikan Myesha.
Untung saja anak kecil ini muncul tepat waktu.
"Di dia???" Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Myesha mencoba memperjelas tentang keberadaan Hana. Meski sudah sangat jelas hanya dengan melihat Hana yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengan mereka.
__ADS_1
"Dia sekolah disini..."
Hana tersenyum, mencoba memberi kesan yang baik dan ramah pada Myesha. Namun ekspresi Myesha malah memperlihatkan kesan tidak suka.
Aku apa pernah melakukan kesalahan sama perempuan ini. Dia selalu saja memperlihatkan ekspresi tidak senang setiap melihatku.
Hana kembali mengingat bahwa perempuan yang sedang berbicara dengan Dzaki ini adalah perempuan yang sama dengan yang dia temui di rumah sakit kemarin. Hana juga masih mengingat bagaimana tatapan Myesha waktu itu.
"Kenapa dia sekolah disini juga?" Alis yang dia kerutkan memperlihatkan bagaimana Myesha cukup heran melihat Hana.
Ekspresi wajah Myesha yang tidak bisa dia sembunyikan membuat tanya di benak Dzaki.
Kenapa sama Myesha? Sebelelumnya aku juga menangkap eskpresinya yang seperti ini saat dirumah sakit kemarin.
"Ayah?? Kenapa Ayah..."
"Karena dia tinggal bersamaku.." Potong Dzaki. "Biar gampang aja berangkat kesekolahnya.."
"Dia sudah tinggal sama kamu??" Mata Myesha membelalak seolah tidak percaya. Kembali Myesha melirik Hana yang berdiri disamping Dzaki.
__ADS_1
Dia terkejut? Apa dia cemburu?
"Iya.. Memangnya kenapa?" Dzaki mencari tahu apa maksud dari ekspresi wajah yang ditampakkan Myesha.
"Ka kalian tinggal berdua??"
Tidak salah lagi, Myesha sedang cemburu. Ini mengingatkanku bagaimana dia yang kesal seperti sekarang ini saat cemburu dulu. Apa aku jadikan sikecil ini saja sebagai senjata?? Aku mau Myesha merasakan sedikit saja apa yang aku rasakan selama ini saat melihatnya bersama kak Danish.
"Iya.. Dan tadi pagi Hana menyiapkan sarapan untukku.." Dzaki tersenyum, mengayunkan tangannya dan meletakkan dipundak Hana sembari menarik Hana untuk bisa lebih dekat dengannya.
Anak ini kenapa sih?? Kok jadi aneh begini? Hana dibuat bingung dengan kelakuan Dzaki.
Myesha mengalihkan pandangannya.
"Udah urusannya sama toilet?" Dzaki bertanya dengan ramah membuat Hana semakin bingung.
"Udah.." Jawab Hana menatap Dzaki dengan terheran-heran.
Myesha kembali menatap Dzaki.
__ADS_1
"Aku duluan ya, mau ngantar Hana keruangan guru dulu, dia masih perlu jadi harus ada aku yang nunjukin dia jalan"
Dzaki menggenggam tangan Hana yang diikuti oleh tatapan Myesha juga Hana.